Follow Us @agnes_bemoe

Saturday, 28 February 2015

BOOK THROUGH MY EYES [BTME]: Menikmati Kisah Misteri

February 28, 2015 2 Comments


Judul Buku                  : Dongeng Misterius dari Lima Benua (Buku 2)
Penulis                         : Widya Ross
Ilustrator                     : Amna Oriana, Mira Widhayati
Penerbit                       : Penerbit Kiddo
Genre                          : Fiksi Anak
Jumlah Halaman          : v + 103 halaman, 18 X 23 cm




Tom, hantu kecil, malam itu merasa kecewa. Usahanya menakut-nakuti Emma ternyata tidak berhasil. Emma lebih takut pada sesuatu yang lain ketimbang Tom. Namun, perjalanan Tom ke rumah Emma tidaklah sia-sia. Tanpa diduga, ia dan Emma menemukan sesuatu yang berharga. Apa itu? Tentu harus dibaca di buku kumpulan cerita misteri “Dongeng Misterius dari Lima Benua” (Buku ke-2).
Kisah Tom hantu ini merupakan salah satu dari duapuluh lima cerita misteri yang ada di buku ini. Sesuai dengan judulnya, kisah-kisah dalam buku ini diangat dari cerita makhluk-makhuk aneh dan misterius dari lima benua: Amerika, Eropa, Asia, Australia, dan Afrika.
Saya pribadi bukan penggemar cerita misteri. Namun, saya menikmati cerita-cerita di dalamnya. Masing-masingnya diceritakan dengan unik dan imut, sehingga tidak menimbulkan kengerian. Beberapa cerita malah punya ending yang tak terduga: manis dan lucu. Sangat menyenangkan membacanya.
Ilustrasi buku ini juga luar biasa. Tetap ada nuansa misteriusnya (dengan pemakaian warna-warna gelap) tetapi digambar dengan imut dan unik. Karena itulah, membaca duapuluh lima cerita di buku ini terasa belum memuaskan.
Buku ini dilengkapi dengan informasi singkat tentang hantu atau makhluk misterius dari masing-masing benua. Biarpun bagi saya pribadi bagian ini mengurangi kesan misterius dari masing-masing makhluk, saya tetap menyambut baik. Bagian ini bisa membantu orang tua (atau anak sendiri) untuk mengetahui latar belakang makhluk misterius tersebut.
Selebihnya, buku ini sangat fun, menghibur melalui cerita, gaya penulisan, maupun ilustrasinya, serta memberikan lapis baru bagi keragaman cerita anak. (db)

***
Pembatuan, 1 Maret 2015
@agnes_bemoe

1 Maret 2015

February 28, 2015 2 Comments


Seperti biasa, waktu tak pernah mau menunggu. Menunggu sampai aku reda dari galauku, misalnya. Waktu melesat lari. Nah, hari ini sudah sampai di hari pertama bulan ketiga tahun 2015. Kemana Februari? 

“Tak terasa” adalah ungkapan yang nyaris klise. Tapi, benar: tak terasa Februari berlalu. Sebelum semuanya ikut lenyap dari ingatanku, aku mau menyusun lagi berkat yang Tuhan titipkan bulan kemarin. 

Untuk urusan HNP (syaraf kejepit), sudah satu bulan lebih aku bisa menyupiri adikku dari rumah ke sekolah. Bangga banget rasanya! Awalnya, cuma melatih diri menyetir keliling perumahan, paling kurang 10 menit. Lalu, aku coba-coba mengantar adikku dari rumah ke ujung perumahan, tempat dia mencari oplet ke sekolah. 

Lalu, pas tanggal 21 Januari 2015 (aku ingat persis, karena itu Pesta Nama Santa Agnes), pagi-pagi sekali hujan turun. Deras. Nah, ini dia. Paling sedih kalau sudah hujan. Terbayang pagi-pagi sekali (jam 5.00!) adikku harus jalan menembus hujan, menunggu oplet. Di oplet juga pasti tidak nyaman karena hujan. Lalu, turun dari oplet dia masih harus jalan lagi kurang lebih 1 kilo-an untuk sampai ke sekolah. Tidak tahan dengan bayangan seperti itu membuat aku nekad. Bukannya mengantar hanya sampai ke ujung perumahan, pagi itu aku mengantar adikku sampai ke sekolahnya! 

Yaps, tentu saja adikku ngamuk-ngamuk. Dia kawatir aku kambuh lagi kalau memaksa diri. Puji Tuhan, tidak kambuh. Terima kasih, Tuhan. Tapi memang, perjalanan pertama dari rumah ke sekolah yang 60 menit itu terasa lamaaa sekali! Tapi, yes! Sudah bisa duduk nyetir lagi.

Btw, keadaanku ternyata on-off. Kadang-kadang, muncul lagi nyerinya kalau aku terlalu “lincah”. Itu yang menyebabkan aku batal pergi ke Misa Jumat Pertama bulan Februari. Aku sangka sudah bisa, nyatanya, sehari sebelumnya aku kembali merasa nyeri. Batal deh rencana ke gereja hari Jumat itu.
Sampai pertengahan Februari aku masih memakai jasa driver. Setelahnya, aku nyetir sendiri! Antar adikku sekolah dan renang. Biasanya, aku kuat melakukan satu kegiatan sehari, misalnya antar adik atau renang. Tapi sejak akhir Februari aku sudah bisa melakukan keduanya sekaligus. 

Minggu terakhir Februai aku malah “ngluyur”: ke Grapari dan ke Mall Pekanbaru. Dua-duanya untuk urusan BB-ku. Dan dua-duanya lumayan sukses, dengan nyeri yang minimal (biarpun setelahnya aku langsung baring). Merasa sudah bisa ngluyur, aku memakai kesempatan itu untuk… potong rabut, sekaligus diwarnai. Menunggu proses pewarnaan, aku minta izin sambil baring. Untung, pemilik salonnya membolehkan. Hasilnya, lumayan, aku sudah keren lagi :D
me

Tanggal 25 Februari kemarin aku mendapat suntikan Trilux lagi. Ini adalah suntikan untuk pereda nyeri. Dan suntikan ini memang membantu. Aku bisa beraktivitas dengan lebih leluasa. Mudah-mudahan dengan bantuan suntikan ini aku bisa berobat ke akupunkturist HNP di Jakarta. Amin.
Februari juga memberi kabar yang luar biasa menyenangkan: satu bukuku terbit! “Suatu Hari di Sungai Sey” terbit tanggal 23 Februari 2015 di Penerbit Tiga Serangkai. Yeay! Seneng banget! Hiburan yang menyenangkan buatku.



Februari 2015 ini, tepatnya tanggal 14, aku memulai sebuah bisnis (ciee… bisnis :D). Idenya milik temanku. Aku yang cukup gila untuk mengeksekusinya.

Februari juga membawa kesedihannya sendiri. Tanggal 28 kemarin, Tengku Nasrudin Effendi (Tenas Effendi), budayawan besar Riau, berpulang. Riau berduka. Pergi sudah gudang ilmu budaya Melayu Riau. Biarpun sangat ingin, aku tidak bisa ikut mengantar beliau ke peristirahatannya yang terakhir. Tapi, doaku buat ketenangan arwah beliau.

Mendiang Bpk. Tenas Effendi dengan "Nino, Si Petualang Cilik"

Februari sudah pergi. 

Sekarang, Maret di depan pintu. Apa yang terbaik yang bisa kulakukan, selain mempersilakan dia masuk. Dia, dan segala berkat dan rahmat yang ada padanya. 

***

Pembatuan, 1 Maret 2015
@agnes_bemoe

Thursday, 19 February 2015

Duapuluh Februari

February 19, 2015 0 Comments
Menangislah kalau kau ingin
Jadilah rapuh, kalau kau tak kuat berdiri
Biarkan dirimu kuyub dalam lemahmu
Biarkan setiap butir embun tahu perih di hatimu

Tangis, kerapuhan, kemarahan, sedih, luka,
Itu semua bukan dosa
Itu bagian dari perjalananmu,
Bagian dari cerita kita

Asal engkau tahu
Aku di sini bersamamu
Dan aku akan selalu seperti itu
Seperti musim semi menunggui kepompong
Sampai jadi kupu-kupu
Lalu mengantarnya menjelajahi musim panas dengan kepakmu

Dan, sama seperti setiap musim panas
punya cerita indah buat kupu-kupu
Aku juga punya sesuatu yang indah buatmu

Sekali lagi kukatakan:
Aku punya sesuatu yang indah buatmu

Selagi itu,
Menangislah,
Menangislah bila kau mau
Dengan tetes paling perih
Atau isak paling sunyi

Kalau engkau perlu,
Aku di sini
...

Pembatuan, 20 Februari 2015
@agnes_bemoe


Saturday, 14 February 2015

Friday, 13 February 2015

Forever You

February 13, 2015 0 Comments
I love you.
I've said it like zillion times and I am going to say it again.

I know it's weird since I'm not allowed to. But, what can I say, I just can't help myself from falling in love with you.

I wish time will eventually kill the feeling I have inside. The feeling I frankly cannot hide. The feeling that has driven me crazy. Crazy enough to keep believing it would come to reality.

Honey, I love you.
With the time remaining, I just want to say it once again
So, when it comes to its end, you'll hear a sound echoing,
From the deepest part of my heart,
The best, this is a must
The very last I could offer you:
I love you.
Forever you.

***

Happy Valentine's Day 2015
@agnes_bemoe


Thursday, 5 February 2015

Senja Kali Ini

February 05, 2015 2 Comments
Senja barusan turun.
Langit mengangguk manis dengan pendar kemerahan di tepiannya. Burung-burung beterbangan, melukis lengkung yang indah di kaki langit.

Aku menatap keindahan di depanku.

Andai bisa kubagikan denganmu, seperti yang dulu sering kita lakukan.

Mengurai keajaiban senja, lapis demi lapis. Lalu, kita berdua menatap senja menghilang perlahan. Engkau menarikku dalam pelukmu. Aku dalam rengkuhmu. Di bawah senja hanya ada engkau dan aku.

Senja barusan turun.

Aku tak tahu, senja yang mana yang telah membawamu pergi. Engkau tak lagi bersamaku di sini, merangkai indahnya senja.

Ingin kupetik sekeping senja. Kusimpan,  kalau-kalau suatu saat engkau kembali.

Yang bisa kulakukan hanya tersenyum pada sang malam. Kalau engkau menatapnya, kuharap engkau ingat pada yang menunggumu, di suatu senja.

***

Pembatuan, 5 Februari 2015
@agnes_bemoe


Photo Credit: Bhudi Tjahja