Follow Us @agnes_bemoe

Wednesday, 16 July 2014

TANGAN YANG MENGGENGGAM

TANGAN YANG MENGGENGGAM

       : buat Matahari Kecilku



Ada getar hangat, waktu tanganmu meraih tanganku.
“Jalan kita, Kek,”
Lalu, tangan gemukmu menyambar begitu saja. Menggenggamku. Kuat-kuat.

Genggammu erat. Hangat. Engkau berjalan melompat-lompat. Sambil tak henti-hentinya bercerita.
Betapa senangnya engkau, ini hari pertamamu pergi ke sekolah.
Dengan khidmat engkau berjanji akan rajin belajar. Karena engkau ingin meraih cita-citamu.
“Aku ingin jadi duta besar.”
Itu selalu jawabmu, kalau ditanya apa cita-citamu. Entah dari mana kau dapatkan ide itu.
“Wah, nanti kamu akan pergi jauh, dan tinggalkan Kakek seorang diri.” Aku sengaja menggodamu.

Engkau menelengkan kepala kecilmu, menatap tepat di mataku, dan tersenyum dengan lucu.
“Aku dekat di hati Kakek. Kalau Kakek rindu, lihatlah langit, lihatlah matahari. Aku ada di situ.”
Ah, entah dari mana kau dapatkan kata-kata itu.
Apakah karena, dia yang melahirkanmu adalah penyair yang mahir berkata-kata.

Tak terasa, mataku berair. Teringat dia, yang juga pernah kugenggam tangannya, kuantar ke sekolah yang sama. Di hari pertamanya.
Dia, yang genggamnya juga begitu kuat, erat, dan hangat. Dia, yang suka jalan melompat-lompat. Dia, yang pernah punya cita-cita hebat, ingin jadi duta besar.

Dia, yang sempat menggenggam tanganku erat-erat, di pembaringannya, dalam sakitnya. Dia, yang baru beberapa bulan yang lalu, kuantarkan ke peristirahatan terakhirnya. Dia, yang membuat waktu sejenak berhenti ketika kulepas genggaman tanganku, merelakannya pergi.

Dia meninggalkanku seorang diri. Apakah dia juga ada di langit dan matahari?

“Kakek, kita sudah sampai…”

Tarikan tanganmu mengagetkanku. Memaksaku untuk membungkuk di hadapanmu. Kutatap -lama sekali- wajah berbinar di depanku.
Ah, kenapa begitu buta mataku. Dia tidak pergi jauh.

Dia ada di senyum lucu sebening langit di depanku. Dia ada di bola mata secerah matahari yang sekarang sedang menatapku.
“Belajar baik-baik ya, Matahari…” 
Genggaman tangan kami perlahan terlepas.

Lalu, langit luruh dalam nyanyian yang paling merdu. 




***

Pembatuan, 16 Juli 2014
Agnes Bemoe

*) Ditulis buat David Alexander, untuk hari pertamanya sebagai anak TK :)

No comments:

Post a comment