Follow Us @agnes_bemoe

Monday, 14 September 2020

BOOK THROUGH MY EYES [BTME]: Menjajal Novel Grafis: 1 - 0 buat Novel Grafis

 Judul: Walking

Novel Grafis

Karya: Zuo Ma
Diterbitkan di Indonesia oleh Rotasi Books 




Ini buku pertama dari dua buku Zuo Ma yang saya baca (yang lainnya adalah 'Bus Malam"). Buku ini berisi sepuluh cerita pendek dengan tema besar (kalau bisa dibilang begitu) pandangan dan keresahan si tokoh tentang desanya, modernisasi, dan sisa keluarganya di desa itu.

Jujur, saya kesulitan memahami ceritanya. Tentu saja bukan karena penceritaannya atau ilustrasinya. Lebih karena saya tidak familiar dengan format novel grafis.

Huruf yang kecil-kecil di beberapa tempat (tidak banyak sih) cukup menyulitkan buat mata tua saya. Dan, beberapa bagian penerjemahan memaksa saya berpikir keras menemukan konteks ceritanya. Sungguh saya ingin tahu bagaimana cerita ini dituliskan di bahasa aslinya. Bila benar seperti yang dituliskan di blurbnya "manis dan puitis", saya kok kesulitan menemukan hal itu.

Satu-satunya cerita yang mengasyikkan buat saya (saya anggap mudah dipahami) malah yang wordless, yang pengarangnya malah mengaku paling sulit membuatnya dan menyebabkan dia sangat tertekan.

Namun demikian, saya yakin ini adalah novel yang sangat tepat bagi pembaca yang tepat. Biarpun tidak bisa menikmati sepenuhnya, saya tetap merekomendasikan buku ini. Buat saya sendiri, saya tidak kapok membaca novel grafis karya Zuo Ma. Saya tetap terbuka buat judul-judul yang lain. Mudah-mudahan semakin banyak saya membaca, semakin mudah saya memahaminya.

Pebatuan, 12 September 2020
@agnes_bemoe

No comments:

Post a comment