Follow Us @agnes_bemoe

Sunday, 25 June 2017

BOOK THROUGH MY EYES [BTME]: INFORMASI VERSUS IMAJINASI

Judul Buku                  : Empat Pintu
Penulis                         : Afifah Rosyad, Intan Raksaprawira, Va Madina, Udo Indra
Penerbit                       : The AR Publishing, 2017
Jenis                            : Kumpulan Puisi (Antologi)



“Ada daun jatuh, tulis!” Begitu kata Saut Sitompul dalam puisinya “Puisi”.
Puisi sejatinya ungkapan rekaman penulisnya tentang dirinya dan atau hal-hal yang terjadi di sekelilingnya. Rekaman itu bisa sesederhana sehelai daun yang jatuh atau sekompleks sebuah perang dan pertikaian. Antologi puisi “Empat Pintu” merekam dengan jeli segala peristiwa yang dialami atau terjadi di sekeliling para penulisnya.
Rentang ragam ini dicerminkan dalam judulnya, Empat Pintu, yang menunjukkan bahwa buku ini memberi panggung tersendiri bagi kekhasan setiap penulisnya yang berjumlah empat orang itu. Hal itu menjadikan buku ini seolah kumpulan empat buah buku kecil yang dijadikan satu.
Dari keempatnya, most favorite saya adalah puisi-puisi Intan Raksaprawira di pintu kedua. Membaca puisi-puisi Intan, saya merasa bertemu dengan harmoni yang sama. Harmoni itu anehnya diciptakan oleh kata-kata yang ‘tidak sepenuhnya saya mengerti’ bila harus menggunakan akal namun saya merasakannya.
Saya suka pada kenyataan bahwa kata-kata yang dirangkaikan Intan seolah mempunyai sayap yang membawa saya terbang bebas pada penafsiran dan atau indentifikasi. Intan, bagi saya, merekam dengan jeli apa yang sedang dia alami atau terjadi di sekelilingnya lalu meramunya menjadi sesuatu yang bisa dirasakan oleh orang lain (saya). Saya menghargai bahwa Intan tidak menjejali pembacanya dengan informasi atau pengajaran seperti yang ia inginkan. Intan menuliskannya dan membiarkan pembaca mengunyah dengan kenikmatan masing-masing. Saya menikmati kematangan Intan dalam mengolah kata-kata. Kelihatan sekali Intan meluangkan waktu untuk mengendapkan semua informasi yang dimiliki sebelum akhirnya menuangkannya dalam sebentuk puisi.
Seperti Natal dan Sabatmu, aku termangu
Aku enggan pulang
Sejak dulu aku benci mengalah
Benci satu kata pecundang yang sering kali diputar di kepala,
kekalahan
(Rahim, Hal. 36)
Apa kemungkinan makna yang muncul dari kata ‘rahim’, ‘natal’, ‘sabat’? Bisa berjuta makna. Intan pasti punya makna spesifiknya buat dia sendiri. Bagi saya, percikan ironi yang tersirat dalam puisi ini sungguh melontarkan saya pada imajinasi yang bermacam-macam. Dan bagi saya yang hanya seorang penikmat puisi, itulah keasyikan membaca puisi: pembaca diberi langit maha luas untuk dijelajahi. Ini adalah satu contoh kecil mengapa saya sangat menikmati puisi-puisi Intan Raksaprawira.
Bila ada yang paling saya suka, ada juga my least favorite poems. Dan itu adalah puisi-puisi Afifah Rosyad di pintu pertama. Afifah terampil merekam hal-hal yang dialaminya atau terjadi di sekelilingnya. Namun demikian, menurut saya, puisi-puisi Afifah akan jauh lebih baik bila dituliskan melalui proses pengendapan dan pematangan. Membaca puisi-puisinya, pembaca langsung tahu apa yang sedang dibicarakannya. Ini, buat saya, mempersempit ruang interpretasi, apalagi kalau kebetulan interpretasi akan suatu peristiwa tidak sama dengan yang dipaparkan oleh puisi. Pembaca jadi penadah informasi, tanpa ruang imajinasi. Tanpa imajinasi, di mana puisi berdiri?
Di antara keduanya ada puisi-puisi Va Madina dan Udo Indra. Tidak semua puisi-puisi yang mereka tuliskan bisa saya nikmati walaupun terus terang saya menyukai permainan kata dan bentuk puisi yang mereka tawarkan, terutama pada puisi-puisi Udo Indra. Coba simak contoh yang satu ini:
TAFSIR
Tanda Tanya menghadapi Titik.
(Udo Indra)
Ini sebentuk puisi yang sangat pendek, hanya satu baris. Memang bukan sesuatu yang otentik dalam bentuk. Namun demikian, permainan bentuk seperti ini membuat pembaca lebih lama tercenung untuk menelusuri relung kata-katanya. Dan itu mengasyikkan.
Demikianlah “Empat Pintu” bagi saya. Bila anda juga seorang penikmat puisi seperti saya, tidak ada salahnya anda mengkoleksi buku ini. Bila anda pecinta imajinasi lewat kata-kata, buku ini adalah teman yang tepat! (db)

***

Pembatuan, 25 Juni 2017

@agnes_bemoe

No comments:

Post a comment