Follow Us @agnes_bemoe

Tuesday, 2 April 2019

Ini Kata Mas Iksaka Banu tentang "Siapa Mencuri Lukisan Sultan?"

April 02, 2019 0 Comments
Foto millik Iksaka Banu


Sebuah sindikat pencuri barang antik berskala internasional. Sebuah lukisan kuno nan indah di Istana Siak. Seorang mantan satpam. Dua orang kulit putih. Seorang remaja putra berkaki polio, dan seekor anjing pitbull garang (sekaligus lucu) bernama Kopral Jono. Di tangan Agnes Bemoe, semua karakter unik ini dijalin menjadi sebuah kisah detektif remaja ala Lima Sekawan atau Nancy Drew yang mengasyikan.

Membaca buku ini, seolah melemparkan saya kembali ke masa kanak-kanak, saat buku cerita anak Indonesia sedang mengalami masa jaya, berada di tangan para penulis andal yang sangat memahami dunia (dan bahasa) anak-anak, seperti K. Usman, Djokolelono, atau Poppy Donggo Hutagalung. 

Demikian pula buku Agnes Bemoe ini. Di dalamnya, tidak akan kita jumpai kalimat muluk bernada menggurui. Tidak ada kalimat cerewet pamer hitam-putih dogma tentang kebaikan atau kejahatan. Dan yang jelas, tidak merendahkan kecerdasan anak dalam mengikuti 12 bab cerita yang sesungguhnya menuntut kejelian ingatan, bab demi bab ini. Keseluruhan kisah diceritakan lewat sudut pandang remaja, dan diselesaikan dengan cara cerdik khas remaja. “Siapa Mencuri Lukisan Sultan’ merupakan sekuel dari buku ‘Kopral Jono’(2016). 

Saya merekomendasikan buku ini bagi para orang tua yang memiliki putra-putri remaja, sebagai bahan bacaan mengisi liburan pasca ulangan tengah semester, atau akhir pekan mereka.

***

Iksaka Banu, cerpenis dan novelis. Karyanya antara lain: Semua untuk Hindia, Sang Raja, dan Ratu Sekop

Sunday, 31 March 2019

Most Inspiring Fellow Author [MIFA]: Yovita Siswati: Dari Tangerang untuk Anak Indonesia

March 31, 2019 2 Comments
Yovita Siswati



Tulisan seharusnya tayang di bulan Juni 2018 lalu, bersamaan dengan tulisan tentang “Most Inspiring Fellow Author” lainnya yang tayang di sekitar bulan itu. Namun, apa daya, pas mau tayang, laptop bermasalah, sampai berbulan-bulan, sampai akhirnya “wafat”. Lalu, setelah ada laptop baru, giliran website-nya yang “pingsan”. Hadiiih!

Jadi, sambil menghaturkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya pada Yovita Siswati, saya coba naikkan tulisan ini sekarang :D Btw, ini adalah hasil wawancara saya dengan penulis anak, Yovita Siswati. Saya pribadi jatuh hati sejatuh-jatuhnya pada novel misteri karya Yovita Siswati. Kalau teman-teman belum baca, saya sarankan harus membacanya. Cerita-ceritanya tidak hanya seru, tapi juga bernas dan bikin ketagihan!
 
Seri Misteri karya Yovita Siswati, terbitan Penerbit Kiddo

Yovita Rini Siswati adalah penulis kelahiran Tangerang. Sudah menerbitkan sekitar 44 buku, penulis yang juga tinggal di Tangerang Selatan ini pernah masuk dalam Honor List IBBY di tahun 2016 lalu. Yuk, kita simak apa dan bagaiman penulis misteri yang satu ini!


Siapa penulis yang memberi pengaruh pada karya Mbak Yovita?
Hm... penulis yang menginspirasi banyak. Tetapi dalam kapasitas sebagai penulis novel misteri maka jawaban saya ya, seperti di bawah ini :

Seperti anak-anak lain dari jaman saya yang suka membaca, saya tumbuh besar bersama cerita-cerita karangan Enyd Blyton. Sedikit banyak karya-karya Enyd Blyton seperti Lima Sekawan, Pasukan Mau Tahu, Sapta Siaga, Empat Serangkai mempengaruhi selera saya dalam bercerita. Saat tumbuh dewasa, buku-buku Enyd Blyton berganti dengan buku-buku Agatha Christie.

Lalu saat saya sudah jadi emak-emak dan membaca bersama anak saya, Si Kakak, saya suka sekali serial karangan Tony Abbot, The Copernicus Legacy. Ploting dalam novel Abbot, menurut saya sangat menarik. Kalau dari dalam negeri, penulis yang saya jadikan referensi adalah Kak Ary Nilandari. Novelnya yang berjudul “Gua Seribu Mata” dan “Lorong Seratus Hari”, banyak menginspirasi saya saat awal-awal saya mulai menulis novel misteri.



Sebutkan 3 trik/tips Mbak Yovita meng-crafting cerita misteri.

Saya sih tidak merasa punya trik khusus… hehe….
Tapi inilah yang banyak saya lakukan selama proses menulis :
1.      Banyak membaca buku referensi. Untuk menulis satu buku saja, bisa jadi puluhan buku, journal, referensi, artikel yang harus dibaca. Apalagi karena tema yang saya angkat biasanya berhubungan dengan sejarah. Semakin banyak yang kita tahu, semakin banyak variasi ide cerita, plot atau karakter yang bisa kita pikirkan.

2.      Bereksperimen dengan plot. Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa dalam menulis satu buku saya bisa membuat hingga lebih dari 7 plot dengan ending berbeda-beda. Bebaskan saja ide, tidak usah dibendung, nanti kalau sudah dapat banyak plot tinggal dipilih yang mana yang paling sesuai, paling masuk akal, yang tidak ada lubangnya dan yang paling seru.

3.      Sabar dan hati-hati. Kalau merasa ada yang kurang pas lebih baik dipikir-pikir dulu. Kalau ada karakter yang sepertinya doesn’t belong to the story, ya dibuang saja. Kalau ceritanya sepertinya jelek, ya ditinggal dulu saja naskahnya, senang-senang dulu baru nanti dikerjakan lagi. Menulis itu bukan proses instan. Hormati juga pendapat para editor, karena mereka punya ‘mata segar’ dalam menilai tulisanmu.


Ceritakan sedikit tentang dinamikanya menulis seri cerita misteri.
Naik turun mood itu yang paling sering terjadi, hahaha. Atau ada kalanya antara mood dan ide tidak pernah bertemu di waktu yang sama. Kalanya ada Mood, idenya ngabur. Saat Ide datang, moodnya lagi hilang. Paling kesal juga jika ada satu bagian latar belakang sejarah yang tidak bisa saya temukan referensinya di manapun,seperti  ada bagian dari jigsaw puzzle yang hilang dan makanya puzzlenya tidak bisa selesai.

Biasanya kalau ini terjadi saya terpaksa membuang dan mengganti beberapa bagian cerita, sedihnya kalau bagian cerita yang terbuang itu adalah yang menurut saya paling menarik. Saya jadi sering memarahi diri sendiri kenapa tidak berhasil mendapatkan bahan rujukan.

Bagaimana ritual menulis Mba Yovita?
Proses saya menulis selalu sistematis. Walaupun ide bisa tak jinak dan tiada terbatas. Pemikiran runut dan teratur, menurut saya, sangat diperlukan untuk membuat sebuah cerita misteri. Proses saya menulis novel sudah pernah saya share di blog saya :
Begini Caray Saya Meyusun Sebuah Novel.

Pada prinsipnya ada 4 langkah yang saya lakukan :
- Membuat karakter
- Menentukan seting (bisa dibolak-balik dengan no.1)
- Menyusun schedule dan
- Membuat plot
Mind mapping ploting bisa juga dicontek dari blog saya.

Popo dan Nino, bersebelahan di Bologna Book Fair 2017

Dari mana biasanya menggali ide?
Dari mana saja. Ide bisa datang saat berkunjung ke suatu tempat, saat membaca sebuah buku yang membahas tentang suatu budaya / sejarah / keunikan suatu tempat, saat tak sengaja melihat headline menarik berita surat kabar , atau saat berdiskusi dengan teman. Paling banyak memang ide datang saat saya sedang membaca buku.

Bagaimana prospek novel anak Indonesia di pasar Asia Tenggara?
Kalau dilihat dari kondisi saat ini, buku cerita anak karya penulis Indonesia yang lebih diminati oleh penerbit luar negeri adalah yang berjenis buku cerita bergambar (picture book). Namun ini bukan alasan untuk berkecil hati apalagi berhenti membuat novel anak karena kalau dilihat dari sisi penjualan Seri Misteri Favorit dari Penerbit Kiddo – KPG cukup baik dan bahkan dicetak ulang hampir seluruh judulnya.

Pernah satu frame dengan Yovita Siswati lho! Di acara Seminar Sastra Anak, 2018 lalu. 


Pertanyaan khayalan: siapa penulis buku cerita anak (hidup atau sudah meninggal) yang paling ingin Mbak Yovita temui.
Saya ingin bertemu Julia Donaldson, pengarang The Gruffalo. Memang bukan penulis novel, melainkan pic book. Tetapi the Gruffalo-lah yang membuat saya termotivasi untuk menjadi penulis buku anak saat saya mulai menulis 7 tahun yang lalu. 

Buku terbaru Yovita Siswati adalah “Seri Binatang Pejuang” terbitan Tiga Ananda. Melihat cover-covernya, kelihatannya seru nih. Saya mau cari di tokbuk ah…!



Oke deh, begitu tentang Yovita Siswati. Semoga teman-teman yang baca tulisan ini mendapat banyak manfaat, sama seperti yang saya rasakan. Saya sepertinya banyak dapat ilmu nih :D

Btw, kalau teman-teman baca tulisan ini sampai tuntas, maka teman-teman akan sampai pada bagian yang (mudah-mudahan) seru: saya mau bagi-bagi buku "KOPRAL JONO 2: SIAPA MENCURI LUKISAN SULTAN?" untuk 2 orang pembaca yang beruntung. Tuliskan di kolom komen buku hasil karya Yovita Siswati yang jadi favorit teman-teman. Bila yang menjawab lebih daripada 2, bukunya akan diundi ya. Yuuk, saya tunggu sampai tanggal 8 April 2019 ini.



Sampai berjumpa di tulisan tentang penulis yang lain ya!

Tulisan saya yang lain tentang Yovita Siswati:
1. Resensi atas buku "Misteri Gurindam Makam Kuno", bisa dibaca di sini.
2. Belajar Membangun Karakter Tokoh Lewat Novel Misteri Karya Yovita Siswati, bisa dibaca di sini.

***

Pebatuan, 1 Aprl 2019
@agnes_bemoe

Wednesday, 27 March 2019

Mas Saiful Basor - Illustrator Seri KOPRAL JONO

March 27, 2019 0 Comments

Teman-teman perhatikan cover KOPRAL JONO 1. Di situ kan ada seperti semburat putih yang seolah-olah menggambarkan angin kencang gitu ya.


Suwer, ini salah satu bagian favorit saya akan ilustrasi Mas Saiful Basor. Ilustrasi-ilustrasi yang lain juga bikin 'meleleh'; gambarnya hidup dan seolah bercerita. Ga percaya? Lihat sendiri di buku serial KOPRAL JONO
Tak hanya karyanya oke, Mas Saiful Basor juga pribadi yang menyenangkan. Sangat enak bekerja sama dengannya di serial KOPRAL JONO ini. Oh iya, saya paham bahwa karya seni (termasuk ilustrasi) tidak bisa digesa, tapi, yang saya alami adalah ilustrasi-ilustrasi ini dikerjakan dalam waktu yang cepat. Saya sampai kaget sendiri... hahaha...

Satu lagi yang menurut saya menyenangkan adalah Mas Saiful Basor mau meluangkan waktu untuk riset (tentang setting, dll). Ilustrasi Bandara Pinang Kampai Dumai di cover KOPRAL JONO 2 itu sepentuhnya hasil searching Mas Saiful lho.


Terima kasih, Mas Saiful, buat kerja samanya dan hasilnya yang menyenangkan
Teman-teman penulis yang sedang mencari ilustrator, saya rekomendasikan Mas Saiful deh!

Teman-teman yang lain, jangan lupa beli dan baca buku KOPRAL JONO dan SIAPA MENCURI LUKISAN SULTAN? ya

***

Pebatuan, 28 Maret 2019

@agnes_bemoe

Monday, 25 March 2019

BEHIND THE SCENE [BTS]: Di Balik Layar Penulisan KOPRAL JONO 2: Sempat Terseok-seok

March 25, 2019 0 Comments


Tahun 2016 KOPRAL JONO terbit. 
Suwer, biarpun sering bermimpi dan berkhayal, tidak pernah terpikir oleh saya novel anak bertema petualangan ini akan dibuat serinya. Pertengahan tahun 2018 saya dikabari oleh Gramedia Pustaka Utama tentang rencana membuat KOPRAL JONO ini menjadi serial. Wow! Tentu saja saya seneng banget! Yippie! Yiihaa!
KOPRAL JONO 1, terbit 2016

Setelah puas joget indiaan, barulah saya sadar, ini artinya saya harus mulai merancang sebuah cerita. Ceritanya mesti nyambung dengan KOPRAL JONO 1. Di sinilah baru terasa seseknya… hehehe…. Bukannya saya tidak suka menulis cerita tapi, sejak 2014-an, sejak sakit, saya merasa kesulitan menulis (akan saya buat tulisan tersendiri tentang ini ya). Pendeknya, saya waktu itu seperti mobil yang mogok tapi harus jalan. Jadinya bueraaat dan terseok-seok banget.
Lama baru saya dapat ide. Ide pun berganti-ganti karena rasanya kurang mantap. Lalu, begitu dapat satu ide yang dirasa mantap, eksekusinya macet. Biyuh! Hehehe…. Kalau Kopral Jono 1 selesai dalam waktu 10 hari (iya, sepuluh hari), maka Kopral Jono 2 bahkan tak jelas kapan dimulainya >,<  

MACET CET CET!
Karena selalu macet, saya lalu memutuskan untuk memberhentikan semua kegiatan menulis. Jujur, duduk di depan laptop pun saya cuma bisa bengong… hehehe…. Tak ada satu kata pun yang bisa saya ketikkan. Hasilnya, saya malah tambah frustrasi. Jadi, itulah, saya memutuskan untuk menghentikan sama sekali kegiatan menulis.
Gantinya, saya baca novel-novel detektif karya Yovita Siswati (Penerbit Kiddo). Saya sudah baca buku-buku itu ratusan kali. Namun, kali ini saya membaca khusus untuk memancing semangat menulis saya (dan, psstt… mencuri ilmu menulis novel detektif… hehehe…)
Membaca novel-novel Yovita terbukti ampuh.
Saya mulai orek-orek plot-nya. P.S. saya bukan tipe penulis yang merancang plot. Biasanya, cerita mengalir begitu saja dari kepala saya lalu saya ubah di sana-sini. Nah, karena sedang sangat macet dengan ide dan eksekusi, saya berusaha membantu diri saya sendiri dengan membuat plotting dan merancang karakternya.

JAUH PANGGANG PLOT DARI API EKSEKUSINYA
Untuk karakter dan ide cerita, saya terinspirasi dari seorang teman dan anaknya, yang ndilalah anaknya ini bernama “Surya”, nama yang sama dengan tokoh utama di KOPRAL JONO. Saya pikir, asyik juga nih, kalau “Surya” ketemu “Surya”. Saya pun menyusun plotnya, termasuk detil karakter protagonist-antagonis, dll. Mantep deh rasanya.
Namun, namanya juga sedang “labil”, sewaktu mengetikkan cerita, tangan saya tiba-tiba saja enggan patuh pada plot yang sudah saya susun. Tidak hanya enggan patuh, tangan ini malah mengetikkan cerita yang 180 derajat berkebalikan dari rencana! Yang tadinya dirancang jadi pahlawan malah jadi penjahat, dan sebaliknya. Ampun deh!
Mau diganti, kok sayang… hehehe…. Jadilah saya lanjutnya dengan ide cerita yang mendadak muncul selagi mengetik itu. Itulah yang kemudian menjadi KOPRAL JONO 2: Siapa Mencuri Lukisan Sultan?


Oh iya, Kopral Jono 2 ini bercerita tentang hilangnya lukisan Sultan Syarif Qasim II, Sultan terakhir kerajaan Siak Seri Indrapura. Lukisan itu ditengarai dicuri waktu ada peristiwa kebakaran di Istana Siak. Surya terseret dalam peristiwa pencarian lukisan yang hilang ini gara-gara seorang anak bule yang namanya sama dengannya, Surya juga. Surya bule ini mencari lukisan Sultan Syarif Qasim II demi membebaskan ibunya yang disandera oleh penjahat.
Begitu deh kira-kira ceritanya.

DITERIMA, DIILUSTRASIKAN, DAN TERBIT!
Jujur lagi, sampai ketika hendak mengirimkannya, saya sendiri masih ragu dengan cerita saya itu. Rasanya kok ga mantep, gitu. Tapi, kan tidak mungkin saya tunda-tunda lagi. Saya sudah minta dua orang teman untuk proof reading. Kata mereka sih, bagus kok, seru, biarpun mereka memberi usulan perbaikan di sana-sini.
Dengan hati kebat-kebit, saya kirim naskah ini. Suwer, inilah naskah terberat yang saya kerjakan dan kirim… hiks! Puji Tuhan, naskah ini diterima!
Langkah berikutnya, mencari illustrator. Saya “jatuh hati” pada Mas Saiful Basor yang karyanya menurut saya “bercerita” banget. Proses illustrasi oleh Mas Saiful Basor juga berjalan cepat. Wah, bikin seneng dan semangat deh!
Dan akhirnya, setelah diilustrasikan, Maret 2019 naskah ini t e r b i t! Yay!


Terima kasih Gramedia Pustaka Utama. Terima kasih atas kesabarannya… hehehe…. Terima kasih, Menik Krismariana Widyaningsih   dan Ibu Ch. Mulyani A. Kurniaty yang sudah bersedia menjadi proof reader. Terima kasih pembaca semua. Jangan lupa jemput Kopral Jono 2: Siapa Mencuri Lukisan Sultan? di Gramedia ya. Mulai tersedia akhir Maret ini. Dan, saya akan sangat berterima kasih kalau teman-teman pembaca bersedia memberikan kritiknya :) Oh iya, satu lagi, tolong doakan saya sukses menuliskan KOPRAL JONO 3 ya… hihihi….

***

Pebatuan, 25 Maret 2019
@agnes_bemoe

Monday, 18 March 2019

BTS [Behind The Scene]: KOPRAL JONO CETAK ULANG!

March 18, 2019 0 Comments
KOPRAL JONO versi cetak ulang. 

Buku bisa terbit saja sudah sueneng sih, kalau menurut saya. Makanya, waktu saya dihubungi oleh GPU untuk cetak ulang novel anak "KOPRAL JONO", saya seperti mau koprol bolak-balik rasanya :D

Ibarat tumbuh kembang seorang anak, KOPRAL JONO ini perkembangannya "timit-timit" tapi ngagetin. Kembali sebentar ke akhir tahun 2016, saya dikontak oleh Gramedia Pustaka Utama (GPU), menawarkan untuk membuat sebuah novel anak bertema petualangan. Secara khusus GPU menginginkan novel anak yang tidak terlalu panjang. Nah, ini kebetulan banget karena saya punya sebuah draft naskah novel anak yang tidak saya kirim ke penerbit karena merasa terlalu pendek. Saya diamkan saja naskah itu sambil menunggu inspirasi untuk menambahi materi. Jadi, ketika ada tawaran dari GPU, saya coba ajukan naskah itu. Syukurlah, diterima. Itulah naskah KOPRAL JONO itu.

Waktu itu GPU sudah mengatakan bahwa naskah itu akan diterbitkan dalam bentuk e-book. Saya sih ga masalah. Format apapun, kan tujuannya untuk dibaca juga. Biarpun begitu... hehehe... tentu saja saya berharap bisa juga diterbitkan secara konvensional.

Harapan saya terkabul. Sekitar tahun 2017 KOPRAL JONO diterbitkan secara konvensional biarpun penjualannya masih COD. Wah, seneng banget saya! Memegang dan membaca novel KOPRAL JONO itu terasa gimanaaa gitu :D

Lalu, sekitar 2018, saya mendapat kabar lagi dari GPU, kabar yang menyenangkan! KOPRAL JONO mau dibuatkan serinya dan untuk judul pertama mau dicetak ulang dengan kaver baru! Yeaaay! Serasa melayang di udara deh! Lebih excited lagi waktu lihat kaver dan ilustrasi baru KOPRAL JONO yang dibuat oleh Mas Saiful Basor. Wow! Keren deh. Suwer!

Terima kasih, Tuhan Yang Mahakasih. Terima kasih, teman-teman pembaca KOPRAL JONO. Terima kasih, GPU.

Yang belum baca KOPRAL JONO, nanti mulai tanggal 25 Maret 2019 novel ini sudah tayang di TB Gramedia ya. Jangan lupa beli... hehehe... :D

KORAL JONO cetakan pertama


KOPRAL JONO sendiri bercerita tentang pertemuan tak terduga antara seekor pitbull liar dengan seorang anak difabel. Pertemuan itu ternyata membawa mereka pada petualangan seru memburu komplotan penyelundup orangutan. Sinopsisnya ada di sini ya.


Untuk proses kreatifnya, sudah pernah saya ceritakan di sini dan juga di sini.

Oke deh, semoga KOPRAL JONO versi cetul ini semakin digemari oleh teman-teman pembaca kecil di mana saja berada. Kalau sudah baca, kirimin saya kritiknya ya. Do appreciate that. Terima kasih :)

***

Pebatuan, 18 Maret 2019
@agnes_bemoe

Baca juga: Apa Hubungannya Lagu dengan Novel?

Wednesday, 13 March 2019

WEBSITE SUDAH PULIH LAGI

March 13, 2019 0 Comments

Sejak Desember 2018 website saya ini collaps. Stress juga saya karena tidak tahu harus berbuat apa selain bergantung kepada yang membantu saya membuatkan website ini.

Syukurlah, sejak Februari 2019 kemarin website ini sudah pulih kembali. Mudah-mudahan selanjutnya tidak ada masalah. Saya sedang sangat membutuhkan website ini soalnya.

Yang pertama hendak saya beritahukan adalah tanggal 25 bulan Maret ini akan ada dua buku saya yang terbit. Dua-duanya adalah dari Seri Kopral Jono. Buku pertama adalah "Kopral Jono". Ini merupakan cetak ulang setelah terbit pertama kalinya tahun 2016 kemarin. Yay! Yang kedua adalah "Siapa Mencuri Lukisan Sultan?"

Kedua buku ini bisa didapat di TB Gramedia. Jangan lupa beli ya :) Terima kasih.



***

Pebatuan, 12 Maret 2019
@agnes_bemoe

Thursday, 13 December 2018

Janjiku: Membawakan Bunga Buat Mama

December 13, 2018 0 Comments


Lima bulan terakhir ini wanita ini menjadi sosok yang spesial buat saya. Bukan berarti sebelumnya tidak. Hanya saja, beberapa peristiwa di lima bulan terakhir ini membuat saya lebih mengasihi dan menghormati wanita ini.

Saya memanggilnya Mama biarpun dia bukan ibu kandung saya.

Kemarin, saya bermimpi Mama. Saya kira, itu karena -biasa- sedang rindu berat pada anaknya. Biasanya, kala saya tak bisa menahan beratnya menanggung rindu, Mama selalu datang.

Ternyata, kemarin, 13 Desember 2018, adalah tanggal berpulangnya Mama. Mama berpulang 5 tahun yll. Mendengar ini, saya langsung membathin, pantas mimpi Mama. Rupanya itu tanggal spesial.

Dan, ini bukan pertama kali. Beberapa bulan lalu, di tanggal ulang tahunnya, Mama juga datang. Sebelumnya lagi, ketika untuk pertama kali saya bisa bertemu di telefon dengan anaknya, Mama juga datang. Selain yang dua itu, ada beberapa kali saya memimpikan Mama. Mama adalah sosok yang sudah meninggal kedua yang paling sering saya mimpikan setelah ayah saya.

Mama tersayang, saya merasa sungguh sangat spesial dan istimewa. Saya merasa, dalam kerumitan kisah saya dengan anak Mama, hanya Mama yang mengerti. Padahal Mama jauh di surga. Karenanya, kedatangan Mama selalu membuat saya menangis, tapi tangis bahagia, mengenal seorang ibu seperti Mama. Tangis sedih juga, karena tidak bisa lagi bertemu, mencium pipi Mama, dan bersujud di kaki Mama.

Saya merasa, Mama tidak marah pada saya. Saya merasa, Mama tetap menerima dan memandang saya sebagai anak. Mama sayang, semua "kesuksesan" yang saya raih tidak sebanding dengan perasaan disayang dan diterima oleh Mama. What you did to me was huge! And, you didn't have to. Saya sangat terberkati bisa mengenal Mama. Hubungan saya dengan anak Mama tidak berjalan seperti yang kami impikan. Namun, dalam kondisi seperti itu, Mama tetap hadir, seolah mengatakan: tidak ada yang berubah.

Mama sayang, andai ada yang bisa saya perbuat untuk memperkecil jarak dan menjangkau Mama. Doakan supaya saya bisa segera mengunjungi makam Mama. Saya akan bawakan bunga buat Mama.

Beristirahatlah dalam damai, Mama sayang.
Cium, peluk, sujudku buat Mama.

***

Pekanbaru, 14 Desember 2018
Mengenang Mama CPNB

Saturday, 1 December 2018

Hari Ini Pita Genap Berumur 8 Tahun

December 01, 2018 0 Comments


Tanggal 1 Desember merupakan tanggal istimewa buat saya sebagai penulis cerita anak. Tanggal 1 Desember 2010 buku anak saya yang pertama terbit secara indie. Judulnya "Pita, Si Pipit Kecil".

Buku ini berisi 10 cerita (bilingual) tentang seekor burung kecil yang diusir dari istana gara-gara fitnah. Burung kecil ini, Pita namanya, lalu mengembara hutan Kumalama. Di hutan ternyata si burung kecil bertemu dengan banyak teman yang menyibukkan dirinya dan membuatnya melupakan sakit hatinya karena diusir dari istana.

Pita, Si Pipit Kecil awalnya adalah tulisan-tulisan yang saya unggah di note facebook tanpa niatan menerbitkannya. Mundur sebentar ke bulan Juni 2010. Terhitung mulai tanggal 1 bulan itu saya tidak lagi mengajar. Saya pikir, saya harus melakukan sesuatu untuk mengisi hari yang biasanya penuh. Catatan: biasanya saya berada di sekolah dari pk. 6.00 sampai 18.00.
Saya tak ada ide lain selain menulis.

Nah, entah bagaimana, ide yang datang adalah ide tentang seekor burung kecil yang bijaksana. Saya tuangkanlah ide itu menjadi cerita lalu saya unggah di facebook. Setiap hari satu cerita.

Tak nyana, Pita diam-diam mengumpulkan penggemar. Semakin lama semakin banyak yang baca Pita. Tidak sedikit dari mereka yang menyarankan cerita ini diterbitkan.

Suwer, saat itu saya masih minus sekali pengetahuannya tentang menulis cerita anak dan penerbitan. Jadi, saya hanya bisa mengiyakan tanpa tahu harus bagaimana.

Nah, ndilalah, ada seorang pembaca Pita yang kebetulan editor sebuah penerbit. Beliau menawarkan untuk mereview Pita. Yay! Tentu senang dong! Saya pun mengirim Pita untuk direview.

Sayang disayang, Pita belum beruntung di penerbit itu. Tapi, ini membuat saya berpikir untuk serius menerbitkan Pita.

Waktu itu saya belum kenal penerbit (mayor) satu pun. Saya lebih dulu mengenal penerbit indie. Maka, saya putuskan menerbitkan secara indie. Apalagi biayanya tidak terlalu mahal (waktu itu).

Begitulah akhirnya, "Pita, Si Pipit Kecil" terbit tangal 1 Desember 2010 di Penerbit LeutikaPrio.

Setelah Pita, saya memutuskan untuk lebih serius mendalami tentang menulis cerita anak. Saya ikuti grup-grup kepenulisan dan berkenalan dengan banyak penulis cerita anak terkemuka Indonesia.

Itulah yang kemudian mengantarkan saya pada penerbitan mayor untuk buku-buku selanjutnya.

Sampai saat ini saya sudah punya sekitar 20-an buku cerita anak. Puji Tuhan. Damn semuanya itu berawal dari "Pita, Si Pipit Kecil".

Semoga Pita terbang jauh sejauh dan setinggi yang ia bisa. Terima kasih, Tuhan.

 Pembaca PITA pasti udah pada gede-gede ya 😊

Btw, pembaca yang ini, Natalie Kwok, masih jadi mahasiswa ketika membaca PITA. Sekarang ia seorang ibu dari seorang baby yang cantik😊

---
 "This book changed my perception about life to better ways. Everyone should get one for their children. Seriouly." -Natalia Kwok, Student
---

***

Pekanbaru, 1 Desember 2018
Proud Mom of Pita,
@agnes_bemoe

Thursday, 29 November 2018

November 29, 2018 0 Comments


Hadiah Istimewa untuk Putri
Lia Loeferns Yulia Loekito & Azisa Noor

Semua anak memberikan hadiah untuk Puteri Raja yang berulang tahun. Namun, ada satu hadiah yang menjadi hadiah istimewa. Apa itu? Baju? Sepatu? Permata? Boneka? Tebak terus deh, pasti pembaca tak menyangka hadiah istimewanya apa.

Dalam pandangan saya, buku ini adalah contoh ideal buku untuk anak. Judulnya mengundang pembaca untuk menebak. Bandingkan dengan judul-judul lain yang belum apa-apa sudah menyuapi anak, semacam "Aku Anak Pintar/Rajin/Saleh/dll". Menemukan buku yang masih menghargai kemampuan anak untuk berpikir seperti ini sungguh menyegarkan.

Yang kedua, penyelesaiannya benar-benar kreatif, dengan tetap mengutamakan faktor anak-anak. Sisi "kekanak-kanakan" yang naif dan ceria ini enak sekali dibaca.

Yang ketiga, biarpun membawa pesan untuk menjadi kreatif dan apa adanya (genuine), buku ini tidak berkotbah, apalagi kemudian mengulangi kotbahnya dalam bentuk pesan tertulis di akhir cerita (saya sungguh berharap orangtua berhenti mencari buku kotbah seperti ini).

Keempat, buku ini mewakili anak-anak Indonesia yang beraneka ragam tanpa menonjolkan suatu ajaran tertentu. Sekali lagi, ini sangat menyegarkan.

Kalau saya orangtua, saya akan berikan buku-buku seperti ini buat anak saya. Buku semacam ini membuat anak gembira, terwakili "kekanak-kanaknnya", dan merangsang mereka untuk berpikir dan belajar.

***

Pekanbaru, 30 November 2018
@agnes_bemoe

Tuesday, 27 November 2018

Orang Baik Di Mana-Mana

November 27, 2018 2 Comments


Jadi kan saya pingin ke Sendang Sriningsih. Nak Lanang tersayang lagi kuliah, ga bisa nganter. Gapapa, saya pakai Gocar aja.

Pergilah saya dengan Gocar.

Begitu sudah masuk ke jalan kecil menuju Sendang Sriningsih, pengemudi Gocarnya tanya, saya pulang pakai apa. Saya bilang, pakai Gocar. Dik Gocar itu bilang, ini jalan terpencil sekali lho, Bu. Takutnya sulit dapat Gocar. Barulah saya ngeh. Iya ya, enteng aja saya pake Gocar, tak memperhitungnya terpencilnya area. FYI jalan mau masuk ke Sendang Sriningsih itu jauuuh dari jalan raya Jogja-Solo, dan masuuuuk banget.

Paniklah saya. Saya pikir mau pakai adik ini aja untuk pulang. Tapi, dia mau ga ya. Secara, dia bukan katolik, ngapain nungguin orang berziarah. Yang kedua, kalau mau, saya takut juga ‘ditembak’.

Saya tawarkan ke dik pengemudi kalau dia mau tunggu dan antar kembali saya pulang. Dik Gocarnya mau. Saya bilang lagi, ini ziarah Katolik lho, apa ga keberatan menunggu. Ntar dosa lagi. Adik itu bilang gapapa. Termasuk biayanya juga dia pakai tarif Gocar Sendang Sriningsih - Timoho (jadi seolah dia yang pesan, saya bayar ke dia). Okok, bagus juga pemikiran adik ini. Jadi dia ga nembak. Itu saja sudah bikin saya salut.

Nah, naik ke atasnya ternyata tuinggi dan lumayan jauh. Adik itu bilang, biar dia antarkan dengan mobil (karena sepertinya ada batas pengantaran dengan mobil). “Kulo tangletaken rumiyin nggih, Bu”, maksudnya, dia mau tanyakan apakan mobil bisa naik.

Ternyata,mobil boleh naik. Sip.

Saya diantar sampai batas jalan keras. Setelahnya, jalan tanah, mobil ga bisa masuk. Ya udah, si adik nunggu di mobil. Masih dia berpesan: Ibu ga usah buru-buru. Namanya ziarah, ga boleh buru-buru. Duhh, mak nyess saya. Kok pengertian banget nih bocah. Tadi saya tanyain soalnya, ada kuliah ga, buru-buru ga (si nak sopir ini kuliah di Akprind).

Saya pun berdoa di Sendang Sriningsih. Jujur, hihihi... ada kekhawatiran si adik sopir ini kabur. Hla iya toh, siapa tau dia dapat penumpang? Tapi, saya pasroh aja 😃

Selesai berdoa, si adik sopir ternyata masih ada dan dia sedang tidur. Dia nunggu sampe ketiduran. Aduh, sak ke. Yo wis, kami balik ke Yogya.

Sampai di Yogya, saya berikan uangnya (yang sesuai tarif Gocar Sriningsih-Yogya)dan saya lebihkan sedikit. Bukan pamer, ada maksudnya.

Waktu saya mau masuk kamar penginapan, eh, ada yang manggil-manggil. “Buk! Buk! Uang Ibuk kelebihan!” Ealah, si nak driver Gocar. “Lebihnya banyak buanget!”. Hwuik, ki bocah ngisin2i wae!

Saya bilang, enggak, uangnya udah pas. Ada sekitar 2 menitan kami otot2an antara pas dan kelebihan. Tentu saja saya yang menang 😃

Si bocah driver salim sama saya. Saya pun berterima kasih ga habis-habisnya. Bayangkan, misalnya dia ga peduli saya mau pulang pakai apa, dia juga ga salah. Memang bukan tanggung jawabnya kan? Harusnya saya yang sudah memikirkan matang2 sebelum jalan. Lalu sikapnya yang polos dan jujur, ga mau nembak, tetap membantu dan ga bersikap saya ‘butuh banget’ sama dia, ini yang membuat tip dari saya terasa pas kalo ga bisa dibilang kurang.

Saya selalu senang kalau bertemu dengan orang-orang baik seperti ini. Semoga kuliahnya lancar, cepat lulus, dan jadi orang yang berhasil. Amin.

***

Pekanbaru, 28 November 2018
@agnes_bemoe