Follow Us @agnes_bemoe

Wednesday, 7 September 2016

BEHIND THE SCENE [BTS]: KOPRAL JONO




INSPIRASI DARI LAGU
Sepertinya saya harus banyak berterima kasih pada lagu. Kalau lagu "Aubrey" (Bread) dulu menuntun saya membuat novel "Aubrey dan The Three Musketeers" (Penerbit Kiddo, 2013), "Kopral Jono" adalah hasil samberan ilham dari lagu ciptaan Ismail Marzuki berjudul sama. Baca cerita saya menuliskan Aubrey di sini.

Sama seperti Aubrey, cerita datang ketika saya menyenandungkan "Kopral Jono" berulang-ulang (biarpun saya tidak hafal). Semakin saya menyanyi, semakin kuat dorongan cerita untuk ditulis. Saya tulislah potongan-potongan cerita itu. Karena lagu itu jugalah sejak awal saya menetapkan setting waktu sekitar perayaan Hari Kemerdekaan. Itu kejadiannya di tahun 2013.

Lalu, seperti nasib beberapa naskah saya yang lain pada masa itu, naskah ini mandeg karena saya sakit. Oke deh!

BERTEMU "JODOH"
Juni lalu, saya ditawari untuk menulis novel pendek, untuk dibuat e-book. Saya langsung teringat akan "Kopral Jono". Saya bongkar kembali file dan menemukan bahwa naskah ternyata belum selesai alias belum siap kirim... hehehe....

Untunglah, saya masih diberi waktu.

Mungkin karena mood sedang bagus, novel itu selesai dalam waktu 10 hari. Saya sendiri sampai heran pada diri saya. Saya bukan tipe orang yang cukup punya nafas panjang untuk menulis novel (pendek sekalipun). Namun, seolah-olah ringan sekali saya mengetik "Kopral Jono".

Biarpun tokohnya tidak berubah, ceritanya berbeda dari draft yang saya buat tiga tahun lalu. Ya, ada 2-3 bab lama yang saya hapus karena kurang cocok dengan jalan cerita baru yang saya buat.

MENGAPA ANAK CACAT? MENGAPA ANJING?
Ada teman yang menanyakan kenapa novel-novel saya semua tentang anjing? Di "Aubrey dan The Three Musketeers" tokohnya adalah seekor anjing kampung berkaki tiga bernama Three-Pot dan seekor Kintamani super manja bernama Imot. Di "Kopral Jono" tokohnya seekor pitbull.

Khusus untuk "Kopral Jono" sebenarnya saya tidak secara khusus menciptakan tokoh anjing. Tokoh pertama yang muncul adalah Surya, anak kelas V SD yang cacat kakinya. Saya lalu membayangkan figur lain yang kontras dengan figur kecil dan cacat. Alam bawah sadar saya menuntun pada anjing. Tak tanggung-tanggung, saya memilih pitbull, ras yang paling sering disalahmengerti karena sosoknya yang "buas".

Lalu, kenapa harus anak cacat?
Cerita saya cerita detektif. Saya membayangkan, bisa tidak ya, seorang anak yang punya kendala fisik terlibat dalam cerita detektif? Biasanya kan cerita-cerita detektif/misteri penuh dengan kejar-kejaran atau aktivitas fisik yang berat. Maka, sayapun bereksperimen dengan tokoh Surya.

Eksperimen saya tidak hanya pada tokoh tapi juga setting tempat. Saya memilih sebuah kampung di kota Dumai, Riau. Dumai adalah sebuah kota pelabuhan minyak di tepi Selat Malaka. Eksperimen saya memang belum total. Namun dengan ini, saya berharap teman-teman kecil saya mengenal kota-kota di Indonesia dan tidak terpaku pada Jakarta saja.

SEPERTI FAST FOOD
Proses "Kopral Jono" ini cukup cepat, dalam segala hal. Tidak hanya proses penulisannya, keputusan diterima juga cepat. Dan, yang tak kalah cepat juga proses mencari ilustrator dan ilustrasi. Wah, bersyukur banget! Saya rasa, inilah proses buku paling cepat yang pernah saya alami.

Untuk ilustrasi, pilihan saya langsung jatuh pada Indra Bayu yang karya-karyanya saya kenal lewat novel-novel misteri Yovita Siswati di Penerbit Kiddo.

Tanggal 24 Agustus 2016 "Kopral Jono" sudah ada di SCOOP. Betapa senang dan bangganya saya.

Mudah-mudahan "Kopral Jono" dapat diakses oleh lebih banyak lapisan masyarakat dan diterima pembaca.



***

Pembatuan, 8 Desember 2016
@agnes_bemoe

Dapatkan "KOPRAL JONO" sekarang juga di SCOOP
https://www.getscoop.com/id/buku/kopral-jono

Atau:
http://www.gramedia.com/conf-kopral-jono.html

Baca sinopsis "Kopral Jono" di sini.

No comments:

Post a Comment