Follow Us @agnes_bemoe

Sunday, 15 September 2019

BOOK THROUGH MY EYES: MEMBICARAKAN MASALAH PELECEHAN SEKSUAL DALAM BUKU




Judul                     : Jun and the Octopus
Pengarang          : Ekkers
Illustrator            : Lim An-ling
Penerbit              : Singapore Children’s Society
Tahun Terbit      : 2019
ISBN                      : 978-981-14-1502-9

Jun adalah seorang anak laki-laki yang tinggal bersama orangtuanya di sebuah kampung di tepi pantai. Jun ingin sekali bisa berenang seperti teman-temannya. Sayangnya, orangtuanya terlalu sibuk untuk mengajarinya. Saat itulah Paman Mok –orang yang sering membantu keluarganya- menawarkan bantuan untuk mengajari Jun berenang. Tak dinyana pelajaran berenang dengan Paman Mok ternyata berubah menjadi pengalaman paling tidak menyenangkan dalam hidup Jun.

Buku ini menceritakan kekalutan, ketakutan, dan perjuangan Jun menghadapi pengalaman tidak mengenakkan karena perlakuan tidak pantas Paman Jun.

Saya mau membicarakan hal yang “mudah” dulu: ilustrasinya. Bila anda membaca buku ini anda pasti termanja oleh ilustrasinya yang kaya dan dalam. Kelihatan sekali ilustrasi dikerjakan dengan penuh pemikiran dan matang, namun tanpa mengurangi unsur artistiknya. Salut.

Buku ini berbicara tentang topik pelecehan seksual atas anak-anak. Ini topik yang sangat sangat sangat tidak mudah. Tidak mudah dituliskan dan juga tidak mudah dibacakan atau dibicarakan dengan anak. Namun demikian, saya rasa buku ini menjalankan tugasnya dengan baik sebagai semacam pengantar bila orangtua ataupun guru sudah merasa siap berbicara dengan anak-anaknya tentang hal ini.

Oh ya, tentu saja, buku ini lebih tepat kalau dibaca(kan) bersama dengan orang dewasa yang matang dan bijaksana. Dalam catatannya, penyusun buku ini pun tidak berpretensi untuk menjadikan buku ini sebagai jawaban instan buat pembaca kecilnya. Pendampingan orangtua dengan bijaksana sangat dibutuhkan.

Apakah buku ini vulgar? Sama sekali tidak! Penulis menggambarkan hal-hal yang sensitif dan kurang menyenangkan yang dialami Jun dengan halus namun pembaca tetap mendapatkan nuansanya. Menurut saya penulis dengan baik sekali menyeimbangkan antara menyampaikan cerita yang baik dan menarik dengan menyampaikan informasi tentang pelecehan seksual. Lagi-lagi, salut!

Buku ini ternyata diterbitkan oleh Singapore Children’s Society, suatu organisasi sosial oleh masyarakat sipil untuk kepentingan anak-anak. Dan ini juga “salut” yang berikutnya. Bahwa permasalahan pelecehan seksual pada anak dipikirkan dengan begitu matang sehingga dicarilah jalan yang tepat dan berterima untuk anak-anak dalam hubungannya dengan pelecehan seksual pada anak. Salah satu caranya adalah dengan penerbitan buku cerita. Pointnya adalah permasalahan dibicarakan bukan sebaliknya, ditekan untuk tidak dibicarakan dengan alasan tidak pantas. Sangat sangat salut!

Perilaku melecehkan secara seksual jelas perbuatan tidak pantas. Karenanya, hal ini amat sangat perlu diangkat dan dibicarakan karena korbannya sudah mulai merambah pada anak-anak. Pelecehannya tidak pantas tapi membicarakannya adalah hal yang amat sangat layak dan perlu. Bila orang dewasa berhenti membicarakannya, anak-anak akan tumbuh besar tanpa informasi yang benar tentang kejahatan ini. Dan ini amat sangat membahayakan.  
Kalau Anda orangtua, guru, atau siapa saja yang punya keprihatinan khusus akan masalah pelecehan seksual, silakan baca buku ini. Saya pribadi memperoleh inspirasi dan pemahaman tersendiri tentang bagaiamana menulis cerita bertema sensitif (karena saya seorang penulis). Mungkin Anda bisa memetik manfaat sesuai dengan bidang Anda. Namun demikian, tanpa memandang apapun profesi Anda, saya sangat menyarankan Anda ikut membaca dan semoga suatu saat membacakan dan membicarakannya dengan anak-anak/murid Anda.

***

Pebatuan, 15 September 2019
@agnes_bemoe



No comments:

Post a comment