Follow Us @agnes_bemoe

Thursday, 31 May 2018

Meet My Tiny but Shiny Fellow Author: Nina Hamdani

May 31, 2018 0 Comments
Pietra Nina Hamdani (11 th)


Bisa dibilang, saya tidak terlalu setuju dengan penulis berusia anak. Awalnya saya antusias mengetahui ada sekumpulan buku ditulis oleh anak-anak. Wah, hebat! Pikir saya. Saya baca satu dua buku. Di buku ketiga, saya tidak sanggup. Prihatin. Cerita ditulis dengan bahasa yang amburadul yang penuh dengan kesalahan tata bahasa serta tata tulis yang sembrono, konflikya ringan, dengan penyelesaian yang super mudah. Okelah, anak-anak itu masih dalam taraf belajar dan tetap harus dihargai. Saya hargai keinginan mereka untuk menulis. Namun, menurut pendapat saya, menghargai tidak harus dengan jalan membukukan dan mengedarkannya. Buku-buku itu akan dibaca oleh anak-anak lain, dan anak-anak itu akan menganggap itulah standar buku yang baik. Dan ini mencemaskan. Tidak jelas lagi mana yang masih proses belajar mana yang sudah jadi. Hal pertama yang harus ditanamkan kepada penulis, saya rasa adalah tanggung jawab untuk membuat karya yang baik.

Jadi, saya memposisikan diri sebagai orang yang anti buku-buku yang ditulis oleh penulis berusia anak. Sampai saya bertemu dengan seorang gadis kecil berusia 7 tahun (waktu saya pertama kali bertemu), bernama Pietra Nina Hamdani. Nina putri novelis Indonesia, Melly Sutjitro.

Melly Sutjitro


Nina bukan seorang penulis profesional, biarpun ia sudah menerbitkan dua buku yang dipasarkan secara internasional. Namun, ia menulis dengan keterampilan yang bisa membuat saya –yang sering mengaku sebagai penulis profesional ini- iri berat. Ide ceritanya luar biasa, dieksekusi dengan keahlian seseorang yang seolah sudah menulis selama sepuluh tahun terakhir dalam hidupnya. Belum lagi keasyikan diksi yang digunakannya serta ketepatan tata bahasa dan tata tulisnya. Oh ya, mudah-mudahan saya tidak lupa menyebutkan bahwa ia menulis dalam bahasa yang bukan bahasa ibunya. Ia menulis dalam Bahasa Inggris.

Bacalah “Sweaty Yeti”, cerita anak yang ditulis ketika ia masih berusia 6 tahun. Kisah tentang seekor Yeti yang tersesat di kota ini secara elegan sekali menyajikan tentang pertemanan dan bagaimana menemukan win-win solution dalam kehidupan sehari-hari.



Mengungkapkan salut saya yang besar pada prodigy ini, saya menempatkan wawancara dengannya di hari pertama Giveaway yang saya adakan untuk menandai website baru saya. Silakan, dan mohon maaf atas pembukaan yang panjang.

1.      You start writing books in a very early age. When exactly did you start? Who taught you to write?
I started writing stories when I was in 1st grade, so I was around six-year-old. Nobody taught me how to write. I wasn’t enrolled in any writing class like most people thought. My mother introduced books to me and my brother when we were young. She taught us the love of books and be creative.

2.      When it comes to reading, you are ‘monster’. You read faster that you breathe, your Mom said. How many books do you read in one year? 
I didn’t count but I think I read more than fifty books in a year. I also like to reread my favorite books over and over again.

3.      Who is your favorite author? What is your favorite book? 
Rick Riordan is my favorite author. I’m not sure what my favorite book is as I love all Riordan’s books.

4.      If you were elected as President of Republic Indonesia, what would be your first decision?
To provide jobs for everyone, especially the people who are poor and do not have a lot of opportunities, so that everyone gets a chance to use their talents.

5.      Tell me about your latest book. 
I have some ideas about some stories but I haven’t gotten the time to write them yet. I am busy with school and enjoying other things in my free time. I love listening to Hamilton songs and learning about his history at the moment.


Nina sekarang berusia 11 tahun. Ia seorang anak SD yang ceria dan punya segudang kegiatan. Mengenai buku, sampai saat ini Nina sudah menerbitkan dua buku; “Sweaty Yeti” dan “Spoiled Orang Utan” (dimuat dalam antologi “Ugly Hammerhead Shark”). Buku-buku yang ditulis Nina dapat diperoleh di Periplus dan Kinokuya Jakarta.  Saya berharap, suatu saat Nina menerbitkan lagi buku-bukunya. Saya tahu, ada banyak cerita bagus yang telah ditulisnya. ***

Fabel Nusantara, Agnes Bemoe

SELANJUTNYA adalah bagian yang mudah-mudahan tidak kalah menariknya daripada wawancara dengan prodigy berusia 11 tahun di atas: giveaway! Tata cara mengikuti giveaway ini bisa dibaca di sini. 

“Siapakah penulis berusia anak-anak favorit Anda, baik dari dalam maupun luar negeri?”

·         Tuliskan jawabannya di kolom komentar di bawah artikel ini
·         Share artikel ini ke facebook dan atau twitter
·         Mention 3 teman TERMASUK SAYA
·         Saya menghargai sekali kalau Anda juga mau menjadi teman saya di facebook dan follow twitter serta Instagram saya.
·         Akan dipilih SATU pemenang secara acak untuk hari ini
·         Peserta yang mengikuti giveaway hari ini berhak menjadi pemenang untuk kategori umum di akhir periode giveaway
·         Mohon tidak menuliskan hal lain selain jawaban giveaway di kolom komentar dan mohon tidak membuka perdebatan apapun
·         Terima kasih. Let’s have fun! Jangan lupa, buku-buku terbaru saya: FABEL NUSANTARA dan KUMPULAN CERITA RAKYAT NUSANTARA sudah ada di TB Gramedia ya!
 
Kumpulan Cerita Rakyat Nussantara, Agnes Bemoe
1 Juni 2018
Pace e Bene,
Agnes Bemoe

Catatan:
* Foto-foto milik Melly Sutjitro

GIVEAWAY!

May 31, 2018 0 Comments

Bergembira atas website baru saya, www.agnesbemoe.com, saya akan mengadakan GIVEAWAY selama 15 hari, dari tanggal 1 - 15 Juni 2018.

Saya mengundang teman-teman semua untuk ikutan. Caranya gampang:
  1. Ikuti dan baca artikel yang ditulis di www.agnesbemoe.com mulai dari tanggal 1 - 15 Juni 2018
  2. Jawab pertanyaan di kolom komentar di artikel tersebut (bukan di media sosial)
  3. Share artikel tersebut ke media sosial (facebook, twitter) dan mention 3 orang TERMASUK SAYA.
  4. Setiap hari akan dipilih satu pemenang
  5. Setelah tgl. 15 akan dipilih 3 pemenang umum dari 15 hari Giveaway
  6. Pemenang harian masih berhak mendapatkan kemenangan di pemenang umum
  7. Hadiah berupa buku
  8. Keputusan tidak bisa diganggu gugat
Let’s have fun!


31 Mei 2018
Pace e Bene,
Agnes Bemoe

Wednesday, 30 May 2018

Menari di Atas Awan. Sebuah Novel.

May 30, 2018 0 Comments

Bab I.
SEBUAH PERTEMUAN


Bandung di bulan April, jalanannya masih ramai dengan pengunjung, biarpun tidak sepadat bulan-bulan kemarin, waktu orang sibuk merayakan Tahun Baru, Valentine, dan Imlek. Kota cantik yang dikelilingi gunung Tangkuban Perahu itu tetap diminati wisatawan, dalam maupun luar negeri. Mereka suka udaranya, mereka suka makanannya, dan mereka juga suka wisata belanjanya yang murah meriah.

Di sudut butiknya, Rina sedang sendirian bersama laptopnya. Dipandanginya layar di depannya. Matanya lekat di layar itu, tapi pikirannya jauh melayang. Ia menghela napas panjang. Butiknya sedang tidak ramai. Tapi, bukan itu yang meresahkan hatinya. Kembali Rina melirik layar laptopnya. Mungkin memang keinginannya yang terlalu gila, bahkan untuk jaman super canggih sekarang ini! Pikirnya sendiri. Ia ingin bertemu dengan Wen.
Rina tersenyum kecil. Setelah duapuluh tahun tak pernah bertemu bahkan mengingat Wen, sekarang ia tiba-tiba malah ngebet pingin bertemu dengan lelaki itu. Wen, lelaki lugu, kakak kelasnya di SMP. Wen yang berwajah imut. Wen yang… aah… Rina tak sanggup melanjutkan bayangannya di kepalanya sendiri. Sejenak, ditopangnya dagunya dengan telapak tangannya.
Entah kenapa, akhir-akhir ini benak Rina hanya dipenuhi dengan Wen, Wen, Wen, dan Wen! Padahal, harus diakui, dalam kurun waktu dua puluh tahun ini, tidak sedikit pun ia ingat kembali akan Wen. Begitu banyak lelaki dalam hidupnya, untuk apa juga ia mesti mengingat masa lalunya itu. Namun sekarang, ada yang kemudian selalu menggelitik relung kalbunya, membuatnya mau tak mau mengingat lelaki itu. Entah bagaimana awalnya, Rina juga tidak mengerti.
Sejak Natal tahun lalu Rina berharap bisa bertemu Wen, yang entah di mana berada. Rina sibuk mencari di facebook-nya. Namun, hasilnya nihil. Melalui situs jejaring sosial yang ajaib itu Rina sudah bertemu dengan teman-teman lamanya, bahkan sampai pada teman SD-nya. Beberapa temannya semasa SMP juga sudah ada di friendlist-nya. Tapi, tak juga Rina bisa menemukan Wen.
Rina berharap ada keajaiban buatnya di hari Natal. Nyatanya, Natal dan Tahun Baru berlalu, Wen tak juga bisa diketemukannya. Rina tak putus asa. Kembali ia berharap semoga ada keajaiban di saat Imlek, mengingat Wen seorang Tionghoa. Agak aneh dan tidak nyambung memang, tapi Rina mengabaikan akal sehatnya. Aku ingin sekali ketemu Wen, aku ingin sekali ketemu Wen… itu doanya.
Imlek berlalu. Lagi-lagi Rina harus kecewa. Ia tak kunjung bisa menemukan Wen. Bahkan sampai dengan Valentine kemarin, yang kata orang hari penuh keajaiban kasih sayang. Rina berharap sesekali keajaiban itu jatuh padanya. Nyatanya, Valentine hanya mitos. Setidaknya buat Rina saat itu karena ia tetap tidak bisa menemukan Wen di hari Valentine.
Kembali Rina menggeser-geserkan kursor laptopnya dengan jemu. Heran, sekian banyak orang di masa lalunya bisa dijumpainya hanya dengan satu kali klik. Tapi kenapa yang satu itu tak dapat ditemukannya! Rina menggeram sendiri dalam hati.
“Kamu kenapa sih, Rin? Kok nggerundel sendiri kayak orgil!”
Rina terkaget-kaget karena teguran Sisca barusan. Ia sama sekali tidak menyadari kehadiran Sisca.
“Nggaaak, hehehe… biasa, inet lelet!” Rina buru-buru beralasan, dan pura-pura sibuk dengan laptopnya.
“Aku mau ngirim barang nih, kamu ikut nggak?”
“Ng… nggak ah, bawa’in oleh-oleh aja… hihihi…!”
“Huh!” Sisca memajukan mulutnya, sambil berlalu.
Rina memandangi Sisca pergi, sampai si hitam manis itu menghilang di balik pintu. Segera, ia kembali ke laptopnya lagi. Ah, jangan-jangan aku ini lagi sibuk mikirin suami orang, Rina menepuk jidatnya sendiri. Sekian lama waktu berlalu, tidak mustahil Wen sudah punya istri, bahkan anak-anak yang manis dan lucu. Selintas berkelebat di benak Rina, bayangan Wen dengan keluarganya. Rina menelan ludah pahit. Aku sendiri yang tergila-gila. Wen mungkin malah sudah lupa sama aku. Rina menatap lemas pada layar laptopnya.
Sambil menghela napas berat ia mulai mengetik.
-                      Pengen ketemu titik titik - 
Rina mengklik ikon share. Status yang alay sebetulnya, pikir Rina sendiri. Tapi, Rina tak dapat menahan diri untuk mengungkapkan keinginannya bertemu Wen. Hanya saja, ia terlalu malu untuk menuliskan nama Wen di statusnya.
Tiba-tiba:
-          Aiiih, pengen ketemu sapa sih??? –
Itu Lisa, teman karibnya di SMP. Rina ngakak sendiri, melihat ada juga yang peduli pada status gak jelasnya.
-          Ada ajah! :p Eh, aku inbox yaa… –
-          Manggaaaa…. –

Rina buru-buru membuka message-nya.

-          Lisa, jangan ngakak ya… Masih ingat sama Wen, nggak?-
-          Wen? Oo.. Wen SMP?? Ya masih laaa…. Ngapa? –
-          Qeqeqe…. Jangan ngakak lagi… Janji ya! –
-          Iya! Ngapa sih? –
-          Aku tiba-tiba pengeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeen banget ketemu sama Wen…-
-          Bwahahahahahaha…. *sori, ga tahan* Udah tobat ya? Mo minta maap??? –
-          Grh…! Ga usah gitu la yaa…L Aku tiba-tiba teringat aja… pengen ketemu…. –
-          Emang kamu udah add dia? –
-          Emang ada di fb????????? –
-          Ya ampyuuuuun! Ada laaa…!!! Cari aja: wendy wu. *dung!dung!dung!* –
-          HAAAAAAA!!!!!! Ya ampyuuun!!? Wendy Wu???????? Sejak kapan dia pake nama itu?? pantesan aku cari sampe pingsan ga dapat-dapat!!!! -
-          Ya, udah, cari aja sana… -

Buru-buru Rina mengetik nama “Wendy Wu” di kotak search-nya. Pantas tak ketemu juga! Rina hanya tahu nama kecil Wen. Sama sekali tak terbayangkan olehnya Wen akan berganti nama, dan bahkan memakai nama marganya. Dan, Rina juga sama sekali tak tahu Wen itu marga apa.
Dengan penuh harap, Rina mengamati bagaimana mesin pencari di facebook itu bekerja. Aduuuh, dia masih ingat nggak ya, sama aku? Rina berbisik dengan cemas.
Di depannya, sekian banyak nama “Wendy Wu” muncul. Yang mana satu? Pikir Rina kebingungan. Rina mencoba nama yang pertama. Dengan tak sabar, ditunggunya sampai layar laptopnya menunjukkan profile picture. Ineet, cepatlaaah…! Rutuk Rina dengan tak sabar.
Dan, pelahan-lahan, layar di laptop itu menampakkan sebentuk foto, yang agak kurang jelas, menurut Rina. Tapi, memang foto seorang lelaki, putih, pasti Tionghoa, agak gemuk, berkaca mata hitam, dengan kaus abu-abu. Keren! Ini Wen?? Rina terbelalak sendiri di depan laptopnya. Lalu kemudian dikernyitkan darinya tanda tak percaya. Ini Wen??? Kembali ia bertanya sendiri dalam hatinya. Sudah dua puluh tahun ia tak bertemu Wen. Terakhir yang ia tahu Wen adalah seorang remaja lugu. Imut tapi dingin.  Tapi, tampan, bisik Rina sendiri dalam hati. Dengan tak percaya dipandanginya foto di depannya itu.
Cepat-cepat ditelusurinya info tentang Wen, atau orang yang disangkanya Wen itu. Benar, lahir di Bagansiapiapi, tanggal sekian sekian! Tak salah lagi! Ini pasti Wen. Rasanya tidak mungkin ia mengenal orang lain bernama Wen yang lahir di Bagansiapiapi.
Kembali Rina menelusuri data itu. Hmm… nampaknya Wen jadi orang sukses. Ia kuliah di Jakarta, dan kemudian kerja di Singapura. Wow! Hebat amat! Pikir Rina sedikit iri. Kemudian, Rina teringat satu hal. Sejenak ia menahan nafas. Aku harus siap, seandainya… seandainya ia married. Pria keren seperti Wen, tidak mungkin lambat menikah. Sesaat Rina menghentikan tangannya. Ia sedang menghitung, apakah ia akan kuat menerima kenyataan. Kembali Rina menarik napas panjang.
Dengan berdebar-debar Rina menggeserkan kursornya. Dan, Rina terhenyak akan apa yang dilihatnya: single.
Rina terbelalak sendiri! Single?? Masak sih?? Single?? Antara senang dan tak percaya, Rina mengamati enam huruf di depannya itu. Sampai-sampai tangannya bergetar sendiri, tanpa mampu dikuasainya.
Setelah beberapa saat, barulah Rina berhasil menenangkan diri. Ah, kali aja dia menyembunyikan statusnya, pikir Rina. Tapi, kalau Wen belum berubah, rasanya, bukan tipe Wen, berbohong tentang dirinya.
Dan, masih ternganga dengan layar di depannya, Rina meng-klik ikon send request.

***
Selanjutnya, baca di sini ya: Menari di Atas Awan

31 Mei 2018
Pace e Bene,
Agnes Bemoe

Sunday, 27 May 2018

KOPRAL JONO SERI 2: We Have The Winners!

May 27, 2018 0 Comments


Sudah tahu kan, kalau novel KOPRAL JONO akan dibuatkan seri ke-2-nya?

Tahapannya sudah sampai pada ilustrasi dan cover. Beberapa waktu yang lalu saya menawarkan pilihan cover pada teman-teman di facebook. Dari polling facebook akhirnya terpilihlah cover favorit.

Siapa Pemenangnya?

64% voters memilih Cover 1. Selebihnya, 36% memilih Cover 2.

Yang beruntung mendapatkan 1 copy novel KOPRAL JONO seri 2 ini adalah:

1. Theresia Artha

2. Megawati Lie


Selamat buat keduanya ya. Sekali lagi terima kasih buat teman-teman yang sudah berpartisipasi.

Lalu, novelnya kapan terbit? Tunggu ya, sebentar lagi. Jangan lupa dibeli dan dibaca ya! Hehehe....


Pace e Bene,
Agnes Bemoe

Lagu Ciptaanku: Ayo ke Gereja!

May 27, 2018 0 Comments

Duluuu sekali, saya suka orek-orek bikin lagu anak-anak. Saya teringat lagi akan kesukaan saya itu gara-gara seorang mantan anak murid saya mengeluh (di facebook), anaknya yang masih TK diajari lagu dewasa tentang cinta-cintaan. Wah, prihatin saya! Padahal, lagu anak Indonesia itu banyak dan bagus-bagus lho!

Oke deh, jadi, pernah dulu saya suka menulis lagu anak. Ini salah satunya yang masih saya ingat melodinya. Lagu ini saya tulis sekitar tahun 1995-an. Pernah dimuat di Majalah Mekar, majalah anak-anak Keuskupan Padang. Pernah juga diajarkan di TK-TK Prayoga Pekanbaru.

Kalau ada yang mau mempelajarinya dan mengajarkannya buat anak-anak, silakan. Oh iya, biramanya 4/4. Nada dasarnya, saya kurang yakin. Mungkin Do = G. Silakan.


Pace e Bene,
Agnes Bemoe

Seri Cerita Rakyat Nusantara di Perpustakaan Soeman Hs. Pekanbaru

May 27, 2018 0 Comments
TANGGAL 18 Mei 2018 lalu saya ke Perpustakaan Daerah Soeman Hs., perpustakaan milik Provinsi Riau. Saya menyerahkan satu seri Cerita Rakyat Nusantara, terdiri dari dua buku, masing-masing berjudul FABEL NUSANTARA dan KUMPULAN CERITA RAKYAT NUSANTARA.

Dua buku ini diterima dengan baik oleh Bpk. Muhammad Darius.



Mudah-mudahan, dengan ini kedua buku ini bisa dinikmati oleh lebih banyak anak-anak pengunjung perpustakaan Soeman Hs.

Pace e Bene,
Agnes Bemoe

BOOK THROUGH MY EYES [BTME]: Yang Sederhana dan Yang Manis

May 27, 2018 0 Comments
Judul Buku: Jeruk Kristal
Penulis: Maria Antonia Rahartati Bambang Haryo
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama





Ini kumpulan cerpen yang manis, ringan, lembut, kocak juga di sana-sini. Cerpen pertama “Juffrow Lala” langsung membuat saya ingin terus membaca. Kisah mengharukan yang ditulis dengan manis.
Saya terhenti membaca kumcer ini gara-gara peristiwa pemboman gereja di Surabaya. Entah kenapa, rasanya langsung tak bisa berbuat apa-apa.

Pagi, tgl. 16 Mei 2018, saya lanjutkan baca kumcer ini sambil menunggu janji temu dengan seseorang dari Gramedia. Tak nyana, hari itu ada serbuan di Mapolda Riau yang lokasinya kurleb 300 m dari tempat saya menunggu.

Jadi, buku ini benar-benar menemani saya memproses kejadian di sekeliling saya. Dan saya bersyukur karena buku inilah yang jadi teman saya. Sebagai teman, buku ini sangat menenangkan. Ketika di luar sana orang mencari surga dengan menciptakan neraka bagi orang lain, buku ini menawarkan “surga” buat saya dengan cerita-cerita manisnya.

Mungkin uraian di atas terlalu personal ya. Namun, secara umum, kumcer ini menawarkan kisah-kisah manusia pada umumnya, kisah-kisah ‘biasa’ kehidupan manusia, yang dikemas dalam cerita yang lembut dan sederhana.

Saya suka atmosfer ‘rumahan’ yang dimunculkan di kumcer ini. Seperti saya bilang, terasa menyejukkan. Cerita berputar pada kehidupan tokoh sebagai manusia biasa; istri yang cemburu berlebihan, perempuan yang tersihir oleh bos yang ganteng dan penyayang, atau sekadar menceritakan pertemuan dengan seorang perempuan tua yang ramah tapi sekaligus tajam mulutnya. Peristiwa-peristiwa ini sebenarnya peristiwa biasa yang bisa saja terjadi di mana-mana atau bahkan mungkin kita alami sendiri. Namun, di bawah tangan yang terampil, kisah-kisah itu menjadi cerita yang manis dan menarik.

Ilustrasi-ilustrasi manis di kumcer ini juga enak dipandangi berlama-lama. Saya hargai sekali ilustrasi itu tidak sampai ‘merampok’ cerita. Ini adalah bacaan yang asyik yang akan saya rekomendasikan buat siapa saja yang sedang mencari bacaan yang ‘mendinginkan’.
Last but not least, proficiat Bu Taty. Cum cum!

Pace e Bene,
Agnes Bemoe

SNEAK PEEK: WEBSITE SAYA SENDIRI

May 27, 2018 0 Comments

Belum sempurna saya menguasainya (belum tahu cara edit, dll, and it is a little bit frustrating) tapi, tidak mengurangi kegembiraan saya melihat penampakan website saya ini.

Terima kasih kepada Stephen Marlin yang sudah mengupayakan.

Btw, untuk teman-teman semua, nantikan launchingnya ya. Akan ada berbagai tulisan hasil wawancara saya dengan penulis-penulis ternama Indonesia. Dan, tentu saja, akan ada giveaway yang tak terlupakan.


Salam,
Agnes Bemoe

Monday, 7 May 2018

HADIAH BUAT 50 PEMBELI PERTAMA

May 07, 2018 0 Comments

Teman-teman yang baik,
Saya menawatkan diskon bagi 50 pembeli pertama buku "Fabel Nusantara" dan "Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara".

Begini skemanya: 1 buah buku berharga Rp. 68.000,-. Bila membeli hanya 1 judul, akan ada diskon sebesar 10%. Teman-teman membayar sejumlah Rp. 61.200,-.

Bila sekaligus membeli 2 judul, akan ada diskon 20%. Teman-teman hanya membayar Rp. 108.800,- (dari Rp. 136.000,-).

Diskon ini tidak termasuk ongkos kirim ya. Jadi, tunggu apa lagi, yuk, hubungi saya ya!

Salam,
Agnes Bemoe

BEHIND THE SCENE [BTS]: Perjalanan Panjang Seri Cerita Rakyat Nusantara

May 07, 2018 0 Comments

Ada naskah yang prosesnya cepat, ada yang sebaliknya.

Nah, naskah Cerita Rakyat Nusantara ini termasuk yang panjang perjalanannya. Panjang, karena saya sakit lama (hampir 3 tahun) dan tidak bisa konsentrasi menulis. Panjang, karena kemudian ada perubahan konsep.

Karenanya, bersyukur sekali dua buku seri Cerita Rakyat ini akhirnya selesai dan terbit akhir April 2018 lalu.

Awalnya saya membaca-baca kumpulan cerita rakyat lalu saya pilih yang MENARIK. Tentu saja semua cerita rakyat asyik dibaca tapi saya pilih yang langsung 'tuing' di hati saya. Yang kedua, saya pilih yang sudah jarang ditulis ulang dan dibaca. Bagian ini mudah karena ternyata banyak sekali cerita rakyat yang sudah mulai terasa asing buat saya. Yang ketiga, saya pilih cerita yang sedapat bisa mewakili daerah-daerah di Indonesia. Konsepnya memang tidak menuliskan cerita rakyat dari 33 provinsi tapi tetap diusahakan Timur-Barat-Utara-Selatannya Indonesia terwakili.


Setelah itu, saya masuk ke bagian paling menarik: menuliskan ulang. Saya menuliskan ulang dengan cara yang paling klasik yaitu mengambil inti ceritanya lalu menuliskannya kembali. Saya usahakan sedekat mungkin dengan cerita asli dan tidak mengubahnya. Dengan itulah saya menghormati kekayaan literasi Nusantara yang luar biasa ini. Dan, sudah selayaknya saya sebagai penulis ulang menghormati dan menghargai karya nenek moyang ini dengan tidak merusaknya dengan apapun itu, termasuk kepercayaan dan ideologi saya.


Proses menulis ulang sebenarnya terbilang lancar. Saya sendiri suka sekali menuliskan ulang cerita rakyat. Dari membaca ulang berbagai cerita rakyat, nyata sekali betapa Nusantara ini berlimpah kekayaan sastra literer. Namun, naskah ini, seperti yang saya katakan di atas, sempat tertunda cukup lama karena kondisi kesehatan saya. Tahun 2017 naskah ini dilanjutkan dengan ilustrasi. Ilustratornya saya langsung melirik InnerChild Std. Saya senang bekerja sama dengan InnerChild karena kominikatif, easy going, dan bisa menerjemahkan cerita ke gambar yang imut.

Akhirnya, April kemarin buku FABEL NUSANTARA dan KUMPULAN CERITA RAKYAT NUSANTARA terbit! Bersyukur, suatu perjalanan yang cukup panjang bisa dilalui. Saya berterima kasih pada Penerbit Grasindo, khususnya kepada Mbak Maria Silabakti, yang memberikan kesempatan kepada saya untuk menuliskan seri Cerita Rakyat Nusantara ini. Terima kasih juga kepada Mbak Maya dan Kang Dwi dari InnerChild Std.


Mudah-mudahan kedua buku ini diterima oleh pembaca ya. Silakan cari (pinjam di perpustakaan atau beli) lalu baca  dan warnai. Kritiknya saya tunggu lho!

***

Pebatuan, 7 Mei 2018
@agnes_bemoe

Tonton videonya di sini.
HADIAH UNTUK 50 PEMBELI PERTAMA