Follow Us @agnes_bemoe

Monday, 4 May 2015

Izinkan Aku Menciummu dengan Sisa Purnama Semalam


Aku terjaga waktu bulan masih bergelayut manis di bahu malam. Pucuk-pucuk bambu meniupkan nyanyian di telingaku:

Akan tiba waktunya angin kemarau datang kembali, menderu lembut menemui sabana. Menjemputnya menembus malam-malam berhujan ribuan bintang. Membelainya dengan nyanyi paling mesra. Membisikkan rindu terdalam, persis di jantung buah hatinya.

"Dan engkau tidak akan sendiri lagi,"
"Engkau tidak pernah akan sendiri lagi,"
Rindu tunai sudah.
Rindu menjelma purnama....


Kutunggu waktunya engkau akan datang kembali. Menjemputku pada malam-malam berhujan ribuan bintang. Kita akan saling membisikkan rindu tertahan. Membentangkan satu-satunya semesta yang kita tahu: kau dan aku.

Sampai saat itu tiba
Aku akan selalu mengenangmu dengan penuh cinta

Dan kini, izinkan aku menciummu dengan sisa purnama semalam

Pembatuan, 5 Mei 2015
@agnes_bemoe



No comments:

Post a comment