Follow Us @agnes_bemoe

Monday, 5 April 2021

BOOKS THROUGH MY EYES [BTME]: MENGGUGAT DUNIA YANG NORMAL

April 05, 2021 1 Comments

 Buku #13

1 April 2021


Gadis Minimarket
Sayaka Murata




Ini buku yang ngaplok banget buat masyarakat yang membangun strukturnya atas kelaziman tertentu. Anggota masyarakat yang tak mengikuti kelaziman itu akan dianggap tak normal, sakit, dibicarakan, sampai disingkirkan.

Keiko Furukura masih melajang di umurnya yang 36. Tak hanya itu dosanya, ia juga tak punya pekerjaan tetap. Pekerjaan sampingan sebagai pegawai minimarket dipandang kurang pas untuknya yang sudah berumur itu.

Jadilah Keiko seumur hidupnya bergulat dengan masyarakat yang punya standar normal yang berbeda dengan dirinya.

Sekali lagi, ini buku yang asyik, karena ngaploknya itu. Ngaplok ke siapa? Ke masyarakat yang biasanya getol menetapkan standar bagi anggotanya. Standar yang sudah seharusnya dipikir ulang. Bukan hanya karena standar itu sudah ratusan tahun umurnya (atau bahkan ribuan ya?), usang dan tak kelihatan manfaatnya, tapi juga karena ada yang tak bisa jadi dirinya sendiri dan hidup bahagia dengan hal tersebut dalam masyarakat yang toxic seperti itu.

Saya senang sekali menemukan novel ini! Senang sekali ada yang punya cara berpikir berbeda dan menuangkannya dengan sangat baik dalam tulisan. Mudah-mudahan novel ini dibaca oleh banyak orang dan membawa perubahan pada pola pikir.

Btw, 5/5⭐️ dari saya karena ide mbledos-nya dan keberaniannya menuliskannya. (Penceritaannya juga bagus kok)

***

Pebatuan, 5 April 2021
@agnes_bemoe

Sunday, 4 April 2021

BUKU CERITA ANAK KRISTIANI BERTEMA PASKAH

April 04, 2021 0 Comments

First thing first, Selamat Paskah!

 



Buku anak bertema kristiani amat sangat sulit dijumpai di Indonesia. Hehehe… maklum. Mudah-mudahan suatu saat akan ada perubahan ke arah yang lebih baik ya. Akan ada keterwakilan bagi pembaca minoritas dalam agama. Amin.


Dalam kesulitan itu  saya mencoba mencari buku-buku anak bertema Paskah (dan Prapaskah). Ada kemungkinan saya kurang jauh mencarinya karena dapatnya hanya sedikit sekali. Saya menemukan buku-buku ini. Terus terang, saya belum membacanya jadi tak bisa memberikan rekomendasi. Namun, menilik penerbitnya, saya sangat percaya ini buku yang baik. Saya percaya kredibilitas penerbitnya. Oh ya, saya membatasi pencarian pada buku-buku cerita ya. Di luar buku cerita ada banyak buku aktivitas bertema Paskah.


Buku-buku ini juga sudah beberapa tahun yang lalu terbitnya. Saya kurang yakin apakah masih ada di pasaran. Seperti saya katakan di atas, buku bertema kristiani memang tidak rame (*crying). Jadi harap maklum kalau tidak ada buku yang terhitung baru.


Last but not least, di antara jumlah yang amat sangat minim itu ada buku saya lho! “Priscilla’s Easter Eggs and The Other Easter Stories”. Yeay! Bangga rasanya bisa memberikan sedikiiit buat Paskah. 

 

Berikut ini buku-buku anak kristiani bertema Paskah.


1.       Kata Yesus Kepadaku Tentang Paskah (terjemahan), karya Angela M. Burrin. Ilustrasi oleh Maria Cristina La Cascio. Penerbit BPK. Terbit 2017. Buku “Kata Yesus kepadaku tentang Paskah” berisikan tentang 13 kisah seputar Paskah. 



  Buku ini  dimulai dari cerita Kematian Yesus hingga Perjalanan Paulus ke Roma, selain itu buku ini juga dilengkapi ayat Alkitab dan doa singkat di akhir tiap cerita.


2.       Berjalan Bersama Yesus Menuju Golgota: Pengenalan tentang Jalan Salib (terjemahan), karya Angela M. Burrin. Ilustrasi oleh Maria Crsitina La Cascio. Penerbit BPK.  Terbit 2017. 




  Buku ini merupakan cerita yang terjadi pada masa sengsara Yesus menjelang Paskah, waktu Yesus memanggul salib-Nya menuju Golgota. Sebuah peristiwa yang dikenal dengan nama “Jalan Salib”.


3.       Priscilla’s Easter Eggs and The Other Easter Stories, karya Agnes Bemoe. Ilustrasi InnerChild Std. Penerbit Andi. 


Ini adalah buku bilingual, berisi 6 cerita tentang kebiasaan yang hendak diperkuat selama masa Prapaskah; berpantang, berdoa, bermati raga, termasuk berbagi dan menyangkal diri.  Behind the scene-nya bisa dibaca di sini ya. 


4.       Telur Paskah yang Hilang. Gabriel F.X. & Didik Bagiyowinandi Pr. Penerbit Obor. Buku ini berisi cerita tentang persahabatan, persaudaraan, pengorbanan, pengampunan, kesetiakawanan, ketulusan, kesederhanaan, perhatian pada yang menderita, dan partisipasi dalam hidup menggereja.  



 

Begitulah kira-kira hasil pencarian saya. Apakah teman-teman sudah membaca buku-buku di atas?

 

***

Pebatuan, 5 April 2021

@agnes_bemoe



Sunday, 28 March 2021

Wednesday, 17 March 2021

MENGAMANKAN ARTIKEL DI BLOG

March 17, 2021 0 Comments




Saya sedang mencari informasi tentang fee illustrator ketika saya menemukan sebuah artikel di sebuah blog. Saya baca artikel tersebut dan saya kok merasa familiar. Saya cek ke laptop dan search di blog saya. Ternyata benar. Artikel itu mirip sekali dengan artikel saya yang berjudul “Skema Kerja Sama dengan Ilustrator dalam Kaitannya dengan Royalti” yang saya unggah tahun 2013. Sementara artikel yang saya temukan di blog tersebut diunggah tahun 2019.

 

Kemiripannya terletak pada kerangka tulisannya, mulai dari “illustrator adalah soulmate bagi penulis”, “bentuk format single dan spread”, sampai pada “skema kerja sama penulis dan illustrator”. Pada bagian “skema kerja sama” malah seolah satu bagian tulisan saya itu dicuplik, hanya menghilangkan atau mengubah sedikit.  

 

Kaget juga saya. Kok mirip banget ya… hehehe….

 



Ini tulisan saya. Diunggah tahun 2013. 





Tulisan seorang blogger, diunggah tahun 2019


Saya tahu tulisan di blog itu kurang aman. Namun, kaget juga mendapati artikel ‘disadur’ sedemikian rupa. Tanpa menyebutkan sumber juga lho.


Memang sih, yang terjadi pada saya ini 'kecil banget' berbanding yang lain-lainnya, yang di-copas plek satu artikel. Dan bahkan lebih dari satu tulisan. Duh! 


Nah, cuman itu, kita cenderung meremehkan yang kecil makanya kita terkaget-kaget dengan yang besar. 

 

Beberapa waktu sebelum ini saya tanya pada seseorang yang saya anggap ahli, bagaimana caranya supaya artikel kita tidak bisa di-copas. Beliau bilang, sekarang proteksi semacam itu sudah tidak bisa. Ada penjelasannya tapi saya kurang paham sehingga tak bisa menuliskannya kembali. Maaf :D

 

Yang mungkin saya lakukan adalah membuat link tersendiri untuk suatu tulisan dan tulisan itu dibuat dalam bentuk pdf yang terproteksi.

 

Ini kemudian saya praktikkan. Untuk beberapa cerita dan terjemahan, saya buat dalam link tersendiri yang berisi file pdf yang bisa dibaca tetapi tidak bisa di-edit, copas, dan print.

 

Lalu untuk materi di artikel blog, bagaimana?

 

Nah, saya coba search cara mengamankan blog. Saya menemukan tulisan ini: Cara Melaporkan Pencurian Artikel ke Google. Saya rasa tulisan ini sangat membantu. Detail dan terperinci. Saya belum coba sih… hahaha… maklum, saya masih harus berjuang memahaminya dulu. Tapi saya pastikan akan mencobanya. 


Mudah-mudahan setelah ini blog menjadi lebih aman. Duluan terima kasih buat Mbak Nindy, pemilik blog dan penulis artikelnya. 

 

Btw, teman-teman punya pengalaman serupa? Bagi ceritanya dong. 


***

 

Pebatuan, 18 Maret 2021

@agnes_bemoe 

Friday, 12 March 2021

CERITA ANAK KRISTIANI: MEMBERI, MENURUT BRURI SI BIRI-BIRI

March 12, 2021 0 Comments




Ketemu dengan Jumat lagi ya. Di hari Jumat ini saya membagikan cerita anak tentang MEMBERI. Ya, saya masih terinspirasi dari perikop tentang "Hal Memberi" seperti di Jumat lalu. 


Kali ini, ceritanya untuk anak 0 - 6 tahun. Semacam picture book lah. Saya tak bisa menggambar, mudah-mudahan masih tetap menarik biarpun tanpa ilustrasi memadai. 


Yuk, mari baca ceritanya di sini: MEMBERI, MENURUT BRURI SI BIRI-BIRI. 


Selamat menjalani masa Pantang dan Puasa ya. 


***


Pebatuan, 12 Maret 2021

@agnes_bemoe

Tuesday, 9 March 2021

CERITA ANAK KRISTIANI: PUTRI YANG MURAH HATI

March 09, 2021 0 Comments


Masa Prapaskah adalah masa untuk belajar kerendahhatian. Melalui perikop "Hal Memberi" Tuhan Yesus mengajarkan bahwa perbuatan baik bisa saja membuat kita sombong. 


Perikop ini menginspirasi saya untuk menulis cerita berikut: PUTRI YANG MURAH HATI.


Selamat membaca.


Selamat Berpantang dan Berpuasa.


***




Pebatuan, 10 Maret 2021

@agnes_bemoe

Sunday, 7 March 2021

BUKU-BUKU YANG MENGANGKAT TOKOH ANAK PEREMPUAN

March 07, 2021 0 Comments

 


Hari ini, 8 Maret, kita memperingati Hari Perempuan Internasional (International Women’s Day).


Dikaitkan dengan buku, ini mengingatkan saya pada buku-buku anak berikut ini.  (Oh ya, buku yang saya maksud di sini adalah chapter book ya)

 

Buku-buku berikut mengangkat anak perempuan, tidak hanya sebagai tokoh utama tapi yang lebih penting adalah memberikan karakter dan kepribadian yang berbeda dari stereotype yang beredar di masyarakat. Tidak asal berbeda, penulisnya memberikan aliran spirit dan semangat, dorongan, drive atau apapun istilahnya sehingga tokoh menjadi ‘alat cubit’ tersendiri bagi pemikiran pembaca tentang keperempuanan.


Sebelumnya juga, tulisan ini bukan penelitan dan saya tidak membaca semua buku yang terbit di Indonesia. Saya menyampaikan apa yang sudah saya baca. Akan ada kemungkinan ada judul yang juga menunjukkan girl-power tapi terlewati di tulisan ini. Jangan keburu berpikir negatif dan menganggap saya sengaja menepikan buku-buku itu ya. Kalau mau berbaik hati, silakan tambahkan.


Oke deh, dan buku-buku itu adalah “Menggapai Rembulan” dan “Sepeda Onthel Kinanti”. Dua-duanya karya penulis yang cukup terkenal, Iwok Abqary (Ridwan Abqary).


Dua buku ini bercerita tentang anak perempuan yang berjuang untuk keluar dari jerat kemiskinan dan jerat yang lebih kejam lagi yaitu pembatasan oleh orang lain hanya karena mereka perempuan. 


Kedua tokohnya, baik Kinanti maupun Rembulan, adalah anak-anak yang punya tekad baja dan gigih mencapai cita-citanya. Termasuk juga kuat dan tabah ketika cita-cita itu tak kunjung tercapai. (P.S. inilah kekuatan yang sesungguhnya itu, bukan?)


Apa lantas anak-anak perempuan ini menjadi macho dan maskulin? Nah, itu yang saya suka dari dua buku ini. Buku ini tidak membuat dua tokohnya menjadi maskulin-like, yang mana, malah melecehkan perempuan, ya kan? Seolah menjadi perempuan itu tidak cukup baik. Kedua tokoh ini tetap dengan segala keperempuanannya tapi dengan pola pikir dan semangat yang lebih merdeka dan positif.


Ulasan lebih lengkap tentang kedua buku ini saya tuangkan ditulisan ini.


Sayang sekali, dua buku ini sudah tidak ada lagi di pasaran. Mudah-mudahan ke depannya ada penulis yang mau mengambil tema ini untuk tulisannya.

 


Lalu, untuk buku yang sedang ada di pasaran atau masih bisa dibaca?


Nah, itulah, saya tidak membaca semua buku. Ada satu buku (satu seri ding) karya seorang sastrawati terkenal, tokohnya anak perempuan. Namun, saya pribadi tidak menganggap buku itu karya yang bagus dan tokohnya cukup mewakili gerakan atau dorong keanakperempuanan. Karenanya tidak saya cantumkan di sini. (Bahkan, mengingat bukunya yang mencantumkan kekerasan secara vulgar, saya tak menganggap itu buku yang baik).


Namun, beberapa waktu yang lalu, ketika berselancar ke situs Room to Read, saya menemukan satu cerita yang tokohnya cukup unik; seorang anak perempuan yang juga penyembuh (healer). Bukunya berjudul “Witan dan Negeri Arana” karya Audelia Agustine


Witan dan Negeri Arana, Audelia Agustine


Tema buku ini sendiri tentang alam dan ikatan timbal baliknya dengan manusia. Namun, tokoh Witan sendiri digambarkan punya karakter dan kepribadian yang jauh dari batas-batas stereotype. Witan adalah anak perempuan yang gigih, serba ingin tahu, percaya diri, dan tahan banting. Ini membuat buku ini tidak saja asyik dibaca tapi juga bisa menjadi perwakilan bagi anak-anak perempuan di mana saja.

 

Itulah buku-buku yang menurut saya telah dengan baik sekali mengulik tentang keanakperempuanan.

Apakah teman-teman sudah membaca buku-buku itu? Bagaimana menurut teman-teman?

 

***

Pebatuan, 8 Maret 2021

@agnes_bemoe

Wednesday, 3 March 2021

BOOK THROUGH MY EYES [BTME]: DIPANGGIL OLEH DUNIA LAIN

March 03, 2021 0 Comments

 


Buku #10

2 Maret 2021

 

Creepy Case Club 4: Kasus Pohon Pemanggil

Penulis: Rizal Iwan

Ilustrator: Vanessa Josephine

Editor: Pradhika Bestari

Penerbit: Penerbit Kiddo

Chapter Book (Middle Grade)

e-book

 

Tiga sahabat Vedi, Namira, dan Jani berlibur di desa kecil di Bogor, desa tempat tinggal Om Safran, ayah Vedi. Awalnya mereka hanya ingin menghabiskan waktu bermain game. Alih-alih asyik main game mereka terlibat dalam suatu kasus aneh. 


Diawali dengan terlihatnya seorang perempuan berambut panjang bertampang sedih di dekat pohon tua di halaman rumah Om Safran. Vedi yang melihatnya. Lalu, suara-suara dari pohon itu yang memanggil nama Vedi. Lalu, ada bayangan di jendela. Lagi-lagi Vedi yang melihatnya. Terakhir, Vedi sendiri hilang. Lenyap. Tak ada jejaknya. Hilangnya Vedi ini menyusul hilangnya Gili, seorang anak desa Weningsari. Berusaha menemukan Vedi, Namira dan Jani mengalami pelbagai keanehan dan (ya, terus terang) keseraman tersendiri.

 

Pertama-tama, ini ceritanya seru banget. Super seru! Cerita kelihatan dirangkai dengan sedemikian rupa sehingga pembaca sulit untuk tidak segera membalik ke halaman berikutnya untuk tahu bagaimana kelanjutannya. Cliffhanger yang dibuat oleh penulis di setiap bab harus saya akui keren banget.

 

Namun, bagian paling bagus buku ini adalah pendekatannya terhadap konsep ‘hantu’, ‘mistis’, atau ‘dunia lain’. Penulis berangkat dari pandangan umum (tradisional) masyarakat Indonesia namun kemudian memberikan penyelesaian dengan konsep yang lebih universal (tepatkah istilah ini?). Dan saya bersyukur sekali dengan pilihan penulis ini. Hantu, katakanlah begitu, tidak harus berupa hasil baik-buruk perbuatannya di masa hidupnya, tidak harus secara fisik mengerikan dan menjijikkan, tidak harus tentang moral atau agama, atau stereotype lainnya. Kita bisa berkenalan dengan zat dari dimensi lain dengan cara yang lebih ‘menyenangkan’ dan ‘masuk akal’ (saya buat dalam tanda kutip lebih karena akal kita yang terkadang belum mampu memahami konsep adanya dimensi lain selain kehidupan tiga dimensi kita).

 

Karena pendekatannya yang lebih cerdas dan universal ini, buku ini cocok dibaca oleh anak-anak. Jujur, saya termasuk yang tak setuju kalau anak-anak membaca buku atau menonton tayangan mistis. Ini karena sejauh ini lebih banyak tayangan/sinetron hantu di tv yang –maaf- dangkal dan sama sekali tidak mencerdaskan. Novel ini berbeda sekali. Di sini anak-anak belajar tentang lapisan alam atau dimensi alam. Novel ini bisa menjadi sarana bagi anak-anak untuk menikmati cerita-cerita menegangkan tanpa kehilangan kemampuannya untuk berpikir cerdas dan kritis.

 

Yang juga super menarik dari buku ini adalah tebaran pengetahuan tentang berbagai hal; keterkaitan antar pohon, tulisan Hieroglif, sampai ke rasi bintang. Ini, menurut saya, mengantarkan pembacanya pada pengetahuan yang paling penting, yaitu mencintai bumi, alam, dan kehidupan.

 

Ilustrasi karya Vanessa Josephine


Yang juga wajib disebut karena kerennya adalah ilustrasinya. Satu halaman ilustrasi di bagian awal cerita ini nonjok banget! Perhatikan detailnya. Perhatikan juga penggunakan B&W yang menciptakan nuansa mistis. Angkat topi buat ilustratornya! Sayangnya, ilustrasi yang satu halaman hanya satu itu. Selebihnya adalah thumbnail, yang –tidak buruk- tapi terlalu kecil untuk dinikmati… hehehe….

 

Saya rekomendasikan buku ini buat para pembaca cilik usia 9 – 13 tahun atau yang sudah mampu membaca chapter book. Percayalah, kalian akan mengalami suatu petualangan yang seru; tegang, tapi ada kocaknya juga, tapi bikin takut, tapi menyenangkan!

 

P.S, saya jarang beri bintang… hehehe… untuk novel ini 5 out of 5 *****

 

 

***

Pebatuan, 4 Maret 2021

@agnes_bemoe

Sunday, 28 February 2021

TEMA VALENTINE'S DAY DALAM CERITA ANAK

February 28, 2021 0 Comments

 Di Indonesia tema ini pasti ditolak mentah-mentah masyarakat mayoritas,  baik oleh orangtua pembaca (sebagai yang memilihkan buku untuk anaknya) maupun penerbit. Interpretasi yang berbeda tentang Valentine’s Day menyebabkan masyarakat antipati dengan tema ini.

 

Namun, di tempat-tempat lain, tema ini ternyata sangat luas digarap (ini dalam konteks cerita anak ya). Sudah ada ratusan buku ditulis dengan tema ini. 


Berikut ini saya unggah lima contoh cerita bertemakan Kasih Sayang, tema sentral dalam Valentine’s Day.

 

11. Love from The Very Hungry Caterpilar, Eric Carle

Ini buku yang imut sekali, yang mengajarkan anak-anak bagaimana mengungkapkan dengan bahasa yang indah rasa sayangnya kepada orang-orang di sekitarnya. Pantas buku ini mendapat tempat peringkat satu New York Times Bestseller. 

 


22. The Invisible String, Patrice Karst.

Buku ini bercerita tentang kasih sayang yang diibaratkan sebagai sebuah benang yang tak terlihat. Benang tak terlihat ini menghubungkan kita dengan orang-orang yang kita kasihi, sejauh apapun mereka. Benang tak terlihat ini juga menunjukkan bahwa dukungan dan kasih kita tak akan pernah putus.

 



33. The Day It Rained Hearts, Felicia Bond

Dari judulnya, buku ini jelas menunjukkan tema Valentine’s Day. Namun, isinyalah yang luar biasa: tentang memberi/memperhatikan orang lain dengan sepenuh hati (thoughtful)

 



44. Pete the Cat “Valentine’s Day is Cool”, Kimberly & James Dean.

Ditulis oleh New York Time best-selling artist, buku ini berkisah tentang memaknai Valentine’s Day. Bagi Pete the Cat, yang awalnya tidak menyukai Valentine’s Day, makna perayaan ini  ternyata sangat sederhana namun hangat dan indah.

 



55. Roses Are Pink Your Feet Really Stink, Diane de Groat.

Ini buku yang manis sekali, yang menggambarkan bahwa sebagai teman, kita sering berbuat nakal/keliru. Namun, hal-hal tersebut menjadi proses pembelajaran, selagi kita memiliki kasih sayang satu sama lain.

 


 

Luar biasa sekali bahwa tema kasih sayang ini dieksplorasi sedemikian rupa menjadi cerita-cerita yang manis, yang intinya mengajak anak untuk menghormati dan mengasihi siapa saja; orangtua, saudara, teman, bapak pengemudi bus, atau siapa saja yang bisa kita temui dalam kehidupan kita.

 

Enggak ada cium-ciuman dan seks? Tidak ada. Wong ini buku anak. Penulisnya tentu dengan sangat cerdas menginterpretasikan makna kasih sayang -yang sebenarnya universal itu- ke dalam dunia anak. Hasilnya adalah buku-buku yang indah dan manis.  Kalau tak percaya, baca sendiri… hehehe….

 

Semoga suatu saat masyarakat Indonesia bisa menemukan pemahaman yang benar tentang Valentine’s Day ini ya, supaya buku cerita anak pun semakin meriah dan bermutu dengan tema kasih sayang ini. Amin.

 

 Selamat Hari Valentine's Day (biarpun terlambat :D )


***


Pebatuan, 1 Maret 2021

@agnes_bemoe

 

Thursday, 25 February 2021

CERITA ANAK KRISTIANI: SI MUKA KECUT

February 25, 2021 0 Comments




Di hari Jumat, hari pantang ini, saya mau memberikan sebuah cerita anak tentang pantang dan puasa. Cerita ini terinspirasi dari pesan Yesus di perikop "Hal Berpuasa". Semoga pada suka ya. 


Ceritanya bisa dibaca di sini. 

Selamat berpantang dan puasa! 


***


Pebatuan, 26 Februari 2021

@agnes_bemoe

Wednesday, 24 February 2021

BOOK THROUGH MY EYES [BTME]: SERU-SERUAN DENGAN LOKOMOTIF BERSEJARAH

February 24, 2021 0 Comments

Duo Detektif: Sabotase Lokomotif B2503

Penulis: Wiwien Wintarto
Ilustrator: Saiful Basor
Editor: Maria Felicia
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: 2019
Chapter Book
e-book




Jalu dan Bima suka hal-hal yang berbau detektif. Tak nyana mereka berdua terlibat sungguhan di sebuah kasus. Kasusnya juga tak main-main: sabotase kereta api wisata di Ambarawa. Kisah keduanya melawan penjahat yang akan mensabotase kereta inilah yang diceritakan di buku ini.

Ceritanya menarik. Saya suka settingnya yang Indonesia banget dan non-Jakarta. Settingnya adalah kota kecil Ambarawa, Jawa Tengah, dengan wisata kereta api-nya yang ikonik.

Bersetting Jawa Tengah, tak heran kalau kata-kata berbahasa Jawa bertebaran. “Piye iki?” atau “apa ta?” adalah salah satunya. Buat saya ini tentu menarik. Kita merasa dekat dengan ceritanya.

Yang juga menonjol adalah penggunaan teknologi mutakhir dalam cerita. Di beberapa bagian bahkan agak detail diceritakan tentang pemanfaatan teknologi ini. Ini membuat cerita tetap terasa pop biarpun bersetting sebuah kota kecil.

Saya juga tertarik dengan diikutkannya tokoh difabel, Taufan, yang tuna rungu dan tuna wicara (maafkan kalau penamaan saya keliru). Semoga di kesempatan lain Taufan akan diberi porsi yang sama atau bahkan lebih banyak lagi. Anak-anak Indonesia perlu tahu hal-hal seperti ini. Dengan ini chapter book ini lengkap menonjolkan representasi anak Indonesia. Salut.

Sayangnya, buat saya pribadi, irama novel ini lumayan lambat, terutama di 3 bab pertama. Namun saya pikir, hal ini tidak akan menjadi kendala buat pembaca targetnya, yakni anak-anak SD.

Yang menjadi ganjalan utama buat saya adalah yang berkaitan dengan prinsip pendidikan, benar-salah dan baik-buruk. Diceritakan bahwa Bima mengambil kunci ruang komputer sekolah dari ayahnya tanpa meminta izin (ayahnya penjaga sekolah). Ayah Bima memang mengatakan akan menghukum tapi tetap membolehkan Bima dan Jalu menggunakan ruang komputer.

Saya mendapat kesan kelakuan Bima itu dianggap hal sepele atau keisengan anak-anak biasa. Dan saya kurang sreg dengan ini. Ini seolah-olah mengatakan bahwa kalau anak punya alasan bagus dia bisa saja melakukan kenakalan/kejahatan. Kecuali kalau di cerita ini si ayah memang orang jahat yang gemar mengajarkan hal buruk pada anaknya, saya bisa paham konteksnya.

Berikutnya lagi ketika Jalu belanja di Koperasi Sekolah dan lari meninggalkan Koperasi Sekolah tanpa membayar padahal ia sudah diingatkan. Bagian ini mungkin dimaksudkan untuk menimbulkan efek 'hidup' dan 'greget' pada cerita dan saya setuju itu. Namun, saya berharap bisa diceritakan sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan kesan bahwa meninggalkan penjual marah-marah karena tidak dibayar itu adalah peristiwa 'lucu'.

Saya tidak bermaksud 'sok puritan' karena dalam kehidupan sehari-hari pasti kejadian seperti ini ada. P.S. saya juga pernah sangat jengkel ketika cerita saya tentang anak yang kabur karena tidak suka pada tamunya di-cut oleh pemberi proyek tulisan. Alasannya takut ditiru pembaca. What? pikir saya. Anak-anak pembaca tidak punya orangtua untuk mengajarkan perilaku kah, sampai-sampai semua diserahkan pada buku?

Saya tak mau jadi sesempit itu. Saya merasa paham maksud penulisnya yaitu untuk menghangatkan cerita jadi saya tidak akan mengusulkan untuk meng-cut bagian itu. Namun, saya berharap, bila dituliskan lagi, akan ada penekanan pada yang benar atau diceritkan sedemikian rupa sehingga memang kelihatan lebih wajar dan manusiawi. Tentu saja, saya bisa sangat keliru dalam memahami bagian ini. Bila ada teman yang sudah baca dan punya pendapat lain, saya ingin sekali mengetahuinya.

Di luar semua itu saya rasa ini novel (chapter book) yang akan disukai anak-anak. Kalau teman-teman punya anak usia SD bisa cari buku ini deh.


***
Pebatuan, 22 Februari 2021
@agnes_bemoe

Tuesday, 23 February 2021

APAKAH DI BUKU CERITA ANAK TIDAK BOLEH ADA KATA ASING/SULIT?

February 23, 2021 0 Comments




Ada orangtua yang welcome dengan kata-kata baru/asing (big words) di buku anak.


Pernah seorang ibu bercerita, anaknya menanyakan arti kata ‘gelembung’ di buku “Hujan! Hujan! Hujaan!”. Ibu itu menjelaskan. Dan sejak itu kalau melihat hujan anaknya ingat kata ‘gelembung’. Orangtua senang karena ada kosakata baru.

Tapi, ada juga yang kurang suka kalau ada kata yang kurang dimengerti anak. Mereka maunya anak membaca tanpa kesulitan/tanya-tanya.

Masing-masing orangtua dengan sikapnya ya.

Kalau saya pribadi, ga keberatan ada kata asing/sulit asal tidak mendominasi. Tidak kebanyakan/berlebihan.

Kata-kata asing bisa jadi sarana belajar, baik belajar kata baru maupun belajar memahami kata/kalimat lewat konteksnya (tak mengerti arti katanya tapi paham maksudnya).

Konteks juga bisa dibantu oleh ilustrasi (karena ini buku anak). Proses ini melatih anak untuk berpikir. Menghubungkan gambar dengan cerita. Makanya, saya ga keberatan dengan kata-kata sulit/asing.

Bagaimana menurut Panjenengan?

***

Pebatuan, 24 Februari 2021
@agnes_bemoe

Sunday, 21 February 2021

BOOK THROUGH MY EYES [BTME]: MENIKMATI KESEDERHANAAN YANG INDAH DAN MENYEJUKKAN

February 21, 2021 0 Comments

 Buku #8




All Things Wise and Wonderful (Semua yang Bijak dan Megah)
Penulis: James Herriot
Penerjemah: Lanny Murtihardjana
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama


Buat saya buku ini healing banget.

Untuk yang belum tahu, buku ini berisi kisah hidup penulisnya, James Herriot, sebagai seorang dokter hewan di Darrowby, sebuah dusun kecil di daerah Yorkshire, Inggris. Secara khusus, buku ini bercerita seputar masa penulisnya menjalani wajib militer di masa Perang Dunia II.

Selagi menjalani kehidupan sebagai calon penerbang militer inilah James Herriot mengulang kembali kisah hidupnya bersama penduduk Darrowby, terutama bersama anjing, sapi, kuda, kucing, dan babi mereka.

Kisah-kisah yang tulus dan polos. Sangat menyentuh. Di beberapa bagian malah bikin tercekat.

Kisah Wes -si anak nakal- dan anjing kesayangannya sudah saya baca di buku “Dog’s Story”. Membaca ulang tak mengurangi intensitas tonjokannya.

Kisah Oscar alias Tiger, membuat kita cemas sekaligus geli. Kok bisa ya, ada kucing seperti itu.

Dan berbagai kisah lain yang hangat dan menyentuh. Penulisnya pandai bercerita. Orang sering menganggap dokter itu orang yang dingin (saya juga beranggapan seperti itu). Namun James Herriot mampu menceritakan kembali kisah hidupnya dengan sederhana, apa adanya, manis, dan hangat.

Karenanya, buat saya pribadi, tidak ada kata yang tepat untuk menggambarkan buku yang terbit pertama kali di tahun 70-an ini selain: healing.

Buku ini seperti oase di padang pasir kehidupan yang berat dan gersang. Buku ini membuat kita percaya bahwa masih ada hal yang baik di luar sana. Tepat sekali judul yang diterakan: semua yang bijak dan indah.

Sulit saya menemukan kekurangan di buku setebal 741 halaman ini. Saya malah mengajak Anda membaca buku ini jikalau belum, atau belum pernah baca buku Mr. Herriot.

***
Pebatuan, 21 Februari 2021
@agnes_bemoe