Follow Us @agnes_bemoe

Friday, 16 April 2010

Classroom, Today: "Kenapa...?."


Seorang murid saya bertanya: "Bu, kenapa kami dilarang-larang berulang tahun dengan lempar-lempar telur, tapi kok guru-guru boleh?"

Kalo anda kebetulan seorang guru, pasti sering mendengar protes semacam ini, yang intinya: "kenapa guru boleh, kenapa murid tidak". Dalam beberapa kasus, kadang-kadang ini memang cara murid untuk membenarkan perilaku mereka. Pikirnya, kalo guru boleh, kok mereka ga boleh....

Mengenai ulang tahun sendiri, murid-murid saya memang sering merayakannya dengan cara melempari yang berulang tahun dengan telur mentah, tepung, air, dll, sehingga yang berulang tahun ini "babak belur" dibuatnya. Sebelnya, Ga hanya halaman sekolah jadi amis, karena belepotan telur mentah, tapi juga perasaan sayang, melihat bahan makanan seperti telur dan tepung cuman jadi bahan mainan... Sekolah tentu saja melarang hal-hal semacam ini, dan itulah reaksi pertama mereka.
"Apalagi, guru-guru itu pasang foto-foto mereka (yang lagi "disiksa") di facebook". Itu tambahan dari protes mereka. Hehehe... dasar anak! Ga pernah mau kalah!

Sebagai guru, pertanyaan murid seperti ini tentu menyulitkan saya, karena memang yang dilarang malah "dicontohkan" oleh guru-guru mereka sendiri. Walaupun demikian, tetap pada para siswa saya sampaikan bahwa perbuatan tersebut tidak dibenarkan, baik oleh siswa maupun guru. Dengan diskusi kecil di kelas, saya dan anak-anak menemukan bahwa "jangan melakukan sesuatu karena contoh (yang kebetulan tidak baik), tapi lakukan sesuatu karena perbuatan itu memang baik, berguna, bermanfaat, dan beretika"

Selesai? Nggak juga, karena mungkin maksud anak-anak itu bukan sekedar larangan, tapi KETELADANAN. Protes-protes semacam itu lebih mengingatkan saya sebagai guru untuk terus menerus mengisi suasana sekolah dengan keteladanan, dan bukan sekedar perintah boleh-tidak boleh...

Kalau saya mau murid-murid saya tidak terlambat, maka saya harus lebih dulu tidak terlambat. Kalau saya mau murid-murid saya rapi, maka saya juga harus tampil rapi.
KETELADANAN, itu yang saya pelajari di ruang kelas saya, hari ini..

Sumber Gambar:
http://www.google.co.id/imglanding?q=teacher%20cartoon&imgurl=http://public.sd43.bc.ca/middle/PittRiver/jaibatchand_homework/Site%2520Pictures/Teacher_Cartoon.jpg&imgrefurl=http://public.sd43.bc.ca/middle/PittRiver/jaibatchand_homework/&usg=__VnJhXxmZCPpCMfRRYSUeT5C4IXs=&h=198&w=250&sz=13&hl=id&sig2=S9VzLb3lTaVpq6Ir28AdOw&itbs=1&tbnid=4GaR2z6Fld_b5M:&tbnh=88&tbnw=111&prev=/images%3Fq%3Dteacher%2Bcartoon%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26gbv%3D2%26tbs%3Disch:1&ei=7jDJS7BojbmsB9uLgbUJ&client=firefox-a&rls=org.mozilla:en-US:official&gbv=2&tbs=isch:1&start=0#tbnid=4GaR2z6Fld_b5M&start=1

No comments:

Post a comment