Follow Us @agnes_bemoe

Wednesday, 13 June 2018

Menik dan Saya; Adik dan Kakak - Penerjemah dan Penulis

Krismariana Widyaningsih, tinggal di Yogyakarta.


KRISMARIANA Widyaningsih adalah adik asrama saya di Asrama Syantikara Yogyakarta. Namun, karena jaraknya cukup jauh, saya tidak terlalu mengenalnya. Saya jadi lebih mengenalnya ketika membutuhkan seorang penerjemah untuk cerita yang akan dikirimkan ke AFCC (Asian Festival of Children’s Content) di Singapura tahun 2013.

Waktu itu waktu sudah sangat mepet. Sementara saya sendiri tidak terlalu pede untuk menerjemahkan  cerita biarpun tujuhbelas tahun mengajar Bahasa Inggris. Seorang adik asrama yang lain merekomendasikan nama “Krismaryana Widyaningsih”. Beliau ternyata seorang penerjemah professional yang sudah malang melintang di dunia penerjemahan. Ternyata juga, saya sudah baca buku-buku terjemahannya sebelum kenal dengannya. Saya pun mengontaknya. Syukurlah Menik, nama panggilan Krismariana, bersedia.
 
Hasil karya terjemahan Menik.
Maka, di bawah jadwal yang mepet itulah Menik bekerja. Tidak hanya mepet untuk deadline lomba. Waktu itu adalah bulan Desember. Jadi, itu pasti waktu yang super ribet untuk umat kristiani. Ah, kalau teringat kembali deg-degannya di satu sisi, dan tidak enak hatinya di sisi yang lain….

Puji Tuhan, terjemahan selesai. Naskah bisa dikirim (dengan menggunakan ekspedisi sehari sampai ke Singapura!). Itulah naskah berjudul “Utan for Marcia” yang kemudian menarik hati para juri sehingga ditempatkan sebagai salah satu dari enam judul shortlisted, dari ratusan cerita yang dikirim dari seantero Asia.
 
Hasil Karya Terjemahan Menik.
Kenapa saya ceritakan pajang lebar di sini?

Karena kemudian saya menyadari, -paling tidak buat saya- penerjemah punya peran yang tidak kalah pentingnya dalam kehidupan seorang penulis cerita anak. Selain editor dan illustrator, saya pribadi mau menambahkan satu lagi: penerjemah. Kita tidak tahu kapan karya kita beruntung dipampangkan di mata dunia. Pada saat itulah kita butuh orang yang bisa menginterpretasikan karya kita ke dalam bahasa asing.  
 
Hasil Karya Terjemahan Menik.

Alasan kedua: saya perlu men-shout out karya terjemahan Menik atas cerita saya karena keterampilannya. Begini, tidak jarang tulisan kita diedit, yang hasil editannya adalah sepertinya ‘bukan bahasa/gaya kita’. Iya, enggak? Artinya, ada gap antara kita dengan karya kita setelah diedit/diterjemahkan. Nah, hal itulah yang tidak saya dapatkan di terjemahan karya Menik.


Saya merasa, bahasa yang Menik terakan di terjemahan cerita saya itu ‘saya banget’. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih karenanya. Karenanya, tidak terlalu berlebihan kalau saya menganggap Menik berperan dalam karya saya yang masih seuprit ini dan saya tampilkan beliau di tulisan ini. Berikut hasil wawancara saya dengan Krismariana Widyaningsih a k a Menik:
 
Krismariana Widyaningsih, penulis dan penerjemah. 
1.      Menik adalah penerjemah dan penulis buku anak. Mana yang lebih mengasyikkan? 
Susah milihnya.
Tapi kalau diminta memilih, saya pilih menulis buku anak. Saya bisa menciptakan tokoh-tokoh yang selama ini hanya dalam kepala lalu setelah ditulis dan diilustrasi hasilnya bisa di luar dugaan saya.
Menerjemahkan memiliki keasyikkan tersendiri. Saya banyak belajar saat menerjemah. Belajar tentang penokohan, pilihan kata, plot, dll. Selain itu, kalau menerjemahkan buku anak, saya biasanya mendapat bukti terbit. Jadi, enggak perlu beli buku untuk menambah koleksi buku anak. :D

2.      Apa hal tersulit dalam menerjemahkan cerita anak? Apa hal paling menarik?
Kalau menemukan sesuatu atau kata yang tidak ada padanannya dalam bahasa Indonesia. Terutama yang berkaitan dengan budaya.
Yang menarik? Saat membuka-buka kamus. Biasanya ketemu saja kata atau frasa “baru”. Baru itu artinya, bisa jadi kata atau frasa itu sudah lama ada, tapi saya baru “ngeh” kalau kata tersebut kaya makna.
 
Hasil Karya Terjemahan
3.      Ada impian khusus ingin menerjemahkan buku tertentu? 
Ng… apa ya? Haha. Rasanya kok nggak ada.
Biasanya begini, kalau lihat picture book bagus, tapi sepertinya buku seperti itu tidak mungkin diterima pasar Indonesia, nah… saat itulah saya biasanya pengin menerjemahkan buku tersebut.
Misalnya, picture book anak yang nonfiksi, jarang kan ada di toko buku? Padahal isinya bagus banget. Penerbit Indonesia pun jarang yang tertarik. Kalaupun tertarik, mungkin susah juga menjualnya. Ribet, ya?
Tapi pengin lebih banyak menerjemahkan buku-buku rohani untuk anak; buku anak nonfiksi yang memuat: cerita sejarah, kepedulian lingkungan; cerita tentang tokoh tertentu; kumpulan cerita sehari-hari tentang anak-anak.   

4.      Apa buku terakhir yang terbit?
Titu dan Tuti. Buku ini hasil workshop dengan Room to Read. Sudah disebar ke beberapa daerah, tapi belum dijual untuk umum.

5.      Pertanyaan khayalan: bila bisa bertemu dengan tokoh/karakter sebuah cerita, siapa dia?
Madita!
Dia salah satu tokoh dalam novel Astrid Lindgren. Terakhir novel itu diterbitkan ulang dan nama Madita diganti dengan Madicken. Menurutku, Madita itu lucu banget. Sifat-sifatnya khas anak perempuan pra remaja. Rasanya dia bakal jadi teman yang asyik buat mengobrol.
 
Buku Anak Karya Menik
Itulah Menik, adik asrama saya, seorang penerjemah profesional. Silakan kontak beliau bila memerlukan jasa terjemahan. Saya rekomendasikan!
 
FABEL NUSANTARA, Grasindo, 2018
Selanjutnya, kita ke… GIVEAWAY! Yeay!

“Adakah cerita anak Indonesia yang ingin Teman-Teman rekomendasikan untuk diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris? Sebutkan judulnya!”

·         Tuliskan jawabannya di kolom komentar di bawah artikel ini
·         Share artikel ini ke facebook dan atau twitter
·         Mention 3 teman TERMASUK SAYA
·         Saya menghargai sekali kalau Anda juga mau menjadi teman saya di facebook dan follow twitter serta Instagram saya.
·         Akan dipilih SATU pemenang secara acak untuk hari ini
·         Peserta yang mengikuti giveaway hari ini berhak menjadi pemenang untuk kategori umum di akhir periode giveaway
·         Mohon tidak menuliskan hal lain selain jawaban giveaway di kolom komentar dan mohon tidak membuka perdebatan apapun
·         Terima kasih. Let’s have fun!
 
KUMPULAN CERITA RAKYAT NUSANTARA, Grasindo, 2018
14 Juni 2018
Pace e Bene,
Agnes Bemoe


No comments:

Post a comment