Follow Us @agnes_bemoe

Monday, 25 March 2019

BEHIND THE SCENE [BTS]: Di Balik Layar Penulisan KOPRAL JONO 2: Sempat Terseok-seok



Tahun 2016 KOPRAL JONO terbit. 
Suwer, biarpun sering bermimpi dan berkhayal, tidak pernah terpikir oleh saya novel anak bertema petualangan ini akan dibuat serinya. Pertengahan tahun 2018 saya dikabari oleh Gramedia Pustaka Utama tentang rencana membuat KOPRAL JONO ini menjadi serial. Wow! Tentu saja saya seneng banget! Yippie! Yiihaa!
KOPRAL JONO 1, terbit 2016

Setelah puas joget indiaan, barulah saya sadar, ini artinya saya harus mulai merancang sebuah cerita. Ceritanya mesti nyambung dengan KOPRAL JONO 1. Di sinilah baru terasa seseknya… hehehe…. Bukannya saya tidak suka menulis cerita tapi, sejak 2014-an, sejak sakit, saya merasa kesulitan menulis (akan saya buat tulisan tersendiri tentang ini ya). Pendeknya, saya waktu itu seperti mobil yang mogok tapi harus jalan. Jadinya bueraaat dan terseok-seok banget.
Lama baru saya dapat ide. Ide pun berganti-ganti karena rasanya kurang mantap. Lalu, begitu dapat satu ide yang dirasa mantap, eksekusinya macet. Biyuh! Hehehe…. Kalau Kopral Jono 1 selesai dalam waktu 10 hari (iya, sepuluh hari), maka Kopral Jono 2 bahkan tak jelas kapan dimulainya >,<  

MACET CET CET!
Karena selalu macet, saya lalu memutuskan untuk memberhentikan semua kegiatan menulis. Jujur, duduk di depan laptop pun saya cuma bisa bengong… hehehe…. Tak ada satu kata pun yang bisa saya ketikkan. Hasilnya, saya malah tambah frustrasi. Jadi, itulah, saya memutuskan untuk menghentikan sama sekali kegiatan menulis.
Gantinya, saya baca novel-novel detektif karya Yovita Siswati (Penerbit Kiddo). Saya sudah baca buku-buku itu ratusan kali. Namun, kali ini saya membaca khusus untuk memancing semangat menulis saya (dan, psstt… mencuri ilmu menulis novel detektif… hehehe…)
Membaca novel-novel Yovita terbukti ampuh.
Saya mulai orek-orek plot-nya. P.S. saya bukan tipe penulis yang merancang plot. Biasanya, cerita mengalir begitu saja dari kepala saya lalu saya ubah di sana-sini. Nah, karena sedang sangat macet dengan ide dan eksekusi, saya berusaha membantu diri saya sendiri dengan membuat plotting dan merancang karakternya.

JAUH PANGGANG PLOT DARI API EKSEKUSINYA
Untuk karakter dan ide cerita, saya terinspirasi dari seorang teman dan anaknya, yang ndilalah anaknya ini bernama “Surya”, nama yang sama dengan tokoh utama di KOPRAL JONO. Saya pikir, asyik juga nih, kalau “Surya” ketemu “Surya”. Saya pun menyusun plotnya, termasuk detil karakter protagonist-antagonis, dll. Mantep deh rasanya.
Namun, namanya juga sedang “labil”, sewaktu mengetikkan cerita, tangan saya tiba-tiba saja enggan patuh pada plot yang sudah saya susun. Tidak hanya enggan patuh, tangan ini malah mengetikkan cerita yang 180 derajat berkebalikan dari rencana! Yang tadinya dirancang jadi pahlawan malah jadi penjahat, dan sebaliknya. Ampun deh!
Mau diganti, kok sayang… hehehe…. Jadilah saya lanjutnya dengan ide cerita yang mendadak muncul selagi mengetik itu. Itulah yang kemudian menjadi KOPRAL JONO 2: Siapa Mencuri Lukisan Sultan?


Oh iya, Kopral Jono 2 ini bercerita tentang hilangnya lukisan Sultan Syarif Qasim II, Sultan terakhir kerajaan Siak Seri Indrapura. Lukisan itu ditengarai dicuri waktu ada peristiwa kebakaran di Istana Siak. Surya terseret dalam peristiwa pencarian lukisan yang hilang ini gara-gara seorang anak bule yang namanya sama dengannya, Surya juga. Surya bule ini mencari lukisan Sultan Syarif Qasim II demi membebaskan ibunya yang disandera oleh penjahat.
Begitu deh kira-kira ceritanya.

DITERIMA, DIILUSTRASIKAN, DAN TERBIT!
Jujur lagi, sampai ketika hendak mengirimkannya, saya sendiri masih ragu dengan cerita saya itu. Rasanya kok ga mantep, gitu. Tapi, kan tidak mungkin saya tunda-tunda lagi. Saya sudah minta dua orang teman untuk proof reading. Kata mereka sih, bagus kok, seru, biarpun mereka memberi usulan perbaikan di sana-sini.
Dengan hati kebat-kebit, saya kirim naskah ini. Suwer, inilah naskah terberat yang saya kerjakan dan kirim… hiks! Puji Tuhan, naskah ini diterima!
Langkah berikutnya, mencari illustrator. Saya “jatuh hati” pada Mas Saiful Basor yang karyanya menurut saya “bercerita” banget. Proses illustrasi oleh Mas Saiful Basor juga berjalan cepat. Wah, bikin seneng dan semangat deh!
Dan akhirnya, setelah diilustrasikan, Maret 2019 naskah ini t e r b i t! Yay!


Terima kasih Gramedia Pustaka Utama. Terima kasih atas kesabarannya… hehehe…. Terima kasih, Menik Krismariana Widyaningsih   dan Ibu Ch. Mulyani A. Kurniaty yang sudah bersedia menjadi proof reader. Terima kasih pembaca semua. Jangan lupa jemput Kopral Jono 2: Siapa Mencuri Lukisan Sultan? di Gramedia ya. Mulai tersedia akhir Maret ini. Dan, saya akan sangat berterima kasih kalau teman-teman pembaca bersedia memberikan kritiknya :) Oh iya, satu lagi, tolong doakan saya sukses menuliskan KOPRAL JONO 3 ya… hihihi….

***

Pebatuan, 25 Maret 2019
@agnes_bemoe

No comments:

Post a comment