Follow Us @agnes_bemoe

Monday, 10 February 2014

SHORT STORY [SS]: Siapa Mencuri Makanan Bobo?

Semenit, dua menit, lagi-lagi belum terjadi apapun. Kakiku sudah kesemutan. Berdiri di balik lemari makan sangat tidak menyenangkan. Apakah berarti aku menyerah saja dan kembali tidur? Aku bimbang sejenak. Akhirnya aku memutuskan untuk bertahan beberapa menit lagi. Aku sangat penasaran ingin tahu siapa pencuri makanan Bobo. 

Bobo itu anjingku. Ia suka sekali makan. Makanya, aku heran sekali ketika beberapa hari lalu Bobo tidak menghabiskan makannya. Aku kawatir Bobo sakit. Hari itu juga aku membawa Bobo ke dokter Albertine. 

Hasilnya? Bobo sehat walafiat! Di satu pihak aku lega. Namun, di pihak lain, itu menimbulkan pertanyaan besar di kepalaku: mengapa si rakus itu tidak menghabiskan makanannya. 

Aku mencoba memaksa Bobo menghabiskan makanannya. Biasanya, ini adalah pekerjaan paling mudah di dunia. Bobo makan hampir semua jenis makanan: daging, sayur, bahkan buah atau jeli! Namun kali ini menyuruh Bobo makan nyaris seperti merubuhkan Monas dengan tangan kosong! 

Kemarin aku baru menyadari suatu hal. Makanan yang ditinggalkan Bobo selalu sudah habis keesokan harinya. Nah! Kepalaku berputar. Apakah Bobo diam-diam menghabiskan makanannya di waktu malam? Masak sih? Bukan tipenya deh! 

Aku langsung merasakan keanehan di sini. Sepertinya ada aroma kejahatan! Pasti makanan Bobo dicuri! Siapa pencurinya? Mengapa Bobo membiarkannya? Bobo termasuk anjing yang ramah sih, tapi membiarkan makanannya diambil hewan lain, rasanya seperti Tom membiarkan Jery lewat begitu saja di depan hidungnya. 

Itulah sebabnya sudah beberapa malam ini aku jadi detektif dadakan. Ini hari ketiga aku bersembunyi di belakang lemari makan untuk memecahkan misteri pencurian makanan Bobo. 

Aku sudah hampir menyerah ketika kudengar suara kresek yang halus sekali. Mataku langsung terbuka lebar-lebar. Kuamati piring makan Bobo. Herannya, Bobo yang berbaring di dekatnya seperti tidak mendengar apa-apa. Padahal ia biasanya paling pertama tahu kalau ada tikus atau hewan lain masuk rumah. 

Okelah, mungkin pencuri itu menghipnotis Bobo atau bagaimana. Yang jelas, aku akan waspada. 

Suara kresek-kresek itu hilang. Senyap. Aku menunggu dengan berdebar. Tiba-tiba berkelebatlah sebuah bayangan putih. Bayangan itu mendarat tanpa suara lalu berjalan mendekati Bobo. Astaga! 

Itu adalah seekor kucing! Bulunya putih, pasti dulunya pernah bersih dan tebal. Sekarang, kucel dan botak. Satu lagi yang aku amati: kucing itu sedang bunting. 

Si kucing mendekati piring makan Bobo, lalu... terjawablah semua misteri ini! Aku hanya bisa bengong melihat kucing itu menghabiskan dog-food Bobo. Yang membuat aku lebih bengong adalah sikap Bobo. Anjingku itu hanya membuka matanya sedikit, menguap lebar-lebar, lalu kembali tidur. Hah? Rasanya aku perlu palu untuk mengetok kepalaku sendiri! 

Ketika mendengar ceritaku, ibu berinisiatif untuk memancing si kucing. Kami membuat tempat tidur dari keranjang baju bekas dan meletakkan makanan. Benar saja, Snow White -itu nama yang kuberikan padanya- seolah tahu. Ketika datang, ia langsung menyantap makanannya dan meringkuk di keranjang. 

Pagi ini kami mendapat kejutan. Snow White melahirkan! Wow! Anak-anaknya lucu sekali. Snow White cukup baik hati membolehkan aku mengelus-elus anak-anaknya. Ia juga membiarkan Bobo mendekati dan mengendus-endus buah hatinya. Mungkin ia mau mengucapkan terima kasih pada Bobo yang mau berbagi makanan waktu ia membutuhkan. 

Aku senang sekali mendapat tambahan keluarga baru. Lebih senang lagi, Bobo sekarang selalu mengahbiskan makanannya. Misteri pencurian makanan Bobo terpecahkan sudah. 

*** 

Pekanbaru, 7 Februari 8:40 
Dari kisah nyata. Sumber: internet (maaf, link-nya lupa)

No comments:

Post a Comment