Follow Us @agnes_bemoe

Monday, 7 August 2017

Ring of Fire di Green Radio 96,7 FM Pekanbaru

Jumat, 4 Agustus 2017 lalu saya tampil di Green Radio 96,7 FM Pekanbaru. Saya membicarakan buku terbaru saya "Ring of Fire" di acara Eco Lifestyle.

Berikut saya sampaikan point-point pembicaraannya, khususnya yang mengenai "Ring of Fire" (ya, saya ditanyai riwayat singkat, karya lain, dan prestasi. Saya eliminir point-point tersebut di tulisan ini ya).


1. Mengenai anak dahulu dan sekarang:
Jelas ada perbedaan antara anak zaman dahulu dan sekarang. Ada perbedaan kecanggihan permainan, perbedaan kompleksitas tantangan dan rangsangan, dll. Namun demikian, adavsatu hal penting yang tidak berubah: anak tetaplah anak. Mau di zaman apapun, anak tetap punya kebutuhan dan harapan yang sama sebagai anak-anak. Anak tetap butuh main, tetap butuh bersikap kekanak-kanakan, tetap butuh bimbingan. Perkembangan zaman tidak berarti anak juga bisa tumbuh dewasa secara instan.

2. Ring of Fire (RoF)
Buku ini berisi 5 buah cerita tentang bencana alam yang disebabkan oleh posisi Indonesia yang berada di jalur cincin api (Ring of Fire). Jalur ini membentang dari Amerika Selatan, menyusuri Pasifik, lalu turun ke Jepang dan AsianTenggara, sampai ke New Zealand. Jalur ini menyebabkan negara-negara di atasnya rawan akan bencana gempa, gunung, meletus, tsunami, dll.


Ada 5 buah bencana yang disinggung oleh RoF. Pertama tentang posisi Indonesia sendiri dalam jalur cincin api diceritakan dalam "Rokatenda Menari". "Ketika Pak Sinabung Batuk" menceritakan tentang gunung meletus. "Monster Air" menceritakan tentang tsunami. "Kapten Oscar" bercerita tentang langkah-langkah penyelamatan diri bila terjadi gempa bumi. Dan "Wedhus Gembel" bercerita tentang awan panas Gunung Merapi".

Semua itu dikemas dalam bentuk cerita yang imut dan ramah anak, diperindah dengan ilustrasi yang menarik.

Selain cerita, RoF dilengkapi dengan lembar pengetahuan di setiap akhir ceritanya. Jadi, dari buku ini anak-anak bisa mengetahui apa itu tsunami, mengapa sering terjadi bencana alam di Indonesia, dll.

3. Latar Belakang Penulisan RoF
Tahun 2013 saya membaca sebuah buku anak-anak tentang tsunami tahun 2006. Buku itu saya beli di Singapura waktu saya ikut SingTel Asian Picture Book Award.

Buku tentang tsunami itu bersetting India dan ditulis oleh seorang penulis Amerika. Menurut saya, ini adalah buku yang indah sekali. Indah bahasanya, indah ilustrasinya.

Lalu saya berpikir, Indonesia juga dihantam tsunami parah. Secara literasi, sepertinya belum ada buku anak yang secara khusus mengangkat masalah ini ke dalam bentuk dokumentasi cerita.

Selain kepentingan dokumentasi literasi, saya rasa anak-anak Indonesia sangat butuh disadarkan tentang kondisi alamnya yang rawan bencana ini. Inilah yang mendorong saya untuk menuliskannya.


4. Mengapa Menuliskan Tentang Bencana
Saya menyadari, tema bencana adalah tema yang gelap, berat, dan muram buat anak-anak. Proses penulisan buku ini juga sempat terhambat karena cerita-cerita yang saya buat cenderung berat dan penuh tekanan emosional.

Namun, saya tetap berkeras ingin menuliskannya karena saya yakin anak-anak butuh tahu tentang ini. Selama ini kita hanya tahu ada bencana, lalu lewat begitu saja, seolah-olah tak ada yang bisa kita lakukan lagi. Padahal, faktanya, anak adalah korban terlemah dalam setiap bencana.

Di luar, sistem perlindungan diri terhadap bencana ditanamkan di sekolah-sekolah. Kita di sini, minim sekali padahal bencana sudah seperti bagian dari kehidupan orang Indonesia.

Dengan menuliskan tentang bencana alam ini saya harap anak-anak punya awareness. Awareness ini mudah-mudahan menuntun mereka pada perilaku bertanggung jawab atas perlindungan diri. Jangka panjangnya, mudah-mudahan mereka tumbuh besar dan mulai memikirkan tentang sistem perlindungan masyarakat, terutama anak, dalam menghadapi bencana.

5. Apakah Buku Ini Ramah Anak?
Biarpun isinya tentang bencana, cerita-ceritanya disampaikan dengan ringan dan cute. Ambil contoh "Rokatenda Menari" yang isinya tentang Gunung Rokatenda, sebuah gunung di Flores, yang menari-nari. Cerita yang sebenarnya menggambarkan gempa ini dibuat dengan unik dan ringan. Ditambah lagi dengan ilutrasi-ilustrasi keren dari teman-teman ilustrator.
Tsunami dalam "Monster Air" dibuat cute sekali dengan kacamata bundarnya.

Saya yakin, buku ini ramah anak.

6. Dapat Diperoleh di Mana?
RoF bisa dibeli di TB Gramedia ataupun di tokomonline Gramedia



7. Rencana ke Depan dan Proyek yang Sedang Dikerjakan
Selanjutnya masih ingin tetap menulis, secara khusus menulis tentang tema budaya dan alam Indonesia. Pendeknya, saya ingin menuliskan hal-hal yang berbeda dari yang sudah banyak dituliskan.
Terkahir menulis tentang tradisi Pacu Jalur Kuantan Singingi bersama Kemendiknas.

Begitulah kira-kira pembicaraan RoF di Green Radio.

Saya berterima kasih sekali, ada radio yang konsern dengan alam seperti Green Radio. Secara khusus, saya bersyukur karena dengan ini akan semakin banyak orang aware dengan bencana.

P.S. Saya pendengar setia Green Radio, jauh sebelum wawancara ini. Frekuensinya jadi frekuensi wajib di mobil saya :)

***

Pebatuan, 8 Agustus 2017
@agnes_bemoe

No comments:

Post a comment