Follow Us @agnes_bemoe

Thursday, 5 May 2022

CATATAN YANG TERLAMBAT – Gusti Allah Mboten Sare

May 05, 2022 0 Comments

 



Tahun 2021 sebenarnya membawa banyak hal luar biasa dalam hidup saya, tidak hanya untuk dunia kepenulisan yang saya geluti tapi juga untuk kehidupan pribadi saya secara umum.


Kalau saya membagikan hal pribadi ini bukan karena saya nyaman berbagi yang pribadi tapi karena saya yakin yang terjadi pada saya itu semua campur tangan Tuhan. Saya mau berbagi pengalaman iman, kalau boleh dibilang begitu.

 

BERAWAL DARI JUNI 2010


Juni 2010 saya diperlakukan dengan tidak adil, sangat tidak adil. Semua dirampas dari saya biarpun saya tidak melakukan kesalahan apapun. Okelah, saya berusaha menerima itu. Orang zaman sekarang bilang: berusaha berdamai dengan masa lalu (menuliskannya mudah, hanya sekalimat, tapi menjalaninya… jujur, saya masih terus berusaha). Dalam ajaran agama yang saya imani, saya berusaha berserah.


Nah, waktu berlalu. Saya tidak pernah lupa peristiwa itu tapi saya berusaha move on.

 

Lalu, tibalah Juli 2011, sebelas tahun setelahnya. Ada kekisruhan pada orang-orang yang dulu berlaku zalim pada saya, kekisruhan yang terjadi secara bertahap dan berturut-turut; Juli, Agustus, September 2021, dan seterusnya, sampai Januari 2022 pun saya masih mendengar hal memalukan tentang mereka.

 

Mungkin saya belum bisa paparkan detailnya tapi yang jelas, begini:


·         Dahulu mereka menyidang saya, tepatnya mengeroyok saya dalam suatu sidang, karena anggota sidang itu hanya orang-orang mereka saja, memperlakukan saya seperti saya ini pesakitan. Sekarang: mereka, melalui “putera mahkotanya” yang gantian disidang. Kali ini mereka memang melakukan banyak sekali kekeliruan yang butuh penjelasan dan tanggung jawab.


·         Dulu mereka menuduh saya korupsi. Mobil lama saya katanya hasil korupsi. Lucunya, mereka tak bisa membuktikannya. Hanya melemparkan tuduhan dan berdasarkan itu merasa berhak mengambil tindakan pada saya. Sekarang: mereka, lagi-lagi melalui “putera mahkotanya”, terbukti korupsi. Terbukti ya, bukan sekedar tuduhan. Dan yang memalukan, untuk menutupi korupsinya itu mereka sampai kumpul-kumpul untuk membuat kuitansi palsu. Aduuuh… memalukan ga sih?


·         Dulu saya dituduh berbahaya untuk institusi. Sekarang: mereka mengusik-usik, berusaha mengacau institusi, hanya karena mereka bukan lagi pimpinan. (Masih pimpinan, tapi sudah tak dianggap. Sudah dipinggirkan karena ketahuan semua belangnya)


Intinya, semua tuduhan palsu dan tindakan zalim yang mereka lakukan pada saya dahulu berbalik kepada mereka sendiri! Dan, saya sama sekali tidak melakukan apapun untuk itu. Seperti saya bilang, saya berusaha move on dan tak pernah mau tahu tentang mereka.


Inilah yang saya anggap sebagai campur tangan alam semesta. Cepat atau lambat keadilan akan menunjukkan dirinya. Cepat atau lambat yang zalim akan menjalani karmanya.

 

Sungguh saya berharap suatu saat bisa menuliskan secara lebih terperinci dan jelas. Truth, kebenaran mesti dituliskan. Paling tidak, buat anak cucu saya sendiri. Mereka berhak tahu bagaimana sebenarnya yang terjadi pada saya. Saya ingin anak cucu saya tahu nama-nama orang-orang yang zalim pada saya. Siapa orang-orang yang rame-rame melempar batu, merajam saya. Tidak, tidak untuk membalas dendam (tak terpikir, malah!). Untuk tahu saja siapa-siapa orang yang bisa dipercaya siapa yang tidak. Untuk jadi bahan belajar juga.


Namun, untuk sekarang, saya bersyukur sudah bisa menuliskan yang secuil ini (jujur, sebelas tahun ini saya menghindari topik ini!). Tentu saja saya bersyukur karena akhirnya, finally, saya bisa melihat kebenaran membuka dirinya sendiri.


Mudah-mudahan pengalaman ini bisa juga menjadi penguat buat yang lain. Yang sedang mengalami ketidakadilan dan berjuang dengan kondisi itu. Tuhan tidak tidur. Gusti Allah mboten sare. Semoga Tuhan Allah memberi kita masing-masing kekuatan untuk berjalan terus (move on), menyembuhkan diri sendiri, dan memaafkan orang-orang yang berbuat jahat pada kita.

 

***

Pebatuan, 6 Mei 2022

@agnes_bemoe

Saturday, 30 April 2022

Hai! Setelah Satu Tahun Tidak Bertemu, Inilah Saya....

April 30, 2022 0 Comments

Walde Nenang Uran Wair


Sudah satu tahun blog ini tidak aktif.

Setahun yll, persisnya bulan April 2021, saya terlibat dalam kegiatan yang ternyata lumayan makan waktu sehingga tidak bisa meng-update blog. Selain itu, memang tidak ada hal yang terlalu penting untuk disampaikan di blog. Namun demikian, secara sekilas ini kegiatan saya selama setahun ini:


Si Rancak Sakit - Gerakan Literasi Nasional 2021


·         Ikut serta dalam kegiatan Gerakan Literasi Nasional 2021. Cerita saya, “Si Rancak Sakit” lolos dalam event ini. Cerita saya ini diilustrasikan oleh Mas Muhammad Khaidir Syafei. Kalau nanti ada waktu, akan saya ceritakan deh, tentang keikutsertaan dalam Gerakan Literasi Nasional 2021

·         Sepanjang tahun 2021 saya memproses terbitnya picture book berbahasa Muhan, Bahasa Daerah Tana Ai, Kabupaten Sikka, NTT. Judulnya “Walde Nenang Uran Wair”. Pitcbook ini resmi terbit bulan Januari 2022 lalu. Buku ini diterjemahkan (ke dalam Bahasa Muhan) oleh Agnes Lely Iriadi dan diilustrasikan oleh Mbak Rita Nurday.

·         Sepanjang tahun 2021 juga saya sedang memproses sebuah naskah yang belum bisa saya sebutkan detailnya. Nanti kalau sudah terbit pasti saya bom infonya :D

·         Saya membuat podcast dengan nama DJENDERAL KANTJIL. Isinya segala hal tentang buku anak Indonesia. Sekarang sedang vakum. Mudah-mudahan kalau sudah terkumpul lagi nyawa saya (:D), saya lanjutkan podcastnya ya.

·         Di akhir 2021 saya menghadapi permasalahan dengan sebuah penerbit, bukan penerbit mayor tempat saya biasa menerbitkan buku, tapi sebuah penerbit kecil. Kalau ada kesempatan akan saya ceritakan supaya bisa jadi bahan belajar. Yang jelas, saya dapat pelajaran sangat berharga dari permasalahan itu tentang perlunya mengenal sebuah penerbit, perlunya tahu seluk beluk penerbitan,  dan perlunya membaca Surat Perjanjian Kerjasama.


Baiklah, itu dulu yang saya sampaikan. Saya berniat akan mendisiplinkan diri untuk menulis di blog; berbagi ilmu dan pengalaman sebagai penulis. Semoga bisa tetap bermanfaat.

 

Terima kasih April 2022, juga tahun 2021

Pebatuan, 1 Mei 2022

@agnes_bemoe

Monday, 5 April 2021

BOOKS THROUGH MY EYES [BTME]: MENGGUGAT DUNIA YANG NORMAL

April 05, 2021 1 Comments

 Buku #13

1 April 2021


Gadis Minimarket
Sayaka Murata




Ini buku yang ngaplok banget buat masyarakat yang membangun strukturnya atas kelaziman tertentu. Anggota masyarakat yang tak mengikuti kelaziman itu akan dianggap tak normal, sakit, dibicarakan, sampai disingkirkan.

Keiko Furukura masih melajang di umurnya yang 36. Tak hanya itu dosanya, ia juga tak punya pekerjaan tetap. Pekerjaan sampingan sebagai pegawai minimarket dipandang kurang pas untuknya yang sudah berumur itu.

Jadilah Keiko seumur hidupnya bergulat dengan masyarakat yang punya standar normal yang berbeda dengan dirinya.

Sekali lagi, ini buku yang asyik, karena ngaploknya itu. Ngaplok ke siapa? Ke masyarakat yang biasanya getol menetapkan standar bagi anggotanya. Standar yang sudah seharusnya dipikir ulang. Bukan hanya karena standar itu sudah ratusan tahun umurnya (atau bahkan ribuan ya?), usang dan tak kelihatan manfaatnya, tapi juga karena ada yang tak bisa jadi dirinya sendiri dan hidup bahagia dengan hal tersebut dalam masyarakat yang toxic seperti itu.

Saya senang sekali menemukan novel ini! Senang sekali ada yang punya cara berpikir berbeda dan menuangkannya dengan sangat baik dalam tulisan. Mudah-mudahan novel ini dibaca oleh banyak orang dan membawa perubahan pada pola pikir.

Btw, 5/5⭐️ dari saya karena ide mbledos-nya dan keberaniannya menuliskannya. (Penceritaannya juga bagus kok)

***

Pebatuan, 5 April 2021
@agnes_bemoe

Sunday, 4 April 2021

BUKU CERITA ANAK KRISTIANI BERTEMA PASKAH

April 04, 2021 0 Comments

First thing first, Selamat Paskah!

 



Buku anak bertema kristiani amat sangat sulit dijumpai di Indonesia. Hehehe… maklum. Mudah-mudahan suatu saat akan ada perubahan ke arah yang lebih baik ya. Akan ada keterwakilan bagi pembaca minoritas dalam agama. Amin.


Dalam kesulitan itu  saya mencoba mencari buku-buku anak bertema Paskah (dan Prapaskah). Ada kemungkinan saya kurang jauh mencarinya karena dapatnya hanya sedikit sekali. Saya menemukan buku-buku ini. Terus terang, saya belum membacanya jadi tak bisa memberikan rekomendasi. Namun, menilik penerbitnya, saya sangat percaya ini buku yang baik. Saya percaya kredibilitas penerbitnya. Oh ya, saya membatasi pencarian pada buku-buku cerita ya. Di luar buku cerita ada banyak buku aktivitas bertema Paskah.


Buku-buku ini juga sudah beberapa tahun yang lalu terbitnya. Saya kurang yakin apakah masih ada di pasaran. Seperti saya katakan di atas, buku bertema kristiani memang tidak rame (*crying). Jadi harap maklum kalau tidak ada buku yang terhitung baru.


Last but not least, di antara jumlah yang amat sangat minim itu ada buku saya lho! “Priscilla’s Easter Eggs and The Other Easter Stories”. Yeay! Bangga rasanya bisa memberikan sedikiiit buat Paskah. 

 

Berikut ini buku-buku anak kristiani bertema Paskah.


1.       Kata Yesus Kepadaku Tentang Paskah (terjemahan), karya Angela M. Burrin. Ilustrasi oleh Maria Cristina La Cascio. Penerbit BPK. Terbit 2017. Buku “Kata Yesus kepadaku tentang Paskah” berisikan tentang 13 kisah seputar Paskah. 



  Buku ini  dimulai dari cerita Kematian Yesus hingga Perjalanan Paulus ke Roma, selain itu buku ini juga dilengkapi ayat Alkitab dan doa singkat di akhir tiap cerita.


2.       Berjalan Bersama Yesus Menuju Golgota: Pengenalan tentang Jalan Salib (terjemahan), karya Angela M. Burrin. Ilustrasi oleh Maria Crsitina La Cascio. Penerbit BPK.  Terbit 2017. 




  Buku ini merupakan cerita yang terjadi pada masa sengsara Yesus menjelang Paskah, waktu Yesus memanggul salib-Nya menuju Golgota. Sebuah peristiwa yang dikenal dengan nama “Jalan Salib”.


3.       Priscilla’s Easter Eggs and The Other Easter Stories, karya Agnes Bemoe. Ilustrasi InnerChild Std. Penerbit Andi. 


Ini adalah buku bilingual, berisi 6 cerita tentang kebiasaan yang hendak diperkuat selama masa Prapaskah; berpantang, berdoa, bermati raga, termasuk berbagi dan menyangkal diri.  Behind the scene-nya bisa dibaca di sini ya. 


4.       Telur Paskah yang Hilang. Gabriel F.X. & Didik Bagiyowinandi Pr. Penerbit Obor. Buku ini berisi cerita tentang persahabatan, persaudaraan, pengorbanan, pengampunan, kesetiakawanan, ketulusan, kesederhanaan, perhatian pada yang menderita, dan partisipasi dalam hidup menggereja.  



 

Begitulah kira-kira hasil pencarian saya. Apakah teman-teman sudah membaca buku-buku di atas?

 

***

Pebatuan, 5 April 2021

@agnes_bemoe



Sunday, 28 March 2021

Wednesday, 17 March 2021

MENGAMANKAN ARTIKEL DI BLOG

March 17, 2021 0 Comments




Saya sedang mencari informasi tentang fee illustrator ketika saya menemukan sebuah artikel di sebuah blog. Saya baca artikel tersebut dan saya kok merasa familiar. Saya cek ke laptop dan search di blog saya. Ternyata benar. Artikel itu mirip sekali dengan artikel saya yang berjudul “Skema Kerja Sama dengan Ilustrator dalam Kaitannya dengan Royalti” yang saya unggah tahun 2013. Sementara artikel yang saya temukan di blog tersebut diunggah tahun 2019.

 

Kemiripannya terletak pada kerangka tulisannya, mulai dari “illustrator adalah soulmate bagi penulis”, “bentuk format single dan spread”, sampai pada “skema kerja sama penulis dan illustrator”. Pada bagian “skema kerja sama” malah seolah satu bagian tulisan saya itu dicuplik, hanya menghilangkan atau mengubah sedikit.  

 

Kaget juga saya. Kok mirip banget ya… hehehe….

 



Ini tulisan saya. Diunggah tahun 2013. 





Tulisan seorang blogger, diunggah tahun 2019


Saya tahu tulisan di blog itu kurang aman. Namun, kaget juga mendapati artikel ‘disadur’ sedemikian rupa. Tanpa menyebutkan sumber juga lho.


Memang sih, yang terjadi pada saya ini 'kecil banget' berbanding yang lain-lainnya, yang di-copas plek satu artikel. Dan bahkan lebih dari satu tulisan. Duh! 


Nah, cuman itu, kita cenderung meremehkan yang kecil makanya kita terkaget-kaget dengan yang besar. 

 

Beberapa waktu sebelum ini saya tanya pada seseorang yang saya anggap ahli, bagaimana caranya supaya artikel kita tidak bisa di-copas. Beliau bilang, sekarang proteksi semacam itu sudah tidak bisa. Ada penjelasannya tapi saya kurang paham sehingga tak bisa menuliskannya kembali. Maaf :D

 

Yang mungkin saya lakukan adalah membuat link tersendiri untuk suatu tulisan dan tulisan itu dibuat dalam bentuk pdf yang terproteksi.

 

Ini kemudian saya praktikkan. Untuk beberapa cerita dan terjemahan, saya buat dalam link tersendiri yang berisi file pdf yang bisa dibaca tetapi tidak bisa di-edit, copas, dan print.

 

Lalu untuk materi di artikel blog, bagaimana?

 

Nah, saya coba search cara mengamankan blog. Saya menemukan tulisan ini: Cara Melaporkan Pencurian Artikel ke Google. Saya rasa tulisan ini sangat membantu. Detail dan terperinci. Saya belum coba sih… hahaha… maklum, saya masih harus berjuang memahaminya dulu. Tapi saya pastikan akan mencobanya. 


Mudah-mudahan setelah ini blog menjadi lebih aman. Duluan terima kasih buat Mbak Nindy, pemilik blog dan penulis artikelnya. 

 

Btw, teman-teman punya pengalaman serupa? Bagi ceritanya dong. 


***

 

Pebatuan, 18 Maret 2021

@agnes_bemoe 

Friday, 12 March 2021

CERITA ANAK KRISTIANI: MEMBERI, MENURUT BRURI SI BIRI-BIRI

March 12, 2021 0 Comments




Ketemu dengan Jumat lagi ya. Di hari Jumat ini saya membagikan cerita anak tentang MEMBERI. Ya, saya masih terinspirasi dari perikop tentang "Hal Memberi" seperti di Jumat lalu. 


Kali ini, ceritanya untuk anak 0 - 6 tahun. Semacam picture book lah. Saya tak bisa menggambar, mudah-mudahan masih tetap menarik biarpun tanpa ilustrasi memadai. 


Yuk, mari baca ceritanya di sini: MEMBERI, MENURUT BRURI SI BIRI-BIRI. 


Selamat menjalani masa Pantang dan Puasa ya. 


***


Pebatuan, 12 Maret 2021

@agnes_bemoe

Tuesday, 9 March 2021

CERITA ANAK KRISTIANI: PUTRI YANG MURAH HATI

March 09, 2021 1 Comments


Masa Prapaskah adalah masa untuk belajar kerendahhatian. Melalui perikop "Hal Memberi" Tuhan Yesus mengajarkan bahwa perbuatan baik bisa saja membuat kita sombong. 


Perikop ini menginspirasi saya untuk menulis cerita berikut: PUTRI YANG MURAH HATI.


Selamat membaca.


Selamat Berpantang dan Berpuasa.


***




Pebatuan, 10 Maret 2021

@agnes_bemoe

Sunday, 7 March 2021

BUKU-BUKU YANG MENGANGKAT TOKOH ANAK PEREMPUAN

March 07, 2021 0 Comments

 


Hari ini, 8 Maret, kita memperingati Hari Perempuan Internasional (International Women’s Day).


Dikaitkan dengan buku, ini mengingatkan saya pada buku-buku anak berikut ini.  (Oh ya, buku yang saya maksud di sini adalah chapter book ya)

 

Buku-buku berikut mengangkat anak perempuan, tidak hanya sebagai tokoh utama tapi yang lebih penting adalah memberikan karakter dan kepribadian yang berbeda dari stereotype yang beredar di masyarakat. Tidak asal berbeda, penulisnya memberikan aliran spirit dan semangat, dorongan, drive atau apapun istilahnya sehingga tokoh menjadi ‘alat cubit’ tersendiri bagi pemikiran pembaca tentang keperempuanan.


Sebelumnya juga, tulisan ini bukan penelitan dan saya tidak membaca semua buku yang terbit di Indonesia. Saya menyampaikan apa yang sudah saya baca. Akan ada kemungkinan ada judul yang juga menunjukkan girl-power tapi terlewati di tulisan ini. Jangan keburu berpikir negatif dan menganggap saya sengaja menepikan buku-buku itu ya. Kalau mau berbaik hati, silakan tambahkan.


Oke deh, dan buku-buku itu adalah “Menggapai Rembulan” dan “Sepeda Onthel Kinanti”. Dua-duanya karya penulis yang cukup terkenal, Iwok Abqary (Ridwan Abqary).


Dua buku ini bercerita tentang anak perempuan yang berjuang untuk keluar dari jerat kemiskinan dan jerat yang lebih kejam lagi yaitu pembatasan oleh orang lain hanya karena mereka perempuan. 


Kedua tokohnya, baik Kinanti maupun Rembulan, adalah anak-anak yang punya tekad baja dan gigih mencapai cita-citanya. Termasuk juga kuat dan tabah ketika cita-cita itu tak kunjung tercapai. (P.S. inilah kekuatan yang sesungguhnya itu, bukan?)


Apa lantas anak-anak perempuan ini menjadi macho dan maskulin? Nah, itu yang saya suka dari dua buku ini. Buku ini tidak membuat dua tokohnya menjadi maskulin-like, yang mana, malah melecehkan perempuan, ya kan? Seolah menjadi perempuan itu tidak cukup baik. Kedua tokoh ini tetap dengan segala keperempuanannya tapi dengan pola pikir dan semangat yang lebih merdeka dan positif.


Ulasan lebih lengkap tentang kedua buku ini saya tuangkan ditulisan ini.


Sayang sekali, dua buku ini sudah tidak ada lagi di pasaran. Mudah-mudahan ke depannya ada penulis yang mau mengambil tema ini untuk tulisannya.

 


Lalu, untuk buku yang sedang ada di pasaran atau masih bisa dibaca?


Nah, itulah, saya tidak membaca semua buku. Ada satu buku (satu seri ding) karya seorang sastrawati terkenal, tokohnya anak perempuan. Namun, saya pribadi tidak menganggap buku itu karya yang bagus dan tokohnya cukup mewakili gerakan atau dorong keanakperempuanan. Karenanya tidak saya cantumkan di sini. (Bahkan, mengingat bukunya yang mencantumkan kekerasan secara vulgar, saya tak menganggap itu buku yang baik).


Namun, beberapa waktu yang lalu, ketika berselancar ke situs Room to Read, saya menemukan satu cerita yang tokohnya cukup unik; seorang anak perempuan yang juga penyembuh (healer). Bukunya berjudul “Witan dan Negeri Arana” karya Audelia Agustine


Witan dan Negeri Arana, Audelia Agustine


Tema buku ini sendiri tentang alam dan ikatan timbal baliknya dengan manusia. Namun, tokoh Witan sendiri digambarkan punya karakter dan kepribadian yang jauh dari batas-batas stereotype. Witan adalah anak perempuan yang gigih, serba ingin tahu, percaya diri, dan tahan banting. Ini membuat buku ini tidak saja asyik dibaca tapi juga bisa menjadi perwakilan bagi anak-anak perempuan di mana saja.

 

Itulah buku-buku yang menurut saya telah dengan baik sekali mengulik tentang keanakperempuanan.

Apakah teman-teman sudah membaca buku-buku itu? Bagaimana menurut teman-teman?

 

***

Pebatuan, 8 Maret 2021

@agnes_bemoe

Wednesday, 3 March 2021

BOOK THROUGH MY EYES [BTME]: DIPANGGIL OLEH DUNIA LAIN

March 03, 2021 1 Comments

 


Buku #10

2 Maret 2021

 

Creepy Case Club 4: Kasus Pohon Pemanggil

Penulis: Rizal Iwan

Ilustrator: Vanessa Josephine

Editor: Pradhika Bestari

Penerbit: Penerbit Kiddo

Chapter Book (Middle Grade)

e-book

 

Tiga sahabat Vedi, Namira, dan Jani berlibur di desa kecil di Bogor, desa tempat tinggal Om Safran, ayah Vedi. Awalnya mereka hanya ingin menghabiskan waktu bermain game. Alih-alih asyik main game mereka terlibat dalam suatu kasus aneh. 


Diawali dengan terlihatnya seorang perempuan berambut panjang bertampang sedih di dekat pohon tua di halaman rumah Om Safran. Vedi yang melihatnya. Lalu, suara-suara dari pohon itu yang memanggil nama Vedi. Lalu, ada bayangan di jendela. Lagi-lagi Vedi yang melihatnya. Terakhir, Vedi sendiri hilang. Lenyap. Tak ada jejaknya. Hilangnya Vedi ini menyusul hilangnya Gili, seorang anak desa Weningsari. Berusaha menemukan Vedi, Namira dan Jani mengalami pelbagai keanehan dan (ya, terus terang) keseraman tersendiri.

 

Pertama-tama, ini ceritanya seru banget. Super seru! Cerita kelihatan dirangkai dengan sedemikian rupa sehingga pembaca sulit untuk tidak segera membalik ke halaman berikutnya untuk tahu bagaimana kelanjutannya. Cliffhanger yang dibuat oleh penulis di setiap bab harus saya akui keren banget.

 

Namun, bagian paling bagus buku ini adalah pendekatannya terhadap konsep ‘hantu’, ‘mistis’, atau ‘dunia lain’. Penulis berangkat dari pandangan umum (tradisional) masyarakat Indonesia namun kemudian memberikan penyelesaian dengan konsep yang lebih universal (tepatkah istilah ini?). Dan saya bersyukur sekali dengan pilihan penulis ini. Hantu, katakanlah begitu, tidak harus berupa hasil baik-buruk perbuatannya di masa hidupnya, tidak harus secara fisik mengerikan dan menjijikkan, tidak harus tentang moral atau agama, atau stereotype lainnya. Kita bisa berkenalan dengan zat dari dimensi lain dengan cara yang lebih ‘menyenangkan’ dan ‘masuk akal’ (saya buat dalam tanda kutip lebih karena akal kita yang terkadang belum mampu memahami konsep adanya dimensi lain selain kehidupan tiga dimensi kita).

 

Karena pendekatannya yang lebih cerdas dan universal ini, buku ini cocok dibaca oleh anak-anak. Jujur, saya termasuk yang tak setuju kalau anak-anak membaca buku atau menonton tayangan mistis. Ini karena sejauh ini lebih banyak tayangan/sinetron hantu di tv yang –maaf- dangkal dan sama sekali tidak mencerdaskan. Novel ini berbeda sekali. Di sini anak-anak belajar tentang lapisan alam atau dimensi alam. Novel ini bisa menjadi sarana bagi anak-anak untuk menikmati cerita-cerita menegangkan tanpa kehilangan kemampuannya untuk berpikir cerdas dan kritis.

 

Yang juga super menarik dari buku ini adalah tebaran pengetahuan tentang berbagai hal; keterkaitan antar pohon, tulisan Hieroglif, sampai ke rasi bintang. Ini, menurut saya, mengantarkan pembacanya pada pengetahuan yang paling penting, yaitu mencintai bumi, alam, dan kehidupan.

 

Ilustrasi karya Vanessa Josephine


Yang juga wajib disebut karena kerennya adalah ilustrasinya. Satu halaman ilustrasi di bagian awal cerita ini nonjok banget! Perhatikan detailnya. Perhatikan juga penggunakan B&W yang menciptakan nuansa mistis. Angkat topi buat ilustratornya! Sayangnya, ilustrasi yang satu halaman hanya satu itu. Selebihnya adalah thumbnail, yang –tidak buruk- tapi terlalu kecil untuk dinikmati… hehehe….

 

Saya rekomendasikan buku ini buat para pembaca cilik usia 9 – 13 tahun atau yang sudah mampu membaca chapter book. Percayalah, kalian akan mengalami suatu petualangan yang seru; tegang, tapi ada kocaknya juga, tapi bikin takut, tapi menyenangkan!

 

P.S, saya jarang beri bintang… hehehe… untuk novel ini 5 out of 5 *****

 

 

***

Pebatuan, 4 Maret 2021

@agnes_bemoe