Follow Us @agnes_bemoe

Tuesday, 2 April 2019

Ini Kata Mas Iksaka Banu tentang "Siapa Mencuri Lukisan Sultan?"

Foto millik Iksaka Banu


Sebuah sindikat pencuri barang antik berskala internasional. Sebuah lukisan kuno nan indah di Istana Siak. Seorang mantan satpam. Dua orang kulit putih. Seorang remaja putra berkaki polio, dan seekor anjing pitbull garang (sekaligus lucu) bernama Kopral Jono. Di tangan Agnes Bemoe, semua karakter unik ini dijalin menjadi sebuah kisah detektif remaja ala Lima Sekawan atau Nancy Drew yang mengasyikan.

Membaca buku ini, seolah melemparkan saya kembali ke masa kanak-kanak, saat buku cerita anak Indonesia sedang mengalami masa jaya, berada di tangan para penulis andal yang sangat memahami dunia (dan bahasa) anak-anak, seperti K. Usman, Djokolelono, atau Poppy Donggo Hutagalung. 

Demikian pula buku Agnes Bemoe ini. Di dalamnya, tidak akan kita jumpai kalimat muluk bernada menggurui. Tidak ada kalimat cerewet pamer hitam-putih dogma tentang kebaikan atau kejahatan. Dan yang jelas, tidak merendahkan kecerdasan anak dalam mengikuti 12 bab cerita yang sesungguhnya menuntut kejelian ingatan, bab demi bab ini. Keseluruhan kisah diceritakan lewat sudut pandang remaja, dan diselesaikan dengan cara cerdik khas remaja. “Siapa Mencuri Lukisan Sultan’ merupakan sekuel dari buku ‘Kopral Jono’(2016). 

Saya merekomendasikan buku ini bagi para orang tua yang memiliki putra-putri remaja, sebagai bahan bacaan mengisi liburan pasca ulangan tengah semester, atau akhir pekan mereka.

***

Iksaka Banu, cerpenis dan novelis. Karyanya antara lain: Semua untuk Hindia, Sang Raja, dan Ratu Sekop

No comments:

Post a comment