Follow Us @agnes_bemoe

Friday, 12 July 2013

[CERITA ANAK] PEDRO PUNYA TEMAN *)


"Pedro Punya Teman"

Pedro adalah seekor anak anjing yang mungil dan lucu. Namun sayang sekali ia sudah tidak lagi memiliki orang tua ataupun saudara. Ia hidup sebatang kara. Pedro ingin sekali memiliki keluarga. Terkadang ia iri melihat beberapa anjing kecil lainnya berjalan bersama dengan tuan mereka.

Suatu hari ia pergi ke taman kota.  Di sana ia melihat anak-anak kecil bermain bersama orang tua dan anjing mereka. Pedro berjalan di sekitar taman kota. Ia mencari-cari siapa tahu ada anak yang mau bermain dengannya. Pedro melihat seorang anak laki-laki yang sedang bermain bola. Ia memberanikan dirinya untuk mendekati anak tersebut.

“Hai!” Sapa Pedro sambil tersenyum. “Kenalkan, namaku Pedro…”
Pedro berharap anak laki-laki itu mau bermain bersamanya. Namun, betapa terkejutnya Pedro melihat anak lelaki kecil itu malah ketakutan melihat dirinya.
“Mamaaaaa…!” Si anak lelaki kecil itu lari sambil menjerit.

Dengan lemas, Pedro berjalan menjauh. Di tengah taman itu ada sebuah kolam. Pedro melongokkan kepalanya ke kolam tersebut. Tidak heran kalau anak laki-laki tadi lari ketakutan, pikir Pedro sambil melihat bayangan wajahnya sendiri di air kolam. Pedro tidak hanya bau, tetapi badannya juga kotor dan dekil.

Pedro duduk dengan sedihnya di tepi kolam itu. Sejenak ia mengambil napas panjang.
“Hm… aku yakin, suatu saat aku akan memiliki teman. Aku tak boleh putus asa.” Pedro menguatkan dirinya sendiri, walaupun saat itu perasaannya sangat sedih.

Pada saat itu Pedro melihat seorang anak perempuan kecil yang sedang duduk tidak jauh darinya. Anak perempuan itu nampak asik bercakap-cakap dengan bonekanya. Sebenarnya Pedro ingin mendekati anak perempuan itu, tapi hatinya masih ragu. Ia diam saja di tempatnya sambil memperhatikan teman kecilnya itu dari jauh.

Tiba-tiba, Pedro melihat bahwa  boneka yang dipegang oleh anak perempuan itu terjatuh di tanah. Anak perempuan itu menunduk sambil meraba-raba berusaha mencari bonekanya. Ooh, ternyata si anak perempuan itu buta!

Anak perempuan itu masih sibuk meraba-raba di sekelilingnya, berusaha mencari bonekanya. Tiba-tiba, tanpa disadarinya kakinya menapak pada tepi kolam, dan, tak ayal lagi, tergelincirlah si anak perempuan itu!
Tanpa sempat berpikir lagi, Pedro segera melesat lari dan menceburkan dirinya ke dalam kolam. Pedro berusaha berenang secepat-cepatnya! Ia meraih baju si anak itu, dan berusaha sekuat tenaganya untuk menariknya ke atas.

Walaupun anak itu hanyalah seorang anak kecil, tetapi terasa cukup berat untuk Pedro, si anjing kecil. Dengan napas terengah-engah Pedro berusaha supaya si gadis kecil itu terangkat ke atas.
Bobo 31, 8 November 2012

Akhirnya! Pedro berhasil menjejakkan kedua tangannya di tepi kolam! Untunglah pada saat bersamaa sudah datang ibu dari si anak tadi. Ibu itu segera saja menarik anak perempuan itu ke pelukannya.
“Monaaa!!!” teriak ibu itu.
Untunglah, Mona, si gadis kecil itu cepat pulih. Pedro melihat si gadis kecil itu terbatuk-batuk dengan hebatnya. Syukurlah, Mona tidak tenggelam, pikir Pedro.

Dengan gontai, ia melangkah menjauhi Mona, ibunya, dan juga orang banyak yang mulai berdatangan. Ia tidak mau diusir di depan orang banyak. Untuk terakhir kalinya Pedro memandangi Mona yang sudah sadar, lalu berlari pergi.

Pedro menuju ke sebuah tong sampah. Ia merasa sangat kelaparan setelah tadi berenang dengan sekuat tenaga. Ia mencari-cari siapa tahu ada sisa-sisa makanan yang bisa dimakannya.

“Naah, di sini rupanya!” tiba-tiba didengarnya sebuah suara. Pedro sangat terkejut, sampai-sampai ia terlonjak dari bak sampah itu! Pedro mendongakkan kepalanya, dan dilihatnya sekumpulan orang sudah mengelilingi bak sampah itu! Pedro memandangi mereka dengan wajah ketakutan! Wah, aku harus segera lari, pikirnya. Tiba-tiba dari kerumuan itu didengarnya sebuah suara.

“Badannya bau sekali, Mama. Aku pasti kenal, kalau didekatkan kepadaku.” Ternyata itu suara Mona, si gadis kecil tadi.

Pedro melihat salah seorang dari kerumunan itu menjulurkan tangannya dan mengambil dirinya. Lalu, ia didekatkan pada Mona. Sejenak, Mona membaui. Lalu ia berseru.
“Iya! Ini pasti anjing yang tadi menolongku! Mama, aku mau dia! Aku mau dia!”

Pedro melihat mama Mona memandang padanya.
“Anjing kecil, terima kasih sudah menyelamatkan Mona. Maukah engkau ikut dengan kami?” Wajah mama Mona sangat cantik dan senyumnya pun sangat manis. Tanpa ragu Pedro mengibas-ngibaskan ekornya pertanda setuju.

Sejak hari itu, Pedro tinggal bersama Mona. Sekarang, ia tidak hanya memiliki seorang teman, tetapi ia juga memiliki sebuah keluarga!

***
 *) Dimuat di Majalah BOBO Nomor 31 8 November 2012

Pekanbaru, 13 Juli 2013
Agnes Bemoe

No comments:

Post a comment