Follow Us @agnes_bemoe

Saturday, 3 May 2014

MY (NOT SO) SMOOTH BABY STEPS

Terakhir nyupir pastinya tanggal 5 November 2013. Terakhir ke gereja adalah hari Minggu, 3 November 2013. Terakhir ikut misa Jumat Pertama, 1 November 2013. Setelahnya saya tewas dengan sukses.

Syukurlah, setelah dirawat, diterapi, dan ikut akupunktur kesehatan saya membaik. Saya bisa jalan lumayan jauh tanpa nyengir-nyengir kesakitan. Bisa duduk di kursi untuk jangka waktu 1 – 1,5 jam. Senang sih, namun, tentu saja saya masih punya target berikutnya: nyupir. Catatan: saya adalah supir keluarga :D

Setelah merasa agak baikan, sejak akhir April saya latihan nyupir. Pagi-pagi buta, keliling kampung, lalu balik lagi. Rasanya sih tidak ada kendala. Saya jadi pe-de ke gereja! Jumat Pertama bulan Mei adalah target saya.

Tanggal 1 Mei malam, saya tidak bisa tidur! Jiahh! Saya seperti anak kecil mau pakai baju baru di hari Natal keesokan harinya. Benar-benar tidak bisa tidur. Terbayang besoknya mau nyupir dan pergi ke gereja.

Jam setengah empat dini hari baru saya bisa tidur. 


Mau berangkat ke gereja, Jumat, 2 Mei 2014

Untungnya bisa bangun setengah jam setelahnya. Mandi, dan lain-lain… dan eng ing eeeng… war ich am Steuer!

Teringat zaman kecil dulu dapat sepeda baru. Langsung tancap gas dengan tidak tahu dirinya… hihihi! Catatan: 40 km/jam itu sudah termasuk ‘tancap gas’ buat sopir seperti saya. Woohoo! Perjalanan rumah ke sekolah lalu ke gereja tidak ada kendala. Pinggang saya juga tidak sakit. Tidak ada ngilu yang menjalar di tungkai saya. Yess!!

Setelah parkir, saya turun dari Lulu (nama mobil saya). Waktu menjejakkan kaki di jalan aspal, astaga, kaki saya rasanya lemeeeeeessss sekali! Ringan seperti kapas! Hampir saja saya terduduk. Untung cepat-cepat pegangan pada Lulu. Setelah inhale-exhale, saya coba jalan lagi. Agak oyong, tapi syukurlah, tidak sakit!


Selfie bersama Maria Bunda Segala Bangsa di Paroki Santa Maria a Fatima Pekanbaru

Saya ikuti misa Jumat Pertama bulan Mei dengan penuh semangat. Duduk dan berdiri beberapa kali dalam waktu berdekatan mungkin masih terlalu berat buat saya. Di akhir misa saya merasakan “Si Nyuut” di pantat atas. Ga papa… pikir saya. Not a big deal. Kalau memang tidak kuat sama sekali, bisa minum obat. Dokter membolehkan minum obat pereda sakit kalau memang sakitnya tidak tertahankan lagi. Selama ini obat itu jarang saya minum. Minum terakhir waktu pergi ke akupunktur hari pertama.
Saya masih sempat sowan ke Bunda Maria dan ber-selfie ria di sana. Terlalu girang membuat saya alay… hahaha…!




Pulangnya, lalu lintas di depan Gereja Santa Maria a Fatima Pekanbaru sudah padat. Catatan, jalan di depan gereja dipakai oleh pemerintah kota Pekanbaru sebagai pasar tumpah. Jam segitu masih ada beberapa penjual yang menggelar dagangannya persis di mulut gerbang gereja. 

Saya menjalankan Lulu dengan pe-de. Saya sudah melewati jalan ini ratusan kali. Tadi waktu masuk dengan kepadatan lalin dan kekacauan pasar yang kurang lebih sama pun saya berhasil sampai di pelataran parkir gereja.

Tapi astaga, kenapa pagi ini kendaraan padat sekali di depan gereja? Seperti biasanya, semuanya tidak ada yang mau kalah. Dalam rangka mencari jalan itu saya memelipirkan Lulu agak ke kiri sambil maju pelan-pelan.
Saya sedang sangat berkonsentrasi ketika terdengar teriakan:
“HWOIII!! Berhenti kaakk!!”
Saya melirik spion. Astaga! Beberapa pria sudah meneriaki saya dari luar  Lulu. What happened?
This was what happened.

Lulu sudah melindas gundukan sayur jualan salah seorang abang itu. Mak! Matilah saya! Benar-benar saya tidak memperhitungkan gundukan sayur waktu memelipirkan Lulu. Saya buka kaca jendela.
“Maaf, bang!” teriak saya. 
Lalu menunggu, siapa tahu si abang penjual sayur ini minta ganti atau apa. Si abang memandang saya dengan wajah kesal. Ya iyalah! Lalu dia menghela napas dalam dan menunjukkan wajah “Ya sudahlah…!” Mungkin pikirnya, mau kugibas juga ini ibuk ini tak akan balik sayurku jadi segar! Ia lalu jongokok untuk merapikan sayurannya yang telindas Lulu. Aduh, remuk hati saya melihat sayur yang hancur itu.
“Jalan, kak! Lanjut!” kata teman si ito partiga bawang itu.
Saya menaikkan kaca jendela Lulu dan mulai berjuang lagi mencari celah untuk keluar ke jalan raya.

Well, insiden di hari pertama mencoba nyupir lagi. Mungkin maksudnya biar saya juga tidak over pe-de kali ya? Soalnya dari rumah saya bergaya seperti jagoan F 1 aja! Oke deh, God, noted. Messaged received

Dalam perjalanan pulang, saya berkendara dengan lebih “tahu diri”. Menyetir pelan-pelan sambil mendengarkan The Bee Gees menyenandungkan "First of May" . Syukurlah, saya sampai ke rumah dengan selamat.

Hari itu, 2 Mei 2014, Jumat Pertama dalam Bulan, saya dapat berkat banyak sekali: bisa nyupir, bisa ikut misa, dan dapat “jeweran” dari Tuhan… hehehe....

After all, I nailed it down! My (not so) smooth baby steps went down in history!

***

Pekanbaru, 4 Mei 2014
Agnes Bemoe

Baca link-link berikut untuk mengetahui penyakit yang sebelumnya saya derita:
Please, Jangan Tiru Kebodohan Saya!
Saya? Depresi?

No comments:

Post a comment