Follow Us @agnes_bemoe

Thursday, 11 February 2021

BOOK THROUGH MY EYES [BTME]: SOPHIE DAN KEKUATAN BUAH PIKIR

 Buku #7




Dunia Sophie
Jostein Gaarder
(Terjemahan)
Penerjemah: Rahmani Astuti
Penerbit: Mizan
Cetakan XII, Oktober 2019


Ini bukan review, mungkin ya, karena isi buku ini jauh di luar kemampuan saya menelaahnya. Namun, saya mengomentari sebagai pembaca saja.


Yang jelas, ini buku yang mengasyikkan. Diceritakan dengan menggunakan tokoh “Sofie” untuk menjelaskan tentang sejarah filsafat.


Menarik sekali mengetahui perkembangan/perjalanan pemikiran yang ada dalam sejarah dunia ini, sejak dari zaman Yunani sampai sekarang. Penulisnya jelas berusaha menyampaikannya dengan seringan dan sesederhana mungkin biarpun saya yakin pemikiran aslinya tidak sesederhana itu. Dan ini sangat membantu pembaca (saya) memahami alam pikir para filsuf yang diceritakan di buku ini.


Menarik juga mengetahui bahwa berpikir pun bisa jadi kekuatan. Nyaris semua buah pikir para filsuf ini menjadi dasar bagi pergerakan seni, budaya, ekonomi, maupun politik. Intinya, dinamika hidup manusia secara global dipengaruhi oleh orang-orang yang mengkhususkan diri pada proses pikir ini.


Buat saya yang awam sekali dengan filsafat, novel setebal 785 halaman ini tidak terasa sulit dipahami (tentu saja ada bagian yang tetap terasa berat tapi secara umum novel ini bisa dipahami).


Bagian yang kurang sreg buat saya adalah bagian pengantar dari penerbit dan beberapa penerjemahannya.


Penerbit mengingatkan bahwa isi buku ini mungkin kurang selaras dengan yang secara umum diketahui mayoritas masyarakat Indonesia. Buat saya ini agak lucu. Seolah-olah kita mengingatkan seekor katak bahwa langit yang dilihatnya tak cocok dengan tempurung kediamannya.


Pengantar penerbit ini terbukti di beberapa bagian penerjemahannya. Alih-alih menerjemahkan secara umum dan obyektif, penerjemah mengambil istilah dari kelompoknya sendiri.


Sangking kesalnya, saya sampai-sampai berpikiran buruk: jangan-jangan beberapa bagian adalah ide selundupan dan bukan tulisan asli penulisnya. Mudah-mudahan tidak ya. Yang jelas, niatan saya hendak membaca seri yang lain saya tunda dulu. Saya tunggu penerjemahan yang lebih obyektif saja.


Namun, novel ini tetap recommended. Banyak hal yang eye-opening yang dituliskan oleh Jostein Gaarder. Dalam konteks ini saya berterima kasih karena ada penerbit yang menerbitkan buku bagus ini.


***


Pebatuan, 12 Februari 2021
@agnes_bemoe

No comments:

Post a comment