Follow Us @agnes_bemoe

Friday, 13 September 2019

PACU JALUR DAN ATUK TENAS EFFENDI

Tengku Nasruddin Effendi (Alm)

Mau tidak mau teringat akan Atuk terkasih, Tenas Effendi.

Tahun 2014 kalo tak salah, saya memberikan buku saya, "Nino, Si Petualang Cilik" pada Atuk Tenas Effendi (yang kemudian langsung dibacanya dengan seksama seperti yang terlihat di foto).

Pesan Atuk waktu itu: budaya Riau adalah budaya air; sungai, rawa, laut. Harus menulis tentang itu. Pesan Atuk itu saya jadikan semacam janji buat diri saya sendiri, supaya suatu saat kalau menulis lagi tentang budaya Riau saya akan menulis tentang tradisi berbasis budaya perairan.

Puji Tuhan, semesta menyambut baik.

Tahun 2017 saya terpilih dalam program penulisan tradisi Nusantara oleh Kemdikbud. Dan, saya menulis tentang Pacu Jalur yang adalah tradisi masyarakat di sekitar Sungai Kuantan di Riau. Tahun 2019 ini versi soft copynya sudah bisa diunduh. Silakan unduh di sini. 



Jujur, ada keinginan buat melipir ke Pasir Putih, ke kediaman Atuk untuk "pamer" ( ) Saya yakin, beliau pasti senang sekali. Sayangnya, sudah tak bisa pamer ya... hehehe... Tapi saya yakin, beliau tetap senang.

Mengirim doa yang banyak sekali buat Atuk Tenas Effendi terkasih. Semoga Atuk beristirahat dalam damai. Sudah tunai janji saya sama Atuk ya. Mudah-mudahan lain waktu bisa menulis tradisi berbasis air lainnya lagi.

***

Pebatuan, 13 September 2019
@agnes_bemoe

No comments:

Post a comment