Follow Us @agnes_bemoe

Tuesday, 16 July 2013

[CERITA ANAK] Tongkat Ajaib Onixa

Sejak tanggal 13 Juli 2013 sampai nanti 23 Juli 2013, bertepatan dengan Hari Anak Nasional, aku memposting satu cerita anak satu hari.
Di hari yang ke-5 ini aku postingkan cerita mini yang tahun lalu menjadi Juara I Lomba Fiksi Mini 200 Kata dalam rangka Ultah ke-2 Forum Peduli Bacaan Anak (FPBA). Enjoy! And, let's respect the kids ya... :)

--------------------------------------------------------

“Brindilinkilingzin! Jadilah lautan sirup!”
Onixa mengayunkan tongkatnya. Triilliingg! Dalam sekejap Danau Belux di depannya berubah menjadi sirup berwarna pink! Onixa terbelalak. Teman-temannya juga sampai melongo melihat air Danau Belux.


“Buat lagi, Onixa! Buat lagi!” seru teman-temannya.
Onixa tertawa gembira. Hari itu untuk pertama kalinya ia diperbolehkan mempergunakan tongkat Gurdurix, tongkat ajaib warisan Kakek Monc. Sampai matahari terbenam barulah Onixa dan teman-temannya berhenti bermain. Onixa pulang ke perkemahan.

Sesampainya di perkemahan, Onixa kaget bukan kepalang! Kemah, rumput, batu, semuanya berwarna pink! 

Sekonyong-konyong didengarnya sebuah suara berteriak.
“Onixa!!!” Seperti suara papa, pikir Onixa.


Papa muncul. Astaga! Papa juga berwarna pink! Rambut papa, janggut papa, kulit papa!
“Apa yang engkau lakukan dengan tongkat Gurdurix!? Kan papa sudah bilang, lakukan untuk kebaikan, bukan untuk bermain-main! Inilah akibatnya!” suara papa menggelegar.


Onixa tertunduk. Sekarang, baru ia ingat pesan papa….
“Maafkan aku, papa…”


Papa berkacak pinggang sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
 “Ucapkan mantra ini tiga kali: DIMBRILIKINILI SRIMPICIKIXI!”


Pelan, Onixa mengucapkan mantra itu. Sekejap, tenda-tenda, rumput, batu, dan semuanya kembali ke warna asalnya. Papa juga sudah berubah, tidak lagi berwarna pink.


Onixa menarik napas lega. Dengan takut-takut dilihatnya wajah papa.
“Papa, aku akan menggunakan tongkat Gurdurix baik-baik,” kata Onixa lirih.
Papa tersenyum dan menepuk-nepuk kepala Onixa.

***
(Dibuat diPekanbaru, 12 Mei 2012)



Pekanbaru, 17 Juli 2013
Agnes Bemoe
@agnesbemoe
 

No comments:

Post a comment