Follow Us @agnes_bemoe

Tuesday, 28 May 2019

BUNDA MARIA ANNAI VELANGKANNI MEDAN

Graha Bunda Maria Annai Velangkanni Medan

Sebelum bulan Mei a k a Bulan Maria ini berlalu, saya mau cerita lagi satu pengalaman saya dengan Bunda Maria. Kali ini dengan Bunda Maria Annai Velangkanni di Medan. 
Saya sudah lama ingin ke Bunda Maria Annai Velangkanni ini. Profilnya yang unik (menurut saya) sangat menarik hati. Apa daya, tidak ada kesempatan ke Medan. Nah, lalu bulan Desember 2017 saya diundang mengikuti peluncuran buku yang saya tulis (buku itu untuk sebuah organisasi kemasyarakatan, bukan buku pribadi saya). Peluncurannya di … Medan! Bah! Tidak saya duga ada kesempatan saya ke kota ini yang berarti saya bisa ke  Bunda Maria Annai Velangkanni.
Saya pun berangkat ke Medan dan selesai acara peluncuran buku itu saya menambahkan waktu satu hari tinggal di Medan. Saya berniat berziarah seperti yang saya ceritakan di atas.


Atap kapel Bunda Maria Annai Velangkanni Medan

Waktu itu lokasi Graha Bunda Maria Annai Velangkanni sangat sepi. Sepertinya hanya saya dan dua-tiga keluarga. Saya pun langsung menuju ke kapel Bunda Maria Annai Velangkanni. Di depan arca Bunda Maria yang bergaya India ini saya tertunduk dan berdoa. Biasa deh, segala curhatan meluncur begitu saja. Mungkin banyak yang belum tahu, sudah sekitar 4 tahun waktu itu saya berjuang dengan sakit fisik dan mental yang on off. Sangat melelahkan… hehehe…. Lalu, saya ingat, secara spesifik ada dua permintaan yang saya sampaikan pada Bunda waktu itu. Saya tidak sampaikan di sini karena sangattttt pribadi.


Bunda Maria Annai Velangkanni Medan

Setelah puas curhat sama Bunda Maria plus tentu saja mendaraskan Rosario, saya jalan-jalan keliling lokasi gereja dan kapel  Bunda Maria Annai Velangkanni. Tak lupa, saya ambil air suci dari mata air yang ada di sana.


Ini adalah Tabernakel di Gereja Annai Velangkanni Medan

Langit-langit gereja Maria Annai Velangkanni Medan

Dinding gereja Maria Annai Velangkanni Medan

Saat itu ternyata hujan jadi saya tidak bisa langsung pulang. Ikut terjebak hujan dengan saya adalah seorang ibu separuh baya yang tadi juga berdoa bersama saya. Nah, karena sama-sama tak bisa pulang, kami pun ngobrollah. Ternyata, beliau bukan katolik! Beliau berdoa untuk anaknya yang terkena kanker. Dan, tanpa keraguan sedikitpun beliau menyatakan kepercayaannya pada perantaraan Bunda Maria biarpun beliau bukan katolik. Waduh, saya ingat, saya sampai merinding dan malu sendiri. Saya yang katolik saja sering berdoa Rosario karena kewajiban. Mudah-mudahan saya bisa ‘naik kelas’ dan lebih percaya pada perantaraan Bunda Maria seperti ibu ini. (Catatan: setelah selesasi menulis catatan ini, sewaktu searching tentang Graha Bunda Maria Annai Velangkanni, saya baru tahu bahwa Bunda Maria ini disebut sebagai Bunda Penyembuh. Wah, cocok sekali dengan permintaan umum saya dan permintaan ibu tersebut)
Hujan berhenti, saya pun kembali ke kota (Medan). Hari berikutnya saya balik ke Pekanbaru.




Waktu berlalu dan banyak hal terjadi. Jujur, saya tidak lagi terlalu mengingat-ingat permintaan saya pada Bunda Maria di Medan.
Sampailah di Februari 2019. Berarti sekitar satu tahun setelah saya berziarah ke  Bunda Maria Annai Velangkanni. Bulan Februari 2019 itu saya berhasil melaksanakan suatu hal yang saya pintakan pada Bunda Maria waktu saya berdoa di Medan 2017 lalu.
Iya, sulit saya menjabarkan detailnya. Namun, saya tidak mengada-ada. Sebagai catatan, yang saya mintakan itu sudah berpuluh-puluh-puluh kali saya mintakan sebelumnya… hehehe… Tapi Tuhan belum memberikannya. Saya sampai sempat putus asa dan menyerah biarpun kondisi saya sudah sangat kritis dan sangat membutuhkan yang saya mintakan itu. Saya kok percaya bahwa Bunda Maria Annai Velangkanni berperan besar ‘meloloskan’ permintaan saya itu pada Tuhan Yesus, Puteranya.


Arca Bunda Maria di Gereja Annai Velangkanni Medan 

Tentu saja, saya juga tidak mau bersikap ‘hanya percaya kalau permintaannya dikabulkan’ atau bersikap ‘menjadikan Maria seperti kotak permohonan’. Buktinya, kan saya bilang di atas ada dua hal yang saya minta. Satu dikabulkan yang lainnya belum… hahaha…. Saya tuliskan di sini sebagai pengingat buat saya untuk lebih mempercayai iman saya. Saya tuliskan juga sebagai rasa terima kasih saya pada Bunda. Saya tuliskan juga dengan maksud berbagi kekuatan. Mungkin ada yang sudah merasa ‘beyond desperate’ seperti saya. Jangan kawatir, ayo kita ke Bunda dan menyerahkan semuanya pada perantaraan Bunda. Belum tentu semua keinginan kita terkabul sih. Tapi yang jelas, yang saya pribadi rasakan, ada rasa lega yang mendalam ketika curhat di depan arca Bunda Maria. Perasaan ringan itu mungkin setara nilainya dengan terkabulnya keinginan. Kita pulang dengan perasaan seolah tanpa beban.
Menutup tulisan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih pada Bunda Maria atas terkabulnya doa saya waktu itu. Harapan saya, bisa kembali ke Graha Bunda Maria Annai Velangkanni untuk mengucapkan terima kasih ‘langsung’ di sana. Amin. (db)

Altar Gereja Annai Velangkanni Medan



Pebatuan, 29 Mei 2019
@agnes_bemoe

Yang tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang Graha Bunda Maria Annai Velangkanni Medan silakan berkunjng ke website-nya di sini ya.

No comments:

Post a comment