Follow Us @agnes_bemoe

Saturday, 9 January 2021

BOOK THROUGH MY EYES [BTME]: MENYELAMATKAN SEORANG VETERAN

 Buku #1

4 Januari 2021




Judul: Double Tap (Tembakan Ganda)
Penulis: Steve Martini
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2010
Jumlah halaman: 469
Novel Terjemahan

CEO sebuah perusahaan piranti lunak ditemukan tewas di rumahnya dengan dua bekas tembakan di kepala yang dikenal dengan “double tap”. Tembakan jenis ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang terlatih. Emanuel Ruiz, mantan marinir dan mantan pengawal pribadi Maydeline Champman -sang CEO-, langsung diseret sebagai tertuduh.

Sepertinya tak ada ruang bagi Ruiz untuk menyelamatkan dirinya. Tak hanya ia dikenal sebagai penembak jitu, pistol yang tercatat atas namanya ditemukan di tempat kejadian perkara. Ia juga diketahui punya hubungan pribadi dengan Maydeline dan setelah dipecat oleh Maydeline, ia ketahuan menguntit wanita itu. Ruiz punya motif.

Memberesi masalah inilah tugas Paul Madriani, pengacara bagi para veteran.

Selain berkutat pada masalah pembunuhan -tepatnya masalah persidangan- novel ini juga menyinggung tentang PTSD, gangguan stress akut bagi orang-orang yang mengalami trauma. Ruiz ditengarai menderita PTSD akibat perang demi perang yang dijalaninya.

Menegangkan. Ya. Sangat. Tapi tidak mengerikan (jadi, aman untuk yang mudah triggered).
Suasana drama pengadilan yang sedemikian rupa membuat pembacanya ikut tegang.

Penyelesaiannya yang agak tak terduga, terutama karena di sepanjang novel pengarang menceritakan tentang alot dan frustrasinya pertempuran melawan negara, bila menyangkut rahasia negara (melalui kisah Jim Kaprosky).

Namun, tentu saja itu tidak tanpa sebab. Penyelesaian seperti itu menuntun pada kisah lain yang secara samar-samar diselipkan oleh pengarang, yang akhirnya membuka segalanya menjadi terang benderang.

Begitulah. Novel ini asyik dibaca. Menegangkan sekaligus membuat tak ingin berhenti membaca.

Ada flaw? Menurut saya ada. Cerita tentang Paul Madriani diancam oleh “orang-orang tegap dan cepak” saya rasa seperti ditempelkan. Tak ada maknanya karena tak ada kelanjutannya. Kalau dihilangkan mungkin lebih baik. Kecuali kalau pengarang menindaklanjuti pengancaman ini.
Namun demikian, ini novel yang cukup menghibur (dengan ketegangannya) dan asyik dibaca. Kalau Anda suka thriller hukum, mungkin Anda bisa coba novel ini.
3/5***** dari saya.

***

Pebatuan, 9 Januari 2021
@agnes_bemoe

No comments:

Post a comment